No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Selasa, 21 April 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Camat Jemaja Mudahir, SP pimpin rapat persiapan MeBDay Pemkab Anambas

    Camat Jemaja Matangkan Persiapan MeBDay, Siap Digelar 5 April di Letung

    Ketua Pelaksana Open Turnament Desa Kuala Maras Cup VIII 2026 Faisyal,S.Pd

    Open Turnamen Kuala Maras Cup VIII 2026, Panitia Targetkan 50 Tim Bertanding

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Camat Jemaja Mudahir, SP pimpin rapat persiapan MeBDay Pemkab Anambas

    Camat Jemaja Matangkan Persiapan MeBDay, Siap Digelar 5 April di Letung

    Ketua Pelaksana Open Turnament Desa Kuala Maras Cup VIII 2026 Faisyal,S.Pd

    Open Turnamen Kuala Maras Cup VIII 2026, Panitia Targetkan 50 Tim Bertanding

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Kapal Penampung Bawa Manfaat, Jangan Hancurkan Penghidupan Nelayan Anambas

Ranai Pos by Ranai Pos
21/04/2026 12:33 AM
in Anambas
0
Kapal Penampung Bawa Manfaat, Jangan Hancurkan Penghidupan Nelayan Anambas

Penasihat DPC HNSI, Abdul Razak Serta Ketua HNSI Agustar dan Bidang Hukum Fitrahadi SH., Saat Duduk Membahas Persoalan Kapal Penampung Ikan yang Bersandar di Pelabuhan Antang, Senin (20/4).

0
SHARES
67
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Anambas – ranaipos.com : Praktik pengendalian harga beli ikan dan cumi yang dilakukan pihak-pihak tertentu demi keuntungan pribadi di wilayah Kepulauan Anambas terus berlanjut. Ulah tersebut dinilai tidak hanya menekan tingkat kesejahteraan nelayan, tetapi juga berpotensi memicu kemarahan dari seluruh pelaku usaha perikanan lokal yang merasakan dampaknya secara langsung.

Situasi ini kian memanas setelah muncul pernyataan dari Refi di sejumlah media yang mempersoalkan keberadaan kapal penampung ikan yang bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Antang. Kapal yang berasal dari Palembang tersebut diketahui beroperasi dengan membeli hasil tangkapan secara langsung dari nelayan-nelayan kecil di wilayah tersebut.

Menanggapi hal itu, Penasihat DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, Abdul Razak, secara tegas mengecam pernyataan tersebut. Menurutnya, kehadiran kapal dari luar daerah itu justru membawa dampak positif bagi nelayan, bukan sebaliknya.

“Jangan sampai kita membuat gaduh dan menyusahkan hidup nelayan Anambas tanpa alasan yang jelas. Kehadiran kapal itu justru sangat membantu, karena mereka hadir sebagai kompetitor dalam penentuan harga beli. Dengan adanya pilihan pembeli, nelayan tidak lagi dipaksa menerima harga yang dipatok sepihak. Ingat, jangan sampai tindakan dan pernyataan sembarangan ini merusak sumber penghidupan mereka, karena jika sudah sampai batasnya, nelayan bisa saja murka dan bertindak,” tegas Razak saat ditemui Media ini, Senin (20/4).

Baca Juga

Pemdes Rewak Salurkan BLT-DD April 2026 Secara Door to Door

Aneng Pimpin Apel Gabungan ASN, Dorong Kinerja Cepat dan Responsif

Senada dengan itu, Ketua DPC HNSI Kepulauan Anambas, Agustar, juga memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan mengapa keberadaan kapal tersebut patut didukung. Ia menyebutkan bahwa kapal penampung asal Palembang itu dilengkapi fasilitas pendukung mutu hasil tangkapan, seperti Auto Block Freezer (ABF) dan cold storage, yang hingga kini belum dimiliki oleh kapal-kapal penampung lainnya di daerah ini.

“Kapal ini adalah satu-satunya yang memiliki fasilitas canggih tersebut di Anambas. Dengan adanya peralatan itu, kualitas ikan dan cumi hasil tangkapan nelayan bisa terjaga dengan baik hingga sampai ke tangan konsumen. Selain itu, mereka juga membeli dengan harga yang layak dan adil, bahkan tetap memenuhi kewajiban membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan. Seharusnya keberadaan mereka didukung, bukan malah dipersulit,” ujar Agustar.

Ia kemudian mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan kepentingan pribadi sebagai alasan untuk menindas atau menekan nelayan kecil. Agustar juga menegaskan bahwa segala persoalan yang menyangkut agen atau penampung hasil tangkapan sebenarnya sudah diatur dalam regulasi yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Jangan karena ada kepentingan pribadi atau persaingan usaha, lalu kita menjadikan nelayan sebagai korban. Jika ada yang merasa dirugikan atau keberatan, tunjukkan secara jelas siapa agen kapal lokal di Anambas yang benar-benar merasakan dampak negatif dari keberadaan kapal tersebut,” tantangnya.

Lebih lanjut, Agustar menyinggung posisi Refi yang dinilai memiliki kepentingan ekonomi tertentu di balik pernyataannya. Ia juga menegaskan bahwa pihak tersebut sudah tidak lagi tercatat dalam kepengurusan HNSI yang dipimpinnya.

“Refi itu adalah seorang agen, jadi tentu saja ada kepentingan bisnis yang dipertaruhkan. Perlu diketahui juga, ia sudah tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan HNSI yang saya pimpin. Seperti prinsip yang kita pegang, orang yang berjuang dengan tidak tulus dan hanya memikirkan keuntungan sendiri, tidak akan bisa bertahan lama dalam organisasi maupun dalam dunia usaha,” tambahnya.

Agustar juga menyayangkan bahwa pemberitaan yang muncul akibat pernyataan tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan nelayan. Situasi ini pun dinilai kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengacaukan tatanan usaha perikanan yang sudah berjalan.

“Sangat menyedihkan melihat kondisi ini. Pernyataan yang menyesatkan seperti ini bukan hanya tidak beretika, tapi juga tidak bermoral. Apalagi hal itu datang dari seseorang yang mengatasnamakan perjuangan untuk nelayan, padahal tindakannya justru merusak tata niaga perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Anambas,” tutup Agustar.(Red)

 

Komentar

Berita Terkini

Perang Lawan Halinar, Lapas Narkotika Tanjungpinang Gelar Ikrar Komitmen di Hari Bakti ke-62

Perang Lawan Halinar, Lapas Narkotika Tanjungpinang Gelar Ikrar Komitmen di Hari Bakti ke-62

4 menit lalu

Calon Tunggal di Musda Golkar Kepri, Sarmuji: Aklamasi Sah Sesuai Aturan

Pemdes Rewak Salurkan BLT-DD April 2026 Secara Door to Door

Kartini dan Pemberdayaan Perempuan di Perbatasan

Dugaan Pengancaman Terhadap Insan Pers Di Karimun Berujung Damai, TW Mengkonsumsi Obat dari Dokter Spesialis Kejiwaan.

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In