Karimun _ ranaipos.com : Impian untuk menjadi ahli teknik mesin bagi empat mahasiswa Program Studi Teknologi Mesin di Politeknik Cristo Re di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini hanya tinggal selangkah lagi.
Empat mahasiswa itu, yakni Nikolaus Nurak, Aurelius Airlangga Oris, Emanuel Yosan Sima dan Xaverianus Moa Raning kini tengah menjalani program magang di dua perusahaan perkapalan ternama di Karimun.
Terbang jauh dari Flores ke Karimun untuk menemukan perusahaan yang mampu memberikan ruang bagi mereka untuk melaksanakan magang tentu bukanlah perkara gampang. Apalagi, Karimun merupakan daerah asing bagi empat orang anak muda itu.
Awalnya, terbayang di pelupuk mata, beragam hambatan dan kesulitan bakal merintangi jalan ke empat mahasiswa itu ketika berada di Karimun. Sebab, tak ada saudara, apalagi keluarga di sana. Mereka hanya berangkat dengan semangat baja di dada.
Namun, kesulitan yang mereka bayangkan itu dengan sekejap berubah menjadi jalan kemudahan. Itu setelah anak-anak muda ini bertemu dengan Petrus Pera, Ketua Humas Ormas GRIB Jaya Karimun, Provinsi Kepri. Melalui tangan dingin Pera, semua perkara susah seketika menjadi mudah.
Ketua DPC GRIB Jaya Karimun, Provinsi Kepri, Dian Bangun Sari yang selama ini berkecimpung dalam dunia industri perkapalan di Kepri memanfaatkan jaringan relasinya untuk memfasilitasi ke empat mahasiswa itu melaksanakan program magang di dua perusahaan shipyard, yakni PT Karimun Marine Shipyard (KMS) dan PT Multi Ocean Shipyard (MOS).
“Awalnya, kami mendapat informasi dari Ketua Humas GRIB Jaya Karimun kalau ada 4 mahasiswa asal NTT yang mau magang di Karimun,” ujar Dian Bangun Sari, Sabtu (10/10/2026).
Begitu menerima informasi terkait keberadaan empat mahasiswa itu, Dian (begitu dia biasa disapa) segera menghubungi relasinya di dua perusahaan perkapalan yang berada di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun tersebut.
“Alhamdulillah, saat ini ke empat mahasiswa tersebut sudah menjalani program magang di PT KMS dan PT MOS,” jelas Dian.
Dian menyebut, memberikan kemudahan bagi siapa saja yang membutuhkan merupakan salah satu prinsip yang akan dijalankannya dalam membesarkan Ormas GRIB Jaya di Karimun.
“Kami tak memandang suku, agama, ras maupun golongan. Siapa saja yang butuh pertolongan, selagi kami mampu maka akan kami lakukan. Termasuk memberikan ruang bagi anak-anak muda yang ingin meraih impian dan cita-cita seperti empat mahasiswa asal NTT ini,” katanya.
Kebahagiaan dan rasa syukur nampak terpancar dari air muka Nikolaus Nurak, Aurelius Airlangga Oris, Emanuel Yosan Sima dan Xaverianus Moa Raning.
Mereka yang awalnya membayangkan bakal mendapatkan kesulitan saat menginjakkan kaki di Karimun, tak menyangka malah memperoleh kemudahan untuk melaksanakan program magang di daerah itu.
“Saya bersama teman-teman mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada bapak dan ibu pengurus GRIB karena telah membantu kami dalam melaksanakan magang di Karimun,” ujar Nikolaus Nurak.
Rasa syukur tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa itu saja, bahkan dosen mereka yakni Yohanes Viva Servianus dari Flores sengaja menghubungi GRIB Jaya Karimun hanya sekedar menyampaikan apresiasi dan empati.
“Saya mewakili kampus mengucapkan terima kasih banyak kepada Ormas GRIB karena telah membantu mahasiswa kami untuk melaksanakan magang di Karimun,” kata Yohanes.
Tokoh masyarakat NTT di Karimun, Kanisius Polikarpus juga menyampaikan atensi mendalam kepada Ormas GRIB Jaya karena telah memfasilitasi empat mahasiswa asal NTT untuk menjalani magang di daerah itu.
“Terus terang, saya sangat berterima kasih kepada GRIB Jaya Karimun, Provinsi Kepri karena telah memperjuangkan anak-anak kami untuk dapat melaksanakan magang di perusahaan yang ada di Karimun,” kata Poli.
Poli berharap, rasa peduli dan empati yang dimiliki Ormas GRIB Jaya ini akan senantiasa tumbuh dan berkembang, sehingga memberikan keteduhan dan harapan baru bagi masyarakat Karimun.*(Nal)





Komentar