www.ranaipos.com _ Natuna : Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV melalui perwakilannya di Kepulauan Riau menyerahkan Barang Milik Negara (BMN) berupa hasil pembangunan jaringan irigasi air tanah di Kabupaten Natuna kepada pemerintah daerah.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air dan sektor pertanian di wilayah perbatasan.
Kegiatan serah terima BMN tersebut dihadiri Bupati Natuna Cen Sui Lan, Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pertanian, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Natuna.
Dalam sambutannya, Bupati Natuna Cen Sui Lan berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) terus memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Natuna, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan sejumlah usulan kegiatan kepada BWS dan berharap usulan tersebut mendapat dukungan agar pembangunan di Natuna dapat terus berlanjut.
“Melalui pengajuan yang telah kami sampaikan kepada balai, kami berharap BWS dapat terus mendukung kegiatan pembangunan di Kabupaten Natuna ke depannya,” ujar Cen Sui Lan.
Menurutnya, dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di Natuna, termasuk infrastruktur yang mendukung sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Anggaran Kegiatan di Natuna Capai Rp106 ,46Miliar
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWS) IV Batak Ir. Nedy Hidayat, ST., M.T menyampaikan bahwa dukungan terhadap pembangunan di Kepulauan Riau, termasuk Natuna, terus dilakukan melalui program pengelolaan sumber daya air.
Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar kegiatan pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan prioritas wilayah.
Hidayat menjelaskan, Kabupaten Natuna mendapatkan sejumlah kegiatan pembangunan infrastruktur sumber daya air pada 2026 dengan total anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp106,46 miliar.
“Salah satu kegiatan yang sedang berjalan adalah pembangunan pengaman pantai Pulau Kepala tahap II dengan pagu anggaran sekitar Rp80 miliar. Pekerjaan tersebut telah mencapai progres sekitar 65 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat sejumlah kegiatan lain yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Natuna, termasuk program yang dilaksanakan melalui Instruksi Presiden (Inpres) serta kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana prasarana.
Tiga Daerah Irigasi Masuk Program Inpres
Hidayat juga menyampaikan bahwa Natuna memiliki tiga daerah irigasi yang masuk dalam program Inpres. Untuk pelaksanaan tahun 2026, dua kegiatan direncanakan memasuki tahap kontrak pada akhir Oktober atau awal November, apabila seluruh proses persiapan berjalan lancar.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan tersebut diperkirakan berlanjut hingga April 2027.
Sementara itu, kegiatan operasi dan pemeliharaan (OP) sarana prasarana sumber daya air di Natuna dialokasikan sekitar Rp7,6 miliar.
Kegiatan operasi dan pemeliharaan tersebut mencakup sarana prasarana seperti sungai, pantai, embung, dan mata air. Pemeliharaan dinilai penting untuk menjaga fungsi infrastruktur yang telah dibangun agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan kepada masyarakat.
Dengan bertambahnya infrastruktur sumber daya air, kebutuhan terhadap pemeliharaan juga perlu terus diperhatikan agar fasilitas yang tersedia tetap berfungsi dengan baik.
Perencanaan 2027-2029 Perlu Dikoordinasikan
Terkait rencana pembangunan untuk periode 2027-2029, Hidayat menyebutkan perlunya koordinasi dan kesiapan pemerintah daerah bersama BWS agar usulan kegiatan dapat diperjuangkan dalam perencanaan anggaran kementerian.
Menurutnya, sinkronisasi program dan kesiapan usulan dari daerah menjadi faktor penting dalam memperoleh alokasi anggaran, mengingat kebutuhan pembangunan infrastruktur juga diajukan oleh berbagai wilayah lainnya.
Hidayat menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air di Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Natuna.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat infrastruktur sumber daya air, menunjang kebutuhan masyarakat, serta mendorong pembangunan daerah kepulauan dan perbatasan secara berkelanjutan. (Rid).





Komentar