Anambas _ ranaipos.com : Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Ayup, meninjau kondisi kelistrikan di Pulau Jemaja sekaligus berkoordinasi dengan pihak PLN menyusul gangguan pasokan listrik akibat kerusakan mesin pembangkit, Sabtu (24/10/2026).
Dalam koordinasi bersama Manajer PLN ULP Anambas, Fachri, dibahas kondisi mesin pembangkit yang mengalami kerusakan, percepatan penanganan, serta rencana penambahan dua unit mesin baru untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Gangguan tersebut dipicu kerusakan mesin pembangkit berkapasitas 250 kilowatt (kW). Berdasarkan informasi dari pihak PLN, mesin mengalami patah connecting rod atau stang seher yang mengakibatkan kerusakan pada blok mesin (window block).
Kerusakan itu berdampak terhadap kemampuan pembangkit dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Untuk menyesuaikan kapasitas pembangkit yang masih tersedia, PLN memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dan DPRD, mengingat pasokan listrik merupakan kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Aneng bersama Ayup mendorong PLN agar penanganan kerusakan mesin dilakukan secepat mungkin sehingga pasokan listrik di Pulau Jemaja dapat kembali stabil.
Selain percepatan perbaikan, keterbukaan informasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian, terutama terkait jadwal pemadaman bergilir dan perkembangan proses perbaikan mesin.
Informasi yang jelas dan disampaikan secara berkala dinilai penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari serta mengantisipasi dampak pemadaman yang masih berlangsung.
Dua Mesin Baru Berkapasitas 600 kW
Selain membahas kerusakan mesin pembangkit, koordinasi tersebut turut menyoroti rencana kedatangan dua unit mesin pembangkit listrik baru untuk Pulau Jemaja.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Manajer PLN ULP Anambas, Fachri, masing-masing mesin baru tersebut memiliki kapasitas 600 kW. Kedua unit itu diperkirakan tiba di Jemaja dalam waktu sekitar satu bulan.
Meski demikian, perkiraan tersebut masih memerlukan kepastian lebih lanjut dari PLN, termasuk jadwal pengiriman, pemasangan, pengujian, hingga waktu mesin mulai dioperasikan.
Penambahan dua mesin dengan total kapasitas 1.200 kW itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pembangkitan sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jemaja.
Dengan adanya tambahan kapasitas tersebut, kebutuhan listrik masyarakat diharapkan dapat terpenuhi secara lebih optimal, sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan akibat keterbatasan kapasitas pembangkit.
Pemerintah daerah berharap rencana penambahan mesin dapat direalisasikan sesuai tahapan yang telah disiapkan. Kepastian mengenai proses pengadaan hingga pengoperasian juga dinilai penting untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat yang saat ini terdampak gangguan listrik.
Sambil menunggu penanganan mesin yang rusak dan kedatangan pembangkit baru, pemadaman bergilir masih diberlakukan menyesuaikan kondisi kapasitas pembangkit yang tersedia.
Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, DPRD, dan PLN diharapkan terus dilakukan untuk memantau perkembangan perbaikan serta memastikan langkah penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Gangguan listrik yang berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat produktivitas pelaku usaha dan kelancaran pelayanan publik.
Masyarakat Pulau Jemaja pun berharap perbaikan mesin pembangkit dan penambahan kapasitas listrik dapat segera terealisasi, sehingga pasokan listrik kembali normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih andal*(Heri).





Komentar