No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 29 Januari 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Anambas
  • Seputar Kepri
    • All
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Tanjungpinang
    Bupati Bintan Dukung Kampung Donor Darah, Gerakan Kemanusiaan Tumbuh dari Desa

    Bupati Bintan Dukung Kampung Donor Darah, Gerakan Kemanusiaan Tumbuh dari Desa

    PT TIMAH Tbk Dukung Pembangunan Pagar TPU, Tingkatkan Sarana Prasarana Warga Desa Gemuruh

    PT TIMAH Tbk Dukung Pembangunan Pagar TPU, Tingkatkan Sarana Prasarana Warga Desa Gemuruh

    Hafizha dan BAZNAS Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Dhuafa dan Balita Stunting di Tanjung Uban Timur

    Hafizha dan BAZNAS Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Dhuafa dan Balita Stunting di Tanjung Uban Timur

  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Anambas
  • Seputar Kepri
    • All
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Tanjungpinang
    Bupati Bintan Dukung Kampung Donor Darah, Gerakan Kemanusiaan Tumbuh dari Desa

    Bupati Bintan Dukung Kampung Donor Darah, Gerakan Kemanusiaan Tumbuh dari Desa

    PT TIMAH Tbk Dukung Pembangunan Pagar TPU, Tingkatkan Sarana Prasarana Warga Desa Gemuruh

    PT TIMAH Tbk Dukung Pembangunan Pagar TPU, Tingkatkan Sarana Prasarana Warga Desa Gemuruh

    Hafizha dan BAZNAS Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Dhuafa dan Balita Stunting di Tanjung Uban Timur

    Hafizha dan BAZNAS Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Dhuafa dan Balita Stunting di Tanjung Uban Timur

  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Kemenangan Zohran Mamdani dan Pelajaran bagi Politik Multikultural di Indonesia

Oleh : Dr. H. Amirudin, MPA (Dosen Sosiologi Pendidikan dan Pemerhati Politik Multikultural)

rapi by rapi
06/11/2025 3:55 AM
in Opini
0
Zohran Kwame Mamdani, seorang Muslim muda keturunan India–Uganda, terpilih sebagai Wali Kota New York City, (fhoto_dok_net)

Zohran Kwame Mamdani, seorang Muslim muda keturunan India–Uganda, terpilih sebagai Wali Kota New York City, (fhoto_dok_net)

0
SHARES
81
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KETIKA Zohran Kwame Mamdani, seorang Muslim muda keturunan India–Uganda, terpilih sebagai Wali Kota New York City, dunia menyaksikan babak baru dalam sejarah politik global. Bukan hanya karena ia menjadi Muslim pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat, tetapi karena kemenangannya mencerminkan pergeseran kesadaran politik masyarakat urban: dari politik identitas menuju politik nilai dan kemanusiaan.

Dr. H. Amirudin, MPA (Pengamat Sosial dan Pemerhati Perbatasan)
Dr. H. Amirudin, MPA (Pengamat Sosial dan Pemerhati Perbatasan)

Di tengah meningkatnya Islamofobia dan ketegangan Israel–Palestina, kemenangan Mamdani terasa paradoksal. Bagaimana mungkin seorang Muslim yang vokal mendukung Palestina justru menang di kota dengan populasi Yahudi terbesar di dunia di luar Israel? Jawabannya bukan terletak pada keajaiban politik, melainkan pada transformasi sosial yang tengah berlangsung di jantung demokrasi Amerika.

1. Politik Nilai di Tengah Polarisasi

Mamdani memenangkan hati warga bukan karena agamanya, melainkan karena kejujuran moral dan keberpihakannya kepada rakyat kecil.

Baca Juga

Ketika Video Membantah Negara: Catatan atas Penembakan Agen ICE di Minneapolis, AS

Sesat Pikir Pilkada Lewat DPRD dalam Konteks Sistem Presidensial

Sebagai aktivis perumahan di Queens, ia berbicara tentang krisis hunian, kemiskinan, dan kesenjangan ekonomi — bukan dengan retorika ideologis, tetapi dengan empati dan pengalaman nyata.

Ketika banyak politisi sibuk membangun citra, Mamdani turun langsung ke jalan, berbicara dengan penyewa rumah, buruh migran, dan warga imigran yang terpinggirkan. Ia mengingatkan publik bahwa keadilan sosial bukan milik satu agama, melainkan amanah kemanusiaan.

2. Palestina sebagai Cermin Nurani

Dukungan Mamdani terhadap rakyat Palestina bukanlah sikap politik sektarian. Ia menolak penjajahan dan kekerasan sebagai bentuk pelanggaran terhadap martabat manusia.

Sikap moral inilah yang justru menyentuh hati banyak warga muda Yahudi progresif di New York, yang kini juga mengkritik keras kebijakan militer Israel.

Mamdani mengajarkan cara mendukung Palestina tanpa membenci Yahudi, dan menolak penindasan tanpa menolak kemanusiaan. Inilah politik moral baru yang melampaui sekat agama dan ideologi.

Dalam konteks global, narasi semacam ini sangat kuat: ia bukan berbicara sebagai Muslim yang menentang Yahudi, tetapi sebagai manusia yang membela kemanusiaan.

3. Gelombang Progresif dan Pergantian Generasi

Kemenangan Mamdani juga menandai kebangkitan generasi muda progresif Amerika.

Mereka menolak politik lama yang elitis dan pragmatis, serta menuntut transparansi, kesetaraan, dan keberlanjutan.

Sebagai bagian dari Democratic Socialists of America (DSA), Mamdani bersekutu dengan tokoh-tokoh seperti Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) dan Bernie Sanders, yang memperjuangkan green economy, universal healthcare, dan reformasi sistemik.

Generasi muda New York — multikultural, melek media, dan kritis — menjadi basis utama kemenangannya. Mereka tidak memilih berdasarkan ras atau agama, melainkan berdasarkan visi sosial dan integritas personal.

4. Pelajaran untuk Indonesia

Kisah Zohran Mamdani memberikan cermin bagi Indonesia, negeri dengan pluralitas yang bahkan lebih kompleks.

Dalam beberapa tahun terakhir, politik kita kerap tersandera oleh polarisasi identitas: Islam–non-Islam, Jawa–non-Jawa, pribumi–non-pribumi. Padahal, Indonesia dibangun di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika, di mana perbedaan seharusnya menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan.

Dari Mamdani, kita belajar tiga hal penting :

1. Keberanian moral lebih kuat dari simbol agama.

Menyuarakan kebenaran dengan ketulusan lebih efektif daripada memainkan identitas untuk kepentingan politik.

2. Solidaritas lintas identitas adalah kunci masa depan demokrasi.
Politik harus membangun jembatan, bukan tembok.

3. Generasi muda harus diberi ruang.
Mereka membawa energi moral baru, bebas dari kepentingan lama, dan berani menawarkan ide-ide segar tentang keadilan dan kemanusiaan.

5. Penutup: Dari New York ke Nusantara

Kemenangan Zohran Mamdani adalah simbol perubahan arah peradaban politik: dari perebutan kekuasaan menuju perjuangan nilai.

Ia mengingatkan kita bahwa dalam dunia yang penuh kebisingan dan manipulasi, kejujuran, keberanian, dan empati masih menjadi mata uang paling berharga.

Bagi Indonesia, kisah ini bukan sekadar berita internasional, tetapi inspirasi untuk menumbuhkan politik berbasis etika, bukan etnis; nilai, bukan label.

Jika seorang Muslim keturunan imigran bisa memimpin New York dengan visi keadilan dan kasih sayang, maka bangsa ini pun bisa melahirkan pemimpin yang serupa — dari Aceh hingga Natuna, dari pesantren hingga istana.***

Komentar

Berita Terkini

49 menit lalu

Isi Materi di Rakerda Kanwil BPN Provinsi Papua Barat, Biro Humas dan Protokol Imbau Jajaran Optimalkan Implementasi PESO dan Pengaduan Masyarakat

Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan dan Tata Ruang, Wamen Ossy Paparkan Potensi Penggunaan AI

Bupati Bintan Dukung Kampung Donor Darah, Gerakan Kemanusiaan Tumbuh dari Desa

Lanal Tarempa Asah Kemampuan Tempur Prajurit lewat Latihan Menembak

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Tentang Ranai Pos
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In