Anambas_ ranaipos.com Wakil Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hino Faisal, melakukan kunjungan ke RSUD Palmatak untuk melihat langsung kondisi pasien yang dirawat akibat dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (16/4/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian DPRD terhadap masyarakat, khususnya para pelajar yang menjadi korban dalam insiden yang sempat menghebohkan warga setempat.
Dalam kunjungan itu, Hino berdialog dengan tenaga medis, pihak rumah sakit, serta keluarga pasien guna mengetahui perkembangan kondisi korban yang masih menjalani perawatan.

Dalam sambungan konfirmasi wartawan Jumat (17/4),, Hino menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia meminta agar seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal hingga benar-benar pulih.
“Kami datang untuk memastikan para korban mendapatkan pelayanan terbaik. Selain itu, kejadian ini harus menjadi perhatian serius semua pihak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyediaan makanan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi respons cepat tenaga medis RSUD Palmatak beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan korban.
“Saya mengapresiasi dokter, perawat, tenaga kesehatan, pihak rumah sakit, serta semua unsur yang bergerak cepat menangani korban. Dedikasi mereka patut diapresiasi karena telah bekerja maksimal di tengah situasi darurat,” kata Hino.
Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah. Namun, jika dalam pelaksanaannya justru menimbulkan persoalan kesehatan, maka perlu dilakukan pengawasan ketat, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga penyajian makanan.
Ia juga mendesak dinas terkait segera melakukan investigasi guna mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Hasilnya, lanjut dia, harus disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Sementara itu, pihak RSUD Palmatak terus melakukan penanganan terhadap pasien yang mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan MBG. Kondisi sebagian pasien dilaporkan mulai membaik, meski masih dalam pengawasan tim medis.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, mengingat program MBG merupakan salah satu program yang menyasar para pelajar di daerah tersebut.*(Heri).





Komentar