No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Sabtu, 26 September 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Tampil di Kriyanusa 2026, Hafizha Kenalkan Batik dan Anyaman Bintan di Panggung Nasional

Ranai Pos by Ranai Pos
26/09/2026 9:43 PM
in Bintan
0
Tampil di Kriyanusa 2026, Hafizha Kenalkan Batik dan Anyaman Bintan di Panggung Nasional
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BINTAN — ranaipos.com : Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani, membawa semangat promosi produk lokal saat menghadiri Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (26/9/2026).

Bukan sekadar menghadiri pameran kerajinan berskala nasional, momentum tersebut dimanfaatkan Hafizha untuk memperkenalkan potensi kriya Bintan melalui penampilan yang memadukan batik asli Bintan dengan tas anyaman bambu hasil karya perajin lokal.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa produk kerajinan Bintan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mampu dikemas mengikuti perkembangan fashion dan kebutuhan pasar modern.

Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan berlangsung pada 26–30 September 2026. Pameran ini menghadirkan 410 booth dengan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas, kementerian dan lembaga, Dekranasda provinsi serta kabupaten/kota, hingga pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Baca Juga

Hari Jadi Kepri ke-24: Bupati Roby Ungkap Pertumbuhan Ekonomi 6,99 Persen dan Investasi Rp40,38 Triliun

Diskominfo Bintan Gaspol Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, OPD Diminta Tak Sekadar Penuhi Administrasi

Bagi Dekranasda Bintan, kehadiran dalam ajang tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan industri kriya dari berbagai daerah sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan dan jejaring.

Hafizha mengatakan, Kriyanusa memberikan banyak inspirasi bagi daerah untuk terus mengembangkan produk kriya agar tidak berhenti sebagai produk tradisional, tetapi mampu bertransformasi menjadi produk yang memiliki daya saing.

“Kita ingin memperluas wawasan sekaligus memperkuat upaya pengembangan kriya lokal agar semakin kreatif dan berdaya saing,” ujar Hafizha.»

Menurutnya, pengembangan kriya Bintan harus tetap berpijak pada kekhasan dan identitas daerah. Namun di saat yang sama, para perajin juga perlu didorong untuk terbuka terhadap inovasi, kreativitas, teknologi dan perubahan selera pasar.

“Yang kita harapkan, tradisi dan identitas lokal tetap terjaga, tetapi produk kerajinan juga terus berkembang mengikuti kreativitas, inovasi dan kebutuhan pasar. Potensi perajin Bintan harus terus kita dorong agar semakin dikenal,” katanya.»

Batik dan Anyaman Bintan Jadi Sorotan

Salah satu pesan yang ingin ditampilkan Hafizha melalui kehadirannya di Kriyanusa 2026 adalah bahwa produk lokal dapat tampil modern tanpa kehilangan identitas daerah.

Batik asli Bintan yang dikenakannya dipadukan dengan tas anyaman bambu karya perajin Bintan. Perpaduan tersebut memperlihatkan bagaimana produk kriya lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari gaya fashion kekinian.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk promosi langsung terhadap produk UMKM Bintan. Di tengah banyaknya produk kriya dari berbagai daerah yang tampil dalam Kriyanusa, produk lokal Bintan ditunjukkan memiliki karakter dan daya tarik tersendiri.

Kehadiran Hafizha dengan mengenakan produk lokal juga menjadi pesan bahwa pengembangan UMKM dan kriya tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikemas, digunakan dan diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Tradisi Bertemu Inovasi

Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, saat membuka Kriyanusa 2026 mengatakan pameran tahun ini memiliki arti khusus setelah kegiatan serupa tidak digelar pada 2025.

Jeda tersebut, menurutnya, memberikan waktu lebih panjang bagi para perajin dan pelaku usaha untuk mempersiapkan karya terbaik.

Kriyanusa menjadi ruang untuk memperkenalkan keragaman kriya Nusantara sekaligus mempertemukan tradisi, inovasi dan akses pasar. Tahun ini, pameran juga diramaikan fashion show, parade wastra, talkshow, workshop, kuliner Nusantara hingga pengalaman digital.

“Tempat pameran ini harus menjadi ruang temu yang nyata antara tradisi luhur, inovasi kekinian, dan akses pasar yang lebih luas,” kata Selvi.

Ia juga menekankan pentingnya pelestarian kriya yang berjalan beriringan dengan inovasi dan transformasi digital agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

Membeli karya lokal, lanjutnya, juga berarti ikut menjaga warisan budaya sekaligus menghidupkan ekonomi para perajin.

Kriyanusa 2026 sendiri menampilkan beragam karya berbasis kearifan lokal, mulai dari kayu, batik dan tenun, logam, kulit, anyaman, kertas, material daur ulang, keramik hingga tanah liat.

Bagi Dekranasda Bintan, keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut menjadi momentum untuk memperkuat jejaring, menyerap inspirasi dan melihat peluang pengembangan produk kriya daerah.

Dengan tetap mempertahankan identitas lokal, produk kriya Bintan diharapkan mampu bergerak lebih jauh—dari sekadar menjaga warisan budaya menjadi produk kreatif yang mampu bersaing di pasar modern dan semakin dikenal di tingkat nasional.*(hel)

Komentar

Berita Terkini

Tampil di Kriyanusa 2026, Hafizha Kenalkan Batik dan Anyaman Bintan di Panggung Nasional

Tampil di Kriyanusa 2026, Hafizha Kenalkan Batik dan Anyaman Bintan di Panggung Nasional

22 detik lalu

BPR Tuah Karimun Gencar Sosialisasikan KURDA, Kali Ini Sasar Masyarakat Kecamatan Meral

Setelah Perusahaan Adik Prabowo Memenangkan Natuna D-Alpha, Bagaimana Nasib Natuna?

Migas Ada di Natuna, Talent Harus Lahir dari Natuna

Negara Kesatuan atau Federal: Di Mana Seharusnya Kekuasaan Berada?

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In