NATUNA _ RANAIPOS.COM : Suasana santai mewarnai kegiatan “Ngobrol Sobat Emas” yang digelar PT. Pegadaian Cabang Natuna di Ball Room Gajah Mina Jelita Sejuba, Jumat (02/10/2026) sore.
Mengusung konsep “Saatnya Ngopi, Sharing, dan Makin Dekat dengan Emas!”, kegiatan tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh PT Pegadaian Cabang Natuna yang menjadi ruang silaturahmi sekaligus literasi bagi para sahabat Pegadaian, khususnya para pimpinan instansi di Kabupaten Natuna.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB itu tidak hanya diisi dengan obrolan santai sambil menikmati kopi, tetapi juga membahas pengelolaan keuangan, investasi, serta pemanfaatan layanan digital Pegadaian.
Dalam sambutannya, pimpinan PT. Pegadaian Cabang Natuna menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pegadaian mendekatkan layanan kepada instansi terkait dan masyarakat.
Menurutnya, Pegadaian tidak hanya hadir sebagai tempat masyarakat memperoleh pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usaha.
Karena itu, para peserta diberikan kesempatan untuk mendapatkan literasi langsung dari tim marketing Pegadaian mengenai berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Kenalkan Tring! by Pegadaian
Staf Pegadaian Natuna, Ardian, dalam sesi literasi menjelaskan mengenai aplikasi Tring! by Pegadaian, yang kini menjadi platform digital untuk mengakses berbagai layanan Pegadaian dalam satu aplikasi.
Ardian mengibaratkan Tring! seperti layanan e-banking, namun dengan berbagai fitur yang terintegrasi dengan produk Pegadaian.
“Kalau kita simpelnya, aplikasi Tring! ini sama seperti e-banking. Banyak sekali manfaat yang kita dapatkan karena memudahkan masyarakat dan nasabah Pegadaian,” jelas Ardian.
Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengakses sejumlah layanan, di antaranya Tabungan Emas, Gadai, Cicil Emas, pembelian dan penjualan emas, serta layanan keuangan lainnya. Pegadaian sendiri menjelaskan Tring! sebagai transformasi dari aplikasi Pegadaian Digital dan Pegadaian Digital Syariah.
Salah satu yang menjadi materi utama adalah Tabungan Emas.
Ardian menjelaskan, berbeda dengan tabungan konvensional yang saldonya ditampilkan dalam rupiah, saldo Tabungan Emas tercatat dalam satuan gram emas.
“Kalau kita menabung emas di Pegadaian, saldo kita akan tercatat dalam bentuk gram. Di aplikasi Tring! kita bisa melihat berapa gram emas yang kita miliki sekaligus nilai rupiahnya,” katanya.
Dengan demikian, nasabah dapat memantau perkembangan kepemilikan emas melalui telepon seluler. Pegadaian juga menyebut Tabungan Emas dapat dibeli secara bertahap dan saldonya dapat dipantau melalui aplikasi secara real time.
Saldo Emas Bisa Digadaikan
Tidak hanya untuk menabung, Ardian menjelaskan bahwa saldo emas yang dimiliki nasabah juga dapat dimanfaatkan ketika membutuhkan dana.
Salah satunya melalui fitur Gadai Tabungan Emas.
“Kalau kita punya saldo emas dan membutuhkan dana, sekarang tidak harus datang langsung ke Pegadaian. Pengajuan gadai Tabungan Emas bisa dilakukan melalui aplikasi Tring!,” jelasnya.
Pegadaian menyebut layanan Gadai Tabungan Emas memungkinkan saldo emas digunakan sebagai agunan untuk memperoleh dana, sementara kepemilikan emas tetap tercatat pada nasabah selama memenuhi ketentuan layanan.
Ardian memberikan gambaran, apabila sebagian saldo emas digunakan untuk gadai, jumlah tersebut akan tercatat sebagai saldo yang sedang digadaikan. Setelah kewajiban gadai diselesaikan, saldo tersebut kembali dapat digunakan sesuai ketentuan.
Bisa Beli, Jual dan Cetak Emas
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai kemudahan lain yang tersedia melalui Tring!.
Nasabah dapat membeli dan menjual saldo emas secara digital. Saldo yang telah mencukupi juga dapat diajukan untuk dicetak menjadi emas fisik sesuai pilihan dan ketentuan yang berlaku.
“Kalau saldo kita sudah terkumpul dan ingin dicetak menjadi emas fisik, bisa dilakukan melalui aplikasi,” kata Ardian.
Selain itu, saldo Tabungan Emas juga dapat ditransfer kepada sesama pemilik Tabungan Emas sesuai mekanisme yang tersedia. Pegadaian menyebut Tabungan Emas memang dapat dicetak secara fisik maupun ditransfer ke rekening Tabungan Emas lainnya.
Dorong Masyarakat Rajin Menabung
Literasi tersebut juga mengajak peserta untuk membangun kebiasaan menabung secara rutin.
Bagi pelaku usaha, kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan untuk aset dinilai dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Pegadaian saat ini juga menyediakan fitur yang memungkinkan nasabah mengatur autodebet Tabungan Emas, sehingga pembelian emas dapat dilakukan secara berkala sesuai jadwal dan nominal yang ditentukan.
Kegiatan Ngobrol Sobat Emas di Jelita Sejuba berlangsung dalam suasana santai dan interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai kebutuhan keuangan, investasi, dan layanan Pegadaian.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko V, Kepala BMKG Natuna _ Rafael Marbun, Pimpinan Bakamla Natuna _ Ilham, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Natuna _ Hendara Jona, Kepala BPJS Kesehatan _ Ira Triwahyuni, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Natuna _ Wahyu Purwanto, Pimpinan Cabang Bank BRI Natuna _ Chipta Wijaya, Pimpinan Cabang Bank BNI _ Rahmad Tri Saputra, Fuel Terminal Manager (Kepala) PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Natuna _ Ade Pranoto, Kepala Pelni Logistik Natuna _ Netsaria Firman H, serta Muhammad Rapi _ Ketua PWI.
Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian Natuna berharap literasi keuangan masyarakat, khususnya para pimpinan instansi, semakin meningkat sehingga dapat memahami dan memanfaatkan layanan keuangan secara tepat sesuai kebutuhan.*(rp).





Komentar