Natuna _ ranaipos.com : Pemerintah Kabupaten Natuna memberikan apresiasi kepada para kafilah yang berhasil mengharumkan nama daerah pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan bonus secara simbolis yang dirangkaikan dengan rapat evaluasi sebagai langkah awal menyusun strategi pembinaan menuju MTQ Provinsi Kepri Tahun 2028.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Natuna Lantai II, Bukit Arai, Selasa (4/8/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Natuna didampingi Wakil Bupati Natuna. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Asisten I Setda Natuna, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, serta perwakilan kafilah peraih prestasi pada MTQ XII Kepri.
Sebelum penyerahan bonus, pemerintah daerah menggelar rapat evaluasi untuk mengkaji pelaksanaan MTQ tahun 2026 sekaligus merumuskan langkah pembinaan yang lebih efektif dalam menghadapi ajang serupa pada masa mendatang.
Dalam arahannya, Bupati Natuna menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, dan pihak yang telah berkontribusi sehingga Kabupaten Natuna mampu menembus peringkat empat besar pada MTQ tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang patut diapresiasi sekaligus menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik.
Bupati menegaskan bahwa pembinaan kafilah harus dilakukan secara berkesinambungan dan tidak hanya menjelang pelaksanaan MTQ. Ia menilai proses pencarian bibit unggul perlu dimulai sejak dini melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah dan seluruh pihak terkait agar potensi peserta dapat teridentifikasi lebih awal.
Dalam rapat evaluasi juga dipaparkan mekanisme penjaringan calon peserta yang selama ini dilakukan melalui koordinasi dengan satuan pendidikan. Sekolah diminta menyeleksi siswa yang memiliki kemampuan di berbagai cabang perlombaan MTQ. Untuk peserta yang berasal dari wilayah kepulauan, seleksi dapat dilakukan secara daring melalui Zoom, sedangkan peserta di wilayah daratan mengikuti seleksi secara langsung sehingga kesempatan mengikuti pembinaan dapat dinikmati secara merata.
Sebagai bagian dari penguatan pembinaan, Bupati mengusulkan agar pelatih dan dewan hakim dari luar daerah lebih banyak didatangkan ke Natuna. Menurutnya, pola tersebut lebih efisien dari sisi anggaran dibandingkan mengirim peserta mengikuti pelatihan di luar daerah, sekaligus memungkinkan lebih banyak peserta memperoleh pembinaan secara langsung.
Ia juga menginginkan keterlibatan dewan hakim tidak hanya sebatas memberikan penilaian saat perlombaan, tetapi turut berbagi pengalaman dan ilmu kepada peserta maupun para pembina daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan di berbagai cabang, mulai dari tilawah, tahfiz, kaligrafi hingga cabang-cabang MTQ lainnya.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap cabang kaligrafi yang berhasil menyumbangkan prestasi bagi Kabupaten Natuna pada MTQ XII Kepri. Bupati berharap keberhasilan tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui pembinaan yang lebih sistematis sehingga mampu melahirkan lebih banyak peserta berprestasi.
Menutup rapat evaluasi, Bupati Natuna mengajak Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), para pelatih, pembina, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mempersiapkan kafilah Natuna menghadapi MTQ Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2028.
Dengan pola pembinaan yang berkesinambungan, terarah, dan terukur, Pemerintah Kabupaten Natuna optimistis prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.*(rapi).





Komentar