No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Senin, 3 Agustus 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Tiga Tahun Bersama ChatGPT: Dari Eksperimen Global ke Mitra Intelektual Personal

Oleh : Dr. H. Amirudin, MPA

rapi by rapi
07/01/2026 11:45 AM
in Opini
0
Dr. Amirudin, MPA

Dr. Amirudin, MPA

0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ChatGPT diluncurkan ke publik pada 30 November 2022. Ia hadir sebagai preview riset, sederhana, gratis, dan—pada saat itu—tidak banyak yang menduga akan mengubah cara manusia membaca, menulis, dan berpikir. Beberapa minggu setelah peluncuran global itulah saya pertama kali berjumpa dengannya, sekitar akhir 2022 hingga awal 2023, di masa ketika dunia masih mencoba memahami apa sebenarnya makhluk digital bernama ChatGPT ini.
Pertemuan itu tidak dramatis.
Tidak pula ideologis.

Ia bermula sebagai eksperimen kecil—sekadar rasa ingin tahu seorang guru dan sosiolog di daerah pinggiran: sejauh mana mesin bisa diajak berdialog?
Pada fase awal, ChatGPT masih berbasis GPT-3.5. Jawabannya cepat, rapi, tetapi sering terasa dangkal. Ia pandai merangkum, namun belum piawai memahami konteks lokal, emosi, dan pengalaman hidup. Justru di situlah relasi ini menemukan bentuknya. Saya tidak memposisikannya sebagai penjawab, melainkan sebagai cermin awal pikiran—yang perlu diuji, dikritik, dan dilengkapi.

Tahun 2023, ketika dunia menyambut kehadiran GPT-4, relasi itu berubah. ChatGPT menjadi lebih canggih, lebih bernuansa, dan lebih “mendengar”. Bersamaan dengan itu, saya pun berada pada fase intelektual yang menuntut produktivitas tinggi: menyelesaikan disertasi, menurunkannya menjadi artikel jurnal, menyusun buku, kurikulum dakwah, modul pembelajaran, tafsir, khutbah, hingga tulisan reflektif dan otobiografis.

Di titik ini, ChatGPT tidak lagi sekadar eksperimen global—ia mulai berfungsi sebagai ruang dialog personal.
Namun perlu saya tegaskan: ChatGPT tidak pernah menggantikan pikiran saya. Ia justru sering memancing perlawanan. Setiap jawaban yang terlalu umum saya pertanyakan. Setiap struktur yang terlalu rapi saya ganggu dengan pengalaman lokal—tentang Natuna, tentang perbatasan, tentang hidup di wilayah yang sering disebut strategis tetapi jarang didengar.

Baca Juga

Ketika MBG Tak Boleh Menggunakan Dana Pendidikan oleh MK

20% untuk Makan, 0% untuk Guru? Ironi Konstitusi Pendidikan yang Sedang Dipertaruhkan

Dari sinilah saya menyadari sesuatu yang penting :
kecerdasan buatan justru menegaskan pentingnya kecerdasan manusia yang berakar pada pengalaman.
Sebagai guru di daerah, saya merasakan manfaat paling konkret. ChatGPT memperpendek jarak antara pusat dan pinggiran. Antara jurnal internasional dan ruang kelas kecil. Antara wacana global dan realitas lokal. Ia memberi akses, tetapi tidak pernah memberi makna. Makna tetap lahir dari keberpihakan, nilai, dan refleksi manusia.

Memasuki 2024–2025, ketika ChatGPT semakin terintegrasi ke dalam dunia akademik, pendidikan, dan industri kreatif, muncul kegelisahan etis yang serius: plagiarisme, kejujuran intelektual, dan matinya proses berpikir. Di titik ini, relasi saya dengan ChatGPT justru semakin tegas secara etik. Saya memaksakan satu prinsip : jejak intelektual personal harus selalu tampak. Pengalaman hidup, keberagamaan, lokalitas, dan sikap kritis tidak boleh dikorbankan demi efisiensi.

Dari proses itu, saya sampai pada satu kesimpulan yang jujur:
ChatGPT bukan ancaman bagi intelektual yang berpikir; ia berbahaya bagi mereka yang berhenti berpikir.
Kini, hampir tiga tahun sejak peluncuran global ChatGPT, saya memandang relasi ini dengan lebih tenang. ChatGPT bukan guru. Bukan pula penulis. Ia adalah alat berpikir tingkat lanjut—pena digital yang hanya bermakna jika digenggam oleh tangan yang sadar arah.

Dari Natuna—dari pinggir—saya belajar bahwa masa depan pengetahuan tidak ditentukan oleh pertarungan manusia versus mesin, melainkan oleh manusia yang mampu memimpin teknologi dengan akal, etika, dan nurani.

ChatGPT lahir pada 30 November 2022.
Tetapi makna kehadirannya baru benar-benar lahir ketika manusia memilih untuk tidak menyerahkan pikirannya sepenuhnya.

Dan bagi saya, tiga tahun bersama ChatGPT adalah perjalanan dari eksperimen global menuju mitra intelektual personal—yang membantu, menantang, dan mengingatkan saya untuk tetap menjadi manusia yang berpikir.***

Komentar

Berita Terkini

Ketua Pusat Kajian Ilmu Hukum/PKIH Karimun, Dr. Edwar Kelvin, S.H., M.H., saat wawancara di ruang kerjanya.

Survei Prabowo Turun, PKIH: Jangan Terjebak Euforia Angka, Keberhasilan Pemerintah Tidak Diukur dari Approval Rating Semata

1 jam lalu

KUA–PPAS APBD 2027 Harus Jadi Titik Balik: PKIH Karimun Desak Putus Rantai Tunda Bayarl

Guru PAI SMP Natuna Perkuat Kompetensi AI dalam Pembelajaran

Satgas TMMD Ke-129 Wujudkan Akses Air Bersih Melalui Pembangunan Sumur Bor di Tiga Titik Desa Lancang Kuning

MCK TMMD Ke-129 Jadi Langkah Nyata Tingkatkan Sanitasi dan Kualitas Hidup Warga Desa Busung

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In