BINTAN – ranaipos.com : Harapan Kabupaten Bintan untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional kini bertumpu pada Kelurahan Tanjung Uban Selatan. Kelurahan di Kecamatan Bintan Utara itu melaju dalam tahapan Pemaparan dan Wawancara Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.
Optimisme tersebut terlihat saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, hadir langsung menyaksikan pemaparan Kelurahan Tanjung Uban Selatan di Ruang Rapat Bawah Bapperida Bintan, Rabu (7/10/2026).
Bagi Ronny, masuknya Tanjung Uban Selatan ke tahapan nasional bukan sekadar persoalan kompetisi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi Bintan untuk menunjukkan berbagai inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat dan telah dikembangkan secara berkelanjutan.
“Keikutsertaan Kelurahan Tanjung Uban Selatan pada tingkat nasional merupakan sebuah kebanggaan bagi Kabupaten Bintan. Pemerintah Daerah telah melakukan pembinaan, termasuk klarifikasi data dan dokumen serta penguatan strategi dalam pemaparan materi untuk tahapan selanjutnya,” ujar Ronny.
Menurutnya, kekuatan Tanjung Uban Selatan tidak hanya terletak pada keberhasilan administrasi pemerintahan. Berbagai program yang dijalankan telah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah digitalisasi pelayanan melalui QR Code yang mendorong masyarakat memperoleh informasi dan layanan secara lebih mudah. Selain itu, keterbukaan informasi, penguatan UMKM, pemberdayaan masyarakat serta inovasi lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola kelurahan yang semakin adaptif.
Inovasi Lingkungan Jadi Salah Satu Andalan
Di bidang lingkungan, Tanjung Uban Selatan memiliki sejumlah inovasi yang menjadi bagian penting dalam pemaparan di tingkat nasional.
Di antaranya BSU Pensosmas, Bintan Ojek Sampah (BOS), GEBEREMAS dan EMAS. Bahkan, BSU Pensosmas yang dibentuk sejak 2021 tidak hanya bergerak di satu wilayah, tetapi telah mencakup tiga kecamatan, yakni Bintan Utara, Seri Kuala Lobam dan Teluk Sebong.
Program tersebut juga telah meraih penghargaan Galanova, yang menjadi salah satu bukti bahwa inovasi yang dibangun di tingkat kelurahan mampu memberikan dampak lebih luas.
Namun bagi Ronny, penghargaan bukanlah tujuan akhir.
“Yang paling penting, prestasi bukan hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi dari keberlanjutan program dan manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu, berbagai program unggulan Tanjung Uban Selatan harus terus dijalankan dan dikembangkan,” tegasnya.
Ketahanan Pangan Disiapkan dari Tingkat Rumah Tangga
Tak hanya lingkungan, sektor ketahanan pangan juga menjadi salah satu kekuatan yang dipersiapkan Tanjung Uban Selatan.
Berbagai konsep dikembangkan, mulai dari urban farming, hidroponik hingga Budikdamber. Program tersebut diarahkan agar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang mampu memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan rumah tangga.
Bahkan, pengembangan program tersebut telah diproyeksikan dalam lima tahun ke depan melalui penguatan rumah tangga dan kelompok masyarakat.
Ronny menilai keberadaan berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa kemajuan sebuah kelurahan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Justru, inovasi yang lahir dari persoalan sehari-hari masyarakat dapat menjadi kekuatan ketika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
Kini, Tanjung Uban Selatan tidak lagi hanya membawa nama kelurahan. Di tahapan nasional, kelurahan tersebut membawa nama Kabupaten Bintan sekaligus menjadi etalase inovasi pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di daerah.
Dengan dukungan pembinaan Pemerintah Kabupaten Bintan dan berbagai inovasi yang telah berjalan, Ronny optimistis Tanjung Uban Selatan mampu memberikan penampilan terbaik dalam tahapan penilaian nasional.
Bagi Pemkab Bintan, keberhasilan melaju ke tingkat nasional juga menjadi bukti bahwa inovasi pemerintahan dapat tumbuh dari bawah—dari kelurahan, masyarakat, dan kebutuhan nyata di lapangan—kemudian berkembang menjadi praktik baik yang layak diperkenalkan di tingkat nasional.
Kini, nama Tanjung Uban Selatan berada di panggung nasional. Harapannya, bukan hanya tampil sebagai peserta, tetapi mampu membawa pulang prestasi dan mengharumkan nama Bintan.*(hel)





Komentar