No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Selasa, 1 September 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

    Jelang HUT RI, Lanal Tarempa Gelar Bakti Sosial

    Jelang HUT RI, Lanal Tarempa Gelar Bakti Sosial

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

    Jelang HUT RI, Lanal Tarempa Gelar Bakti Sosial

    Jelang HUT RI, Lanal Tarempa Gelar Bakti Sosial

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Bintan–Klaten Buka Jalan UMKM Tembus Pasar Baru, Rp6,05 Miliar Subsidi Bunga Sudah Digulirkan

Ranai Pos by Ranai Pos
01/09/2026 8:33 AM
in Bintan
0
Bintan–Klaten Buka Jalan UMKM Tembus Pasar Baru, Rp6,05 Miliar Subsidi Bunga Sudah Digulirkan
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BINTAN – ranaipos.com : Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Bintan dan Klaten berpeluang semakin luas menembus pasar antardaerah. Pemerintah Kabupaten Bintan dan Pemerintah Kabupaten Klaten resmi memperkuat kerja sama pengembangan UMKM melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Senin (31/8/2026).

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ke Kabupaten Bintan. Tidak hanya memperkuat hubungan antarpemerintah daerah, kemitraan ini diarahkan untuk membuka akses yang lebih besar bagi pelaku UMKM dalam pengembangan produk, promosi, pemasaran hingga perluasan jejaring usaha.

Bupati Bintan Roby Kurniawan menegaskan, UMKM merupakan salah satu fondasi penting perekonomian daerah. Selain menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, sektor ini juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong kemandirian ekonomi.

“Di Kabupaten Bintan, kami terus mendorong agar UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas, berkembang, memperluas pasar, dan memiliki daya saing,” ujar Roby.

Baca Juga

Antisipasi Karhutla dan Kekeringan, Bupati Bintan Perintahkan Perkuat Deteksi Dini BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan. Bupati Bintan memimpin langsung Rapat Koordinasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Karhutla serta Kekeringan di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Senin (31/8/2026). Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bintan memastikan seluruh unsur terkait tidak hanya siap bertindak saat bencana terjadi, tetapi mampu melakukan deteksi dini dan pencegahan sejak potensi ancaman mulai muncul. Bupati Bintan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan dan Ketua DPRD Kabupaten Bintan. Hadir pula sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait yang memiliki peran dalam pencegahan, penanganan hingga penanggulangan Karhutla dan kekeringan. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas. Kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah kejadian berlangsung, melainkan harus dipersiapkan sejak dini dengan pembagian peran yang jelas antarpihak. “Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan pencegahan dan memastikan kesiapsiagaan. Jangan sampai ketika kejadian sudah terjadi, kita baru bergerak. Semua pihak harus memahami perannya masing-masing,” ujar Bupati. Ia meminta seluruh unsur terkait meningkatkan pemantauan terhadap wilayah dan titik-titik yang berpotensi mengalami Karhutla. Sistem komunikasi serta pelaporan juga harus diperkuat agar setiap indikasi kejadian dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. Selain kesiapan personel, Bupati turut menekankan pentingnya memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Dengan demikian, apabila terjadi kebakaran lahan maupun kondisi darurat akibat kekeringan, respons di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terukur. Kekeringan Jadi Perhatian Tidak hanya Karhutla, potensi kekeringan juga menjadi perhatian serius dalam rapat tersebut. Berkurangnya ketersediaan air dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan. Karena itu, pemerintah daerah diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan ketersediaan air sekaligus menyiapkan langkah penanganan apabila kondisi tersebut terjadi. Bupati menekankan bahwa penanganan Karhutla dan kekeringan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan aparat, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan. “Kolaborasi menjadi kunci. Kita ingin seluruh potensi yang ada bisa bergerak bersama, sehingga apabila ada indikasi kebakaran atau kekeringan, responsnya dapat dilakukan secepat mungkin,” tambahnya. Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Bintan memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi bencana. Langkah pencegahan, pemantauan, komunikasi hingga respons cepat akan terus diperkuat untuk meminimalkan risiko Karhutla dan dampak kekeringan. Pemkab Bintan juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi kebakaran maupun kondisi kekeringan sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang kuat. Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, pemerintah berharap potensi Karhutla dan kekeringan di wilayah Bintan dapat ditekan, sekaligus memastikan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.

PKK-BPBD Bintan Perkuat Kader, Bangun Keluarga Tangguh Hadapi Bencana

Menurutnya, perjalanan UMKM untuk naik kelas masih menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kualitas dan kemasan produk, pemasaran, digitalisasi, hingga terbatasnya akses terhadap pasar yang lebih luas.

Pemkab Bintan pun terus memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha. Salah satunya melalui program subsidi bunga yang dijalankan bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bintan sejak 2022.

Hingga 2026, program tersebut telah mendapat dukungan APBD sebesar Rp6,05 miliar dan membantu lebih dari 1.000 pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya.

Program subsidi bunga tersebut juga dipastikan berlanjut pada 2027 sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.

Tak berhenti pada pembiayaan, Pemkab Bintan juga memberikan pelatihan dan pendampingan. Upaya tersebut diarahkan agar pelaku UMKM mampu menghasilkan produk yang semakin berkualitas sekaligus memiliki kemampuan mengelola usaha secara profesional, memanfaatkan digitalisasi dan memperluas pemasaran.

Roby menilai kerja sama dengan Kabupaten Klaten menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem tersebut.

Menurutnya, PKS yang ditandatangani bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pintu masuk bagi lahirnya berbagai program konkret yang dapat memberikan dampak langsung kepada pelaku UMKM.

“Kita dapat saling belajar dan saling menguatkan. Kita dapat membuka ruang untuk pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, pengembangan produk, promosi, pemasaran, serta perluasan jejaring kemitraan UMKM,” kata Roby.

Ia berharap kerja sama tersebut mampu membuka pasar baru bagi produk-produk unggulan Bintan. Produk UMKM Bintan diharapkan dapat semakin dikenal dan dipasarkan di Klaten. Sebaliknya, produk UMKM Klaten juga memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di Bintan.

“Setelah penandatanganan ini akan segera ada tindak lanjut dalam bentuk program dan kegiatan konkret, sehingga manfaat kerja sama dapat dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM di Kabupaten Bintan maupun Kabupaten Klaten,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik terjalinnya kemitraan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antardaerah dapat menjadi momentum untuk memperkuat UMKM sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk unggulan.

Kerja sama Bintan dan Klaten diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan antarpemerintah daerah. Lebih jauh, kemitraan ini diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru, memperkuat daya saing produk lokal, serta mendorong UMKM di kedua daerah semakin kuat, mandiri, inovatif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.*(hel)

Komentar

Berita Terkini

Senam Sehat Pegadaian Natuna Siapkan Ratusan Doorprize, Kupon Gratis untuk Nasabah

Senam Sehat Pegadaian Natuna Siapkan Ratusan Doorprize, Kupon Gratis untuk Nasabah

20 menit lalu

Antisipasi Karhutla dan Kekeringan, Bupati Bintan Perintahkan Perkuat Deteksi Dini BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan. Bupati Bintan memimpin langsung Rapat Koordinasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Karhutla serta Kekeringan di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Senin (31/8/2026). Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bintan memastikan seluruh unsur terkait tidak hanya siap bertindak saat bencana terjadi, tetapi mampu melakukan deteksi dini dan pencegahan sejak potensi ancaman mulai muncul. Bupati Bintan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan dan Ketua DPRD Kabupaten Bintan. Hadir pula sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait yang memiliki peran dalam pencegahan, penanganan hingga penanggulangan Karhutla dan kekeringan. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas. Kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah kejadian berlangsung, melainkan harus dipersiapkan sejak dini dengan pembagian peran yang jelas antarpihak. “Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan pencegahan dan memastikan kesiapsiagaan. Jangan sampai ketika kejadian sudah terjadi, kita baru bergerak. Semua pihak harus memahami perannya masing-masing,” ujar Bupati. Ia meminta seluruh unsur terkait meningkatkan pemantauan terhadap wilayah dan titik-titik yang berpotensi mengalami Karhutla. Sistem komunikasi serta pelaporan juga harus diperkuat agar setiap indikasi kejadian dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. Selain kesiapan personel, Bupati turut menekankan pentingnya memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Dengan demikian, apabila terjadi kebakaran lahan maupun kondisi darurat akibat kekeringan, respons di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terukur. Kekeringan Jadi Perhatian Tidak hanya Karhutla, potensi kekeringan juga menjadi perhatian serius dalam rapat tersebut. Berkurangnya ketersediaan air dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan. Karena itu, pemerintah daerah diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan ketersediaan air sekaligus menyiapkan langkah penanganan apabila kondisi tersebut terjadi. Bupati menekankan bahwa penanganan Karhutla dan kekeringan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan aparat, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan. “Kolaborasi menjadi kunci. Kita ingin seluruh potensi yang ada bisa bergerak bersama, sehingga apabila ada indikasi kebakaran atau kekeringan, responsnya dapat dilakukan secepat mungkin,” tambahnya. Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Bintan memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi bencana. Langkah pencegahan, pemantauan, komunikasi hingga respons cepat akan terus diperkuat untuk meminimalkan risiko Karhutla dan dampak kekeringan. Pemkab Bintan juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi kebakaran maupun kondisi kekeringan sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang kuat. Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, pemerintah berharap potensi Karhutla dan kekeringan di wilayah Bintan dapat ditekan, sekaligus memastikan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.

Bintan–Klaten Buka Jalan UMKM Tembus Pasar Baru, Rp6,05 Miliar Subsidi Bunga Sudah Digulirkan

PT Pelabuhan Karimun Tegaskan Pengolahan Parkir Taman Bunga Tetap Berjalan Sesuai Penugasan Pemkab Karimun

Muhammad Firmansyah Buka Turnamen Domino Pordi Cup I 2026, Perebutkan Total Hadiah Rp24 Juta

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In