www.ranaipos.com _ Natuna: Kabupaten Natuna mendapat alokasi terbesar dalam program Hilirisasi Kelapa Dalam Kementerian Pertanian (Kementan) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun anggaran 2026.
Dari empat kabupaten penerima program, yakni Bintan, Karimun, Lingga dan Natuna, Kabupaten Natuna memperoleh alokasi perluasan dan peremajaan tanaman kelapa seluas 350 hektare.
Program tersebut menyasar 497 petani yang tergabung dalam 34 kelompok tani. Dukungan yang diberikan meliputi 38.500 bibit kelapa bersertifikat, 115.500 bantuan pupuk serta 4.550 Hari Orang Kerja (HOK) untuk mendukung kegiatan penanaman.
Persiapan pelaksanaan program tersebut disampaikan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian di Gedung Sri Serindit, Jalan Yos Sudarso, Ranai, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan dibuka Bupati Natuna Cen Sui Lan dan dihadiri Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, perwakilan Kejaksaan Negeri Natuna, para camat, kepala desa, kelompok tani serta para penerima bantuan.
Hadir sebagai narasumber Eva Elfriani Br Tarigan dari Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, Wan Syazali, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengembangkan potensi komoditas kelapa yang dimiliki daerah.
Menurutnya, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi kelompok tani untuk menerima bantuan, di antaranya terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), memiliki surat keputusan pembentukan kelompok, dokumen identitas kelompok serta lahan yang jelas dan tidak dalam sengketa.
Kelompok tani juga harus mengajukan proposal bantuan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna untuk kemudian dilakukan verifikasi oleh tim teknis.
Wan Syazali menjelaskan, usulan awal yang masuk melalui dinas mencapai 500 hektare. Namun, berdasarkan hasil verifikasi dan alokasi awal dari Kementerian Pertanian, Natuna pada April 2026 hanya memperoleh kuota 300 hektare.
“Dari hasil verifikasi tim teknis dinas pada Januari 2026, ada 500 hektare usulan yang masuk ke dinas. Namun, yang direalisasikan Kementerian Pertanian pada April 2026 hanya 300 hektare,” jelasnya.
Pemkab Natuna kemudian melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan BBPPTP Medan untuk memperjuangkan tambahan alokasi.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Mei 2026, tambahan kuota disetujui sehingga alokasi program Hilirisasi Kelapa Dalam untuk Natuna meningkat menjadi 350 hektare.
“Alhamdulillah, pada bulan Mei 2026 kuota tambahan kita disetujui, sehingga kuota kita bertambah menjadi 350 hektare,” ujar Wan Syazali.
Terbagi untuk Perluasan dan Peremajaan
Wan Syazali menjelaskan, pelaksanaan program di Natuna dibagi menjadi dua kegiatan utama, yakni perluasan tanaman kelapa dan peremajaan tanaman kelapa.
Untuk kegiatan perluasan, dialokasikan lahan seluas 165 hektare yang berada di Kecamatan Bunguran Tengah dan Bunguran Batubi.
Sementara kegiatan peremajaan mencakup 185 hektare yang tersebar di Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan dan Bunguran Utara.
Dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian untuk keseluruhan program tersebut mencapai sekitar Rp1,48 miliar, dengan total nilai tiga paket kegiatan sebesar Rp1.481.313.490.
Paket pertama berupa Produksi Benih Kelapa Dalam Siap Salur Kabupaten Natuna dengan nilai Rp973.444.200.
Paket kedua berupa Pengadaan Pupuk Organik Perluasan Tanaman Kelapa Dalam senilai Rp345.586.290.
Sedangkan paket ketiga berupa Produksi Benih Kelapa Dalam Siap Salur untuk lahan seluas 50 hektare dengan nilai Rp162.283.000.
Perwakilan BBPPTP Medan, Eva Elfriani Br Tarigan, mengatakan bantuan pengembangan kelapa dari Kementerian Pertanian tahun ini diberikan kepada empat kabupaten di Kepri.
Menurutnya, Natuna mendapatkan porsi terbesar dibandingkan daerah penerima lainnya.
“Kepri mendapatkan bantuan bibit benih kelapa di empat kabupaten. Yang paling besar menerima bantuan itu adalah Natuna sebanyak 350 hektare,” ungkap Eva.
Ia meminta para petani memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal dan mengikuti petunjuk teknis yang telah disampaikan selama kegiatan sosialisasi.
“Saya berharap para petani memanfaatkan bantuan ini dengan baik. Harapan kami setelah sosialisasi ini para petani bisa melanjutkan praktik di lapangan,” katanya.
Eva juga menjelaskan bahwa benih kelapa yang digunakan dalam program tersebut merupakan benih bermutu lokal yang berasal dari Natuna.
Menurutnya, penggunaan sumber daya genetik lokal menjadi salah satu nilai penting dalam program tersebut karena pengembangan tanaman dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang telah tersedia di daerah.
Selain mendapatkan bibit dan pupuk, para petani juga memperoleh dukungan biaya penanaman melalui rekening kelompok sesuai dengan ketentuan program.
Bupati Minta Bantuan Dimanfaatkan Maksimal
Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambut baik dukungan Kementerian Pertanian terhadap pengembangan komoditas kelapa di daerahnya.
Ia menilai kelapa merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian masyarakat Natuna, sehingga program tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan pengembangan sektor pertanian daerah.
“Kelapa komoditas yang memiliki peran besar bagi perekonomian Natuna. Tentu bantuan ini sangat tepat dan berguna untuk kita,” ujar Cen Sui Lan.
Cen meminta para penerima bantuan mengikuti seluruh tahapan sosialisasi dengan serius. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana petani mampu menerapkan pengetahuan dan teknis yang diberikan.
“Ambil ilmunya, pelajari dengan sungguh-sungguh dan praktikkan dalam keseharian. Insyaallah kalau program ini berjalan dengan baik, tentunya akan memberikan dampak pada petani sendiri,” katanya.
Ia juga mengingatkan penerima agar menggunakan seluruh bantuan sesuai dengan peruntukannya sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Pesan saya, manfaatkan program ini sebaik-baiknya,” tegasnya.
Dengan alokasi terbesar di Provinsi Kepri, program Hilirisasi Kelapa Dalam di Natuna diharapkan tidak hanya meningkatkan luas tanam dan produktivitas kelapa, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan komoditas dari sektor hulu hingga hilir.
Dukungan terhadap ratusan petani tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi kelapa sebagai salah satu komoditas pertanian potensial Natuna sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara lebih produktif.(Rid).





Komentar