No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Selasa, 29 September 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Kesempatan Membuka Jalan, Talenta Natuna Membuktikan

Dari ruang belajar menuju dunia kerja, prestasi menjadi jawabannya.

rapi by rapi
29/09/2026 7:10 PM
in Berita, Opini
0
Kesempatan Membuka Jalan, Talenta Natuna Membuktikan
0
SHARES
108
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di Natuna, laut tidak pernah benar-benar diam. Bawah gelombangnya tersimpan sumber daya alam yang selama jutaan tahun menjadi bagian penting dalam cerita energi Indonesia. Kapal-kapal datang dan pergi, anjungan berdiri jauh di tengah laut, sementara nama Natuna berulang kali hadir dalam pembicaraan tentang cadangan migas, produksi, investasi, dan dana bagi hasil.

Kekayaan Natuna sesungguhnya tidak hanya tersimpan ribuan meter di bawah dasar laut, karena kekayaan lain sedang tumbuh di ruang kuliah, laboratorium, tempat praktik, tempat magang, ruang kendali, kilang, terminal bahan bakar, kantor perusahaan energi, dan berbagai fasilitas produksi migas. Kekayaan itu bernama sumber daya manusia.

Putra-putri Natuna merupakan bagian dari kekayaan tersebut.

Pada 17 Juli 2026, sembilan putra-putri Natuna wisuda tanda menyelesaikan pendidikan di PEM Akamigas Cepu. Mereka menempuh program studi yang berkaitan langsung dengan industri energi, yaitu Teknik Produksi Migas, Teknik Pengolahan Migas, Teknik Mesin Kilang, Teknik Instrumentasi Kilang, dan Logistik Minyak dan Gas. Jumlah sembilan orang mungkin terlihat kecil dalam statistik, tetapi capaian mereka memiliki arti besar ketika perjalanan, kesempatan, dan tanggung jawab yang menyertainya dibaca secara utuh.

Baca Juga

Kunjungi Natuna, Danlanud RSA Ikut Menyambut Kedatangan Kapolda Kepri

Camat Siantan Pantau Lima Desa Jelang Penutupan Pendaftaran Pilkades

Sembilan wisudawan tersebut mendapat tempat yang sama dalam catatan kebanggaan daerah, yaitu Chandra Natuna dari Teknik Produksi Migas (jalur beasiswa), Ripal Agus Setiawan dari Teknik Pengolahan Migas (jalur beasiswa), Irza Kurniyanto dari Teknik Mesin Kilang (jalur beasiswa), Muhammad Sultan Amirulhaqsyah dari Teknik Instrumentasi Kilang (jalur mandiri), Falia Shafa Arrayya dari Teknik Produksi Migas (jalur mandiri), Anisa Fadilah dari Teknik Mesin Kilang (jalur beasiswa), Ferdi Jonika dari Teknik Produksi Migas (jalur beasiswa), Tria Ade Irliansyah dari Teknik Instrumentasi Kilang (jalur mandiri), dan Muhammad Rafwal dari Logistik Minyak dan Gas (jalur beasiswa).

Lima dari sembilan lulusan tersebut berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK di atas 3,50, yaitu Chandra Natuna, Ripal Agus Setiawan, Anisa Fadilah, Ferdi Jonika, dan Muhammad Rafwal. Prestasi akademik itu patut dibanggakan, sementara keberhasilan menyelesaikan pendidikan tetap menjadi kebanggaan bersama bagi seluruh lulusan, keluarga, lembaga pendidikan, perusahaan pendukung, dan daerah.

Di balik sembilan nama tersebut terdapat sembilan cerita perjuangan yang berbeda, mulai dari doa orang tua yang tidak pernah putus, pengorbanan biaya dan waktu, hingga rasa rindu yang tidak selalu terlihat. Keberhasilan para lulusan menjadi hadiah bagi ayah dan ibu yang telah mengantar, mendukung, dan mempercayai anak-anaknya untuk melangkah lebih jauh, sehingga setiap nama yang terbaca dalam tulisan ini juga membawa kebanggaan bagi keluarganya.

Capaian tersebut tidak semata-mata berbicara tentang nilai akademik, karena pesan yang lebih penting terletak pada kemampuan anak Natuna untuk berkembang ketika kesempatan diberikan dan tanggung jawab dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Pembicaraan tentang Natuna selama ini sering berpusat pada kekayaan yang berada di bawah laut, padahal masa depan daerah juga ditentukan oleh kualitas manusia yang tumbuh di atasnya. Sumber daya alam dapat menjadi modal pembangunan, sementara sumber daya manusia menentukan seberapa jauh kekayaan itu mampu meninggalkan jejak kesejahteraan.

Migas dapat diangkat dari perut bumi dan nilainya dapat berkurang seiring waktu, sedangkan pengetahuan yang ditanamkan kepada manusia dapat terus berkembang, berpindah, dan menghasilkan manfaat baru. Masa depan daerah pada akhirnya bertumpu pada kemampuan manusianya mengolah kesempatan menjadi kompetensi.

Dari Beasiswa Menuju Kompetensi

Perjalanan putra-putri Natuna tidak berlangsung sendirian, karena terdapat keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, SKK Migas, dan perusahaan yang membuka jalan agar kesempatan belajar dapat dijangkau.

Program pengembangan sumber daya manusia melalui beasiswa memperoleh dukungan dari PT Pertamina bersama Pertamina Foundation, PT Medco Energi, PT Premier Oil Natuna Sea, serta Harbour Energy yang kini menjadi PT Prime Natuna.

Kolaborasi PEM Akamigas, SKK Migas, dan K3S yang melibatkan Medco, Premier, serta Prime Natuna mulai berjalan sejak 2022, sedangkan skema bersama Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation mulai berjalan sejak 2023.

Program CSR seperti ini layak terus dikembangkan karena manfaat terbesarnya tidak terletak pada seremoni, spanduk, atau laporan kegiatan, melainkan pada ilmu, kompetensi, dan kesempatan yang tumbuh di dalam diri penerimanya. Investasi pada manusia memiliki umur manfaat yang lebih panjang daripada satu periode program.

Seorang penerima beasiswa mungkin baru memperlihatkan dampak program beberapa tahun kemudian ketika ia menyelesaikan pendidikan, memasuki dunia kerja, dan mulai memberi manfaat bagi keluarganya. Keberhasilan satu orang dapat menghadirkan teladan bagi adik-adiknya, inspirasi bagi lingkungannya, tenaga terampil bagi daerah, dan sumber daya manusia yang memahami teknologi sekaligus karakter wilayah tempat industri beroperasi.

Investasi pendidikan seperti itu tidak berhenti pada satu tahun anggaran, karena manfaatnya dapat berkembang sepanjang perjalanan hidup penerimanya.

Dari sembilan lulusan Natuna tersebut, enam orang menempuh pendidikan melalui jalur beasiswa dan tiga orang melalui jalur mandiri.

Pilihan program studi mereka juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan industri energi, mulai dari produksi migas, pengolahan migas, mesin kilang, instrumentasi dan kelistrikan, hingga logistik minyak dan gas. Keseluruhan bidang tersebut membentuk bagian yang saling melengkapi dalam rantai industri energi.

Sebagian lulusan dapat berkembang pada kegiatan hulu, sebagian dapat bekerja pada fasilitas pengolahan, sebagian dapat menjaga keandalan mesin dan instrumen, sementara sebagian lainnya dapat memastikan material dan produk bergerak melalui rantai pasok secara tepat. Perbedaan bidang tersebut justru memperluas ruang kontribusi talenta Natuna.

Pendidikan yang mereka tempuh sedang mempersiapkan mereka untuk tidak hanya menyaksikan industri dari luar, melainkan memahami prosesnya, memenuhi standarnya, dan berkompetisi secara profesional di dalamnya.

Ketika Ijazah Mulai Bertemu Dunia Kerja

Pendidikan tidak berakhir ketika toga dilepaskan, karena kelulusan justru membuka tahap berikutnya berupa pembuktian kompetensi di dunia kerja. Data yang tersedia menunjukkan bahwa sebagian alumni telah mulai memasuki tahapan tersebut.

Sedikitnya empat alumni PEM Akamigas asal Natuna telah memperoleh pekerjaan atau kesempatan berkarier di sektor migas, masing-masing tercatat di Elnusa Petrofin, Halliburton, BPH Migas, dan Schlumberger.

Empat orang mungkin belum menjadi angka besar dalam statistik nasional, tetapi keberadaan mereka membawa pesan penting bagi sebuah kabupaten kepulauan di batas utara Indonesia. Alamat tempat lahir tidak membatasi ruang untuk bermimpi, sedangkan jarak geografis tidak harus berubah menjadi jarak kompetensi ketika pendidikan dan kesempatan tersedia.

Program magang juga membuka ruang pembelajaran yang nyata. Sebanyak tujuh lulusan PEM Akamigas dan satu alumni Universitas Pertamina, atau total delapan orang, memperoleh kesempatan magang di PT Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), dengan empat orang ditempatkan di Fuel Terminal Natuna dan empat orang di Fuel Terminal Kabil, Batam.

Kesempatan magang memiliki nilai penting bagi lulusan baru karena pengalaman tersebut menjembatani teori dan praktik. Peserta tidak hanya belajar tentang peralatan dan proses kerja, tetapi juga belajar disiplin, keselamatan, prosedur, koordinasi, tanggung jawab, pengelolaan waktu, komunikasi, dan konsekuensi dari setiap keputusan.

Pengalaman industri semacam itu tidak seluruhnya dapat diperoleh dari buku, sehingga keberlanjutan program magang akan menjadi bagian penting dalam regenerasi talenta Natuna. Program yang konsisten juga memberi ruang bagi perusahaan untuk mengenali talenta potensial sejak dini.

Rangkaian pengembangan talenta perlu dijaga sebagai satu jalur yang utuh, mulai dari beasiswa menuju pendidikan, pendidikan menuju magang, magang menuju pengalaman, pengalaman menuju kompetisi kerja, dan pekerjaan menuju lahirnya kelas profesional baru dari Natuna.

Apresiasi khusus patut diberikan kepada Human Capital PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang telah membuka ruang magang bagi talenta Natuna. Kesempatan tersebut memberi pengalaman riil, membentuk disiplin industri, memperkenalkan budaya keselamatan, dan menguji kesiapan lulusan sebelum mereka memasuki dunia kerja secara penuh.

Keberlanjutan program magang dari tahun ke tahun perlu terus dijaga dan, apabila memungkinkan, diperluas kapasitasnya. Tujuannya bukan menjanjikan pekerjaan tanpa proses seleksi, melainkan memberi lebih banyak anak Natuna kesempatan belajar di lingkungan industri yang nyata sekaligus membiasakan mereka dengan tuntutan integritas, kompetensi, ketahanan, dan kemauan untuk terus berkembang.

Terima Kasih kepada Mereka yang Membuka Jalan

Keberhasilan para talenta Natuna lahir dari kerja bersama banyak pihak, termasuk orang tua yang berkorban, mahasiswa yang bertahan dalam proses belajar, dosen yang membimbing, lembaga pendidikan yang menyediakan ruang, perusahaan yang memberi dukungan, pemerintah yang mengawal, dan industri yang membuka kesempatan magang.

Apresiasi layak diberikan kepada PT Pertamina dan Pertamina Foundation, PT Medco Energi, PT Premier Oil Natuna Sea, serta PT Prime Natuna atas kontribusi melalui program beasiswa dan pengembangan sumber daya manusia bagi putra-putri Natuna.

SKK Migas dan PEM Akamigas Cepu juga memegang peran penting dalam membangun hubungan antara kebutuhan industri dan peningkatan kompetensi generasi muda daerah.

Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation turut membuka jalur pengembangan pendidikan bagi anak-anak Natuna sejak 2023, sehingga pilihan pengembangan talenta daerah semakin beragam.

Pemerintah Kabupaten Natuna layak memperoleh apresiasi atas peran proaktifnya dalam menginisiasi dan mengawal agar program beasiswa tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berkembang menjadi program yang berkelanjutan. Peran pemerintah daerah menjadi penting karena pemerintah dapat menghubungkan anak daerah, lembaga pendidikan, SKK Migas, perusahaan, dan dunia kerja dalam satu ekosistem pengembangan talenta.

Pengawalan program perlu terus diperkuat melalui seleksi yang transparan, pemilihan bidang studi yang relevan dengan kebutuhan masa depan, pemantauan prestasi penerima beasiswa, serta komunikasi yang terjaga antara Pemerintah Kabupaten Natuna, SKK Migas, K3S, perguruan tinggi, perusahaan pemberi beasiswa, keluarga, dan mahasiswa.

Perusahaan yang selama ini membuka jalan diharapkan terus menanam investasi pada manusia, karena satu nama penerima beasiswa dapat tumbuh menjadi seorang insinyur, teknisi, ahli instrumentasi, pengelola logistik, pemimpin operasi, atau profesional energi yang kelak membawa pengetahuan kembali kepada daerahnya. Keberlanjutan program akan mengubah keberhasilan perorangan menjadi kekuatan satu generasi.

Peran Pemerintah Kabupaten Natuna juga semakin strategis setelah mahasiswa menerima beasiswa. Pemerintah dapat membantu memastikan para penerima tidak berjalan sendiri melalui pemantauan, motivasi, akses magang, sertifikasi, jejaring profesi, dan informasi kebutuhan tenaga kerja, sehingga beasiswa berkembang dari bantuan biaya pendidikan menjadi investasi talenta daerah.

Generasi Natuna Berikutnya Sedang Menunggu Giliran

Generasi berikutnya merupakan halaman lanjutan dari cerita yang sedang ditulis hari ini. Program yang dijaga secara konsisten dapat membuat jumlah penerima manfaat terus bertambah dari tahun ke tahun, sehingga capaian sembilan lulusan hari ini dapat berkembang menjadi puluhan bahkan ratusan talenta pada masa mendatang.

Natuna membutuhkan lebih dari sekadar program beasiswa, karena daerah juga memerlukan talent pipeline yang memetakan anak-anak Natuna pada berbagai bidang seperti teknik migas, mesin, instrumentasi, kelistrikan, geologi, keselamatan, logistik, teknologi informasi, keuangan energi, lingkungan, dan bidang pendukung lainnya.

Pemetaan tersebut perlu diikuti dengan pembinaan, sertifikasi, penguatan kemampuan bahasa Inggris dan digital, akses magang, pengenalan budaya kerja, serta kedekatan dengan kebutuhan industri, sehingga talenta Natuna memperoleh kesempatan berkompetisi secara adil dan siap ketika peluang kerja terbuka.

Pengembangan talenta tidak berarti meminta perusahaan menerima anak Natuna tanpa standar, melainkan menyiapkan mereka agar mampu memenuhi standar tersebut. Keberpihakan yang sehat memberi pendidikan, pengalaman, akses, dan kesempatan yang cukup agar anak daerah dapat berdiri dengan kompetensinya sendiri ketika proses seleksi berlangsung.

Para talenta Natuna yang sedang menempuh pendidikan maupun yang baru memasuki dunia kerja perlu menjawab kesempatan dengan prestasi terbaik. Beasiswa merupakan amanah untuk belajar lebih sungguh-sungguh, sedangkan magang merupakan ruang untuk membuktikan kesiapan, sehingga nilai akademik, keterampilan, kemampuan bahasa Inggris, kompetensi digital, budaya keselamatan, dan sikap profesional perlu dibangun sejak masa studi.

Penerima kesempatan perlu menjaga semangat belajar setelah beasiswa diterima, setelah wisuda berlangsung, dan setelah program magang selesai, karena dunia industri menghargai orang yang disiplin, jujur, adaptif, mampu bekerja dalam tim, dan sanggup menunjukkan hasil. Talenta Natuna perlu menempatkan target yang lebih tinggi, yaitu lulus dengan prestasi, berkembang menjadi profesional yang diperhitungkan, dan pada waktunya menciptakan kesempatan bagi generasi berikutnya.

Setiap keberhasilan seorang anak Natuna dapat memperbesar kepercayaan terhadap generasi sesudahnya. Prestasi akademik yang baik membuat investasi pendidikan semakin meyakinkan, disiplin selama magang memperkuat kepercayaan industri, dan sikap profesional membuka pintu lebih lebar bagi adik-adik berikutnya, sehingga prestasi pribadi juga membawa nama keluarga, almamater, dan Natuna.

Migas Bisa Habis, Pengetahuan Akan Tinggal

Produksi sebuah sumur dapat menurun, lapangan migas dapat memasuki masa mature, cadangan dapat berkurang, dan fasilitas dapat berhenti beroperasi karena migas merupakan sumber daya yang tidak terbarukan.

Manusia yang memperoleh pendidikan tidak ikut habis ketika sumur berhenti berproduksi, karena ilmu dapat berpindah, pengalaman dapat bertambah, dan kompetensi dapat digunakan dalam berbagai ruang kerja. Seorang lulusan dapat menjadi profesional, pemimpin, pengusaha, mentor, atau kembali ke kampung halaman untuk membimbing generasi sesudahnya.

Perbedaan utama antara mengeksploitasi sumber daya alam dan membangun sumber daya manusia terletak pada arah manfaatnya, karena sumber daya alam berkurang ketika diambil, sedangkan pengetahuan dapat berkembang ketika digunakan dan dibagikan.

Warisan era migas bagi Natuna seharusnya tidak hanya berupa jalan, gedung, angka Dana Bagi Hasil, atau infrastruktur, tetapi juga manusia Natuna yang terdidik, kompeten, berintegritas, dan mampu mengambil peran dalam perubahan ekonomi setelah sumber daya alam berkurang.

Generasi Natuna perlu dipersiapkan agar suatu hari tidak hanya melihat anjungan dari kejauhan, tetapi juga mampu merancang, mengoperasikan, merawat, mengelola logistik, mengawasi produksi, dan mengambil keputusan di dalam industri dengan standar profesional.

Kekayaan terbesar sebuah daerah pada akhirnya tidak hanya terletak pada apa yang terkubur di dalam bumi atau tersimpan di bawah laut, karena manusia yang tumbuh di atasnya menentukan seberapa jauh kekayaan tersebut dapat diubah menjadi kemajuan.

Sembilan lulusan Natuna dari PEM Akamigas Cepu memberikan pesan yang sederhana dan kuat, yaitu kesempatan yang dibuka dengan baik dapat dijawab oleh anak Natuna melalui kerja keras, kompetensi, dan prestasi.

Pertanyaan tentang kemampuan anak Natuna untuk bersaing mulai memperoleh jawabannya melalui lima lulusan yang meraih predikat cumlaude, alumni yang telah memasuki industri migas, dan delapan orang yang memperoleh kesempatan magang. Tantangan berikutnya terletak pada seberapa luas dan berkelanjutan kesempatan dapat dibuka bagi generasi berikutnya.

Pertanyaan yang perlu terus dijaga dalam setiap kebijakan pengembangan sumber daya manusia adalah: sudah seberapa besar kesempatan yang kita buka, dan seberapa siap talenta Natuna mengubah kesempatan itu menjadi kompetensi serta dampak nyata?

Laut Natuna menyimpan energi, sementara sekolah, kampus, keluarga, dan ruang-ruang pembelajaran menyimpan energi lain yang lebih panjang umur, yaitu talenta. Talenta akan tumbuh ketika kesempatan tersedia, pembinaan berlangsung, dan penerimanya bersedia bekerja keras untuk menguasai setiap proses belajar.

Tugas bersama sekarang adalah menjaga agar kesempatan tersebut terus hidup. Perusahaan dapat membuka ruang, pemerintah daerah dapat mengawal, SKK Migas dan K3S dapat memperkuat kolaborasi, perguruan tinggi dapat menjaga mutu, orang tua dapat memberi doa dan dorongan, sementara para talenta Natuna dapat menjawab seluruh kepercayaan itu dengan prestasi yang semakin tinggi.

Kebanggaan atas perjalanan ini juga menjadi milik para orang tua, keluarga, dan guru yang telah mengiringi anak-anak Natuna sejak awal. Setiap langkah menuju ruang kuliah, tempat magang, dan dunia kerja lahir dari keberanian keluarga untuk mempercayai masa depan, sehingga keberhasilan angkatan ini diharapkan menumbuhkan keberanian keluarga lain untuk mendukung putra-putrinya bermimpi lebih tinggi.

Mata rantai yang dijaga bersama akan membuat Natuna pada masa mendatang tidak hanya dikenal karena sumber daya migas di lautnya, tetapi juga karena generasi mudanya yang cerdas, terampil, berintegritas, dan siap mengambil bagian dalam industri energi serta berbagai bidang pembangunan lainnya.

Cerita tentang talenta Natuna tentu tidak berhenti pada PEM Akamigas dan Universitas Pertamina, karena putra-putri Natuna juga belajar, berjuang, dan menyiapkan diri di berbagai perguruan tinggi serta disiplin ilmu lainnya. Seluruh talenta tersebut memiliki kedudukan yang sama penting dalam masa depan daerah, sehingga tulisan ini menempatkan PEM Akamigas dan Universitas Pertamina sebagai bagian dari contoh nyata tentang bagaimana kesempatan dapat berkembang menjadi prestasi, bukan sebagai satu-satunya ruang tumbuh bagi talenta Natuna.

Seluruh talenta Natuna yang sedang menempuh pendidikan perlu memanfaatkan setiap kesempatan selama studi untuk benar-benar menguasai ilmu, keterampilan, bahasa, teknologi, disiplin, etika kerja, dan pengalaman lapangan. Beasiswa, magang, organisasi, laboratorium, sertifikasi, penelitian, maupun kesempatan belajar di luar kelas perlu diperlakukan sebagai bekal memasuki dunia kerja, sehingga kelulusan tidak berhenti pada ijazah, tetapi berubah menjadi daya saing, membuka pintu kerja, memberi dampak bagi keluarga, dan ikut mengangkat nama Natuna.

Talenta Natuna tumbuh di banyak kampus, banyak bidang, dan banyak jalan, sementara kesungguhan belajar, kemampuan menguasai kesempatan, dan kemauan memberi dampak menjadi nilai yang menyatukan semuanya.

Laut Natuna menyimpan energi, anak negerinya menumbuhkan kompetensi, kesempatan yang dijaga melahirkan prestasi, talenta yang siap bekerja akan mengangkat marwah negeri.***

 

Penulis : Dr. Syahidun, M.M. (Praktisi Talent Management Downstream Migas & Dosen PEM Akamigas)

Komentar

Berita Terkini

RUPSLB BRK Syariah Sepakati Calon Pengurus, Roby Dorong Bank Daerah Makin Berdaya untuk Masyarakat

RUPSLB BRK Syariah Sepakati Calon Pengurus, Roby Dorong Bank Daerah Makin Berdaya untuk Masyarakat

32 detik lalu

Kunjungi Natuna, Danlanud RSA Ikut Menyambut Kedatangan Kapolda Kepri

Camat Siantan Pantau Lima Desa Jelang Penutupan Pendaftaran Pilkades

Kesempatan Membuka Jalan, Talenta Natuna Membuktikan

Aneng Realisasikan Program Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis bagi Siswa SD-SMP

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In