Natuna _ ranaipos.com : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna memasuki tahap krusial dalam proses transformasi kelembagaan menuju Institut Agama Islam Natuna melalui kegiatan Asesmen Lapangan Perubahan Bentuk yang dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026 di Aula STAI Natuna. 
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka penilaian kelayakan perubahan bentuk STAI Natuna menjadi institut, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas pendidikan tinggi Islam di wilayah Kabupaten Natuna.
Tim penilai yang hadir langsung ke Natuna dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Riska Puspita Sari dan Andi Subiyanto, S.H. Sementara itu, penilai utama, Direktur Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A, juga turut mengikuti jalannya asesmen melalui teleconference.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Abdi Umat Natuna, Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, M.A., Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., serta seluruh jajaran pengelola, dosen, staf STAI Natuna, serta unsur Pemerintah Daerah diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupatrn Natuna, Kepala Kantor Kementrian Agama Natuna serta tokoh masyarakat Natuna.
Dalam sambutannya secara virtual, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak STAI Natuna, sekaligus menyampaikan harapan terhadap kesiapan institusi dalam memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditentukan. 
“Terima kasih banyak atas penyambutannya dan mohon maaf karena belum bisa hadir langsung. Diharapkan semua sudah memenuhi syaratnya,” ujarnya.
Lanjutnya, pelaksanaan asesmen lapangan tersebut bertujuan untuk melakukan verifikasi secara langsung terhadap berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga kesiapan akademik dalam mendukung perubahan bentuk menjadi Institut Agama Islam Natuna.
Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses tersebut merupakan langkah besar yang telah dipersiapkan secara matang oleh seluruh civitas akademika, dengan dukungan penuh dari yayasan serta berbagai pihak terkait.
“Melalui asesmen ini, diharapkan STAI Natuna dapat memenuhi seluruh standar yang ditetapkan, sehingga proses alih bentuk menjadi Institut Agama Islam Natuna dapat segera terwujud secara resmi di masa mendatang,” ujarnya.
Tuturnya, transformasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan status kelembagaan, tetapi juga memperluas peran STAI Natuna dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.*(rapi)





Komentar