BINTAN – ranaipos.com : Semangat kemanusiaan dan kerelawanan menggema di Pantai Dugong, Kabupaten Bintan, Jumat (4/9/2026). Sebanyak 190 anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira se-Kabupaten Bintan berkumpul mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR IV Tahun 2026.
Mengusung tema “Bersatu dalam Kemanusiaan”, Jumbara bukan sekadar ajang perlombaan dan pertemuan antarpelajar. Kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda agar memiliki keterampilan, disiplin, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta keberanian untuk hadir dan membantu ketika masyarakat membutuhkan.
Kegiatan resmi dibuka oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pembinaan generasi muda melalui kepalangmerahan semakin penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.
Menurutnya, Jumbara menjadi wadah strategis untuk membentuk mental dan karakter peserta melalui pengalaman belajar, bekerja sama, berorganisasi, hingga mengasah kreativitas.
“Kepalangmerahan bukan sekadar pengetahuan tentang pertolongan pertama, kesehatan remaja, atau kesiapsiagaan bencana. Lebih dari itu, kepalangmerahan adalah panggilan kemanusiaan yang menumbuhkan empati, keberanian untuk menolong, dan keikhlasan dalam berbuat baik.”»
Roby juga memberikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Bintan yang terus berkomitmen membina generasi muda melalui PMR. Menurutnya, PMI memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, kesiapsiagaan, serta semangat kerelawanan di tengah masyarakat.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian Jumbara dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Jadikan Jumbara ini sebagai pengalaman berharga. Bangun persahabatan, belajar bekerja sama, dan tumbuhkan kepedulian. Jadilah generasi muda Bintan yang tangguh dan peduli terhadap sesama,” pesannya.
Bukan Sekadar Mengejar Juara
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani Putri menegaskan bahwa keberadaan PMR merupakan bagian penting dalam menyiapkan calon-calon relawan masa depan.
Menurutnya, PMI merupakan organisasi yang memiliki tugas membantu pemerintah di bidang kemanusiaan, sementara relawan menjadi motor penggerak dalam menjalankan misi tersebut. Karena itu, pembinaan sejak usia remaja menjadi investasi penting bagi keberlanjutan gerakan kemanusiaan.
Melalui Jumbara PMR IV, peserta didorong untuk tidak hanya menguasai keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga memahami dan menerapkan tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Yang jauh lebih penting adalah persahabatan, pengalaman, keterampilan, dan jiwa kemanusiaan yang kalian bawa pulang dari Jumbara,” pesannya.
Jumbara mengandung tiga nilai utama, yakni Jumpa, Bakti, dan Gembira. Jumpa menjadi ruang bagi anggota PMR untuk bertemu, berinteraksi, bertukar pengalaman, dan mempererat persaudaraan.
Bakti menjadi bentuk nyata kepedulian dan kontribusi kepada masyarakat. Sedangkan Gembira menggambarkan semangat belajar, berorganisasi, dan mengabdi dengan penuh antusiasme serta persahabatan.
Siapkan Relawan Muda Bintan
Pelaksanaan Jumbara PMR IV mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Sekretariat Daerah Kabupaten Bintan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, BPBD, para camat pendamping kontingen, Tagana Kabupaten Bintan, hingga instansi dan pihak terkait lainnya.
Dengan berkumpulnya 190 peserta dari tingkat Madya dan Wira, Jumbara PMR IV menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring PMR antarsekolah sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda dalam bidang kemanusiaan.
Lebih dari sekadar kompetisi, Jumbara diharapkan menjadi ruang lahirnya kader-kader relawan muda Bintan yang memiliki keberanian untuk menolong, kepedulian terhadap sesama, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta komitmen untuk terus menebarkan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebab, di balik setiap keterampilan yang dipelajari dan setiap persahabatan yang terbangun, tersimpan satu tujuan besar: menyiapkan generasi muda yang tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga siap hadir ketika sesama membutuhkan.*(hel).





Komentar