Midai _ www.ranaipos.com : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menggelar Ekspose Temuan Penelitian bertajuk “Jejak Peradaban Islam di Pulau Midai” pada Senin, 21 Juli 2025, di Aula SMP Negeri 1 Midai. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian penelitian yang dilakukan lima tim peneliti STAI Natuna selama beberapa hari di Pulau Midai, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Milad ke-23 kampus tersebut.

Ekspose ini bertujuan untuk memvalidasi hasil temuan langsung dari lapangan, dengan melibatkan partisipasi aktif para tokoh agama, tokoh budaya, camat dari Kecamatan Midai dan Suak Midai, kepala sekolah, serta para narasumber yang sebelumnya diwawancarai dalam proses penelitian.
Dalam sesi pemaparan, para peneliti secara bergantian menyampaikan temuan mereka terkait sejarah Islam, warisan budaya, serta potensi sosial dan keagamaan masyarakat Midai. Kegiatan berlangsung interaktif, dengan diskusi terbuka yang memberi ruang bagi peserta untuk memberikan tanggapan, klarifikasi, dan masukan.
Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar akademik, tetapi bentuk nyata kepedulian kampus terhadap sejarah dan masa depan masyarakat Pulau Midai.
“Penelitian ini menjadi pijakan awal untuk mengungkap kembali lembaran sejarah peradaban Islam yang kaya di Midai. Selain itu, hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pendidikan, sosial, dan ekonomi ke depan,” ujar Dr. Umar.

Lebih jauh, ia juga menawarkan sinergi jangka panjang antara STAI Natuna dan pemerintah setempat, seperti program pengabdian mahasiswa non-skripsi selama satu tahun di Midai. Mahasiswa akan berperan aktif menghidupkan masjid tua, mengembangkan wisata religi, menjaga situs sejarah, hingga mendukung pelestarian budaya lokal.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari unsur pemerintah kecamatan. Camat Midai dan Suak Midai menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif STAI Natuna.
“Selama ini hanya mahasiswa KKN yang turun ke daerah, namun kali ini dosen pun ikut terjun langsung. Ini hal luar biasa,” ungkap salah satu camat.
Tokoh masyarakat Midai, Anasrullah, juga mengungkapkan rasa bangga dan harapan besar terhadap kontribusi STAI Natuna.
“Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Semoga ini bukan akhir, tetapi awal dari kolaborasi panjang ke depan,” ujarnya.
Dengan ekspose ini, STAI Natuna menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga warisan intelektual dan peradaban Islam di daerah-daerah terluar seperti Midai.***
Laporan : hazmiza
Editor : rapi





Komentar