No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Senin, 3 Agustus 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Purbaya Bisa Buat Apa?

Oleh : Dr. Amirudin _ Dosen Sosiologi STAI Natuna, Peneliti Nasionalisme dan Ketahanan Sosial Perbatasan

rapi by rapi
03/11/2025 11:35 AM
in Opini
0
Purbaya Yudi Sadewa (sebelum menjabat Menteri Keuangan) saat di berboncengan dengan Camat Bunguran Barat, Bukhori, saat berkunjung ke Sedanau Kecamatan Bunguran Barat Ksbupsten Natuna Provinsi Kepri beberapa tahun lalu

Purbaya Yudi Sadewa (sebelum menjabat Menteri Keuangan) saat di berboncengan dengan Camat Bunguran Barat, Bukhori, saat berkunjung ke Sedanau Kecamatan Bunguran Barat Ksbupsten Natuna Provinsi Kepri beberapa tahun lalu

0
SHARES
305
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika Purbaya Yudhi Sadewa berbicara, banyak orang percaya ia adalah salah satu ekonom paling rasional dan jernih di republik ini. Gagasannya lugas, bahasanya sederhana, dan optimismenya menular. Dalam sejumlah forum publik, ia menegaskan bahwa Indonesia masih punya peluang besar untuk keluar dari jebakan pertumbuhan rendah—asal kebijakan fiskal dan industri dijalankan dengan disiplin serta visi jangka panjang.

Dr. Amirudin _ Dosen Sosiologi STAI Natuna, Peneliti Nasionalisme dan Ketahanan Sosial Perbatasan
Dr. Amirudin _ Dosen Sosiologi STAI Natuna, Peneliti Nasionalisme dan Ketahanan Sosial Perbatasan

Namun pertanyaannya, Purbaya bisa buat apa?

Optimisme Purbaya memang menenangkan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Tetapi di balik keyakinan itu, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sistem ekonomi Indonesia kini ibarat mesin tua yang terus dipaksa melaju di tanjakan curam. Ia boleh saja memegang kendali di salah satu sektor strategis, tetapi struktur ekonomi Indonesia sudah lama terjebak dalam tiga penyakit kronis: ketergantungan, ketimpangan, dan korupsi sistemik.

Ketergantungan Struktural

Baca Juga

Ketika MBG Tak Boleh Menggunakan Dana Pendidikan oleh MK

20% untuk Makan, 0% untuk Guru? Ironi Konstitusi Pendidikan yang Sedang Dipertaruhkan

Indonesia tampak tumbuh, tetapi tumbuhnya bergantung pada modal asing, bahan baku impor, dan ekspor komoditas mentah. Setiap kali rupiah melemah, industri domestik bergetar. Setiap kali harga global naik, kita berpesta; ketika turun, kita terpuruk.

Purbaya bisa memperbaiki tata kelola BUMN, menata fiskal, atau memperkuat sektor keuangan. Namun langkah itu hanya mempercantik atap rumah yang fondasinya retak. Tanpa keberanian politik untuk memutus ketergantungan pada ekonomi ekstraktif dan membangun industri bernilai tambah tinggi, seluruh rencana strategis akan berakhir sebagai dokumen indah di meja rapat.

Ketimpangan yang Membatu

Kesenjangan sosial tetap menjadi borok lama yang sulit sembuh. Satu persen kelompok atas menguasai hampir separuh kekayaan nasional. Angka kemiskinan memang menurun, tetapi ketimpangan kesempatan tak kunjung membaik.

Purbaya bisa mendorong efisiensi fiskal atau menjaga stabilitas makro, tetapi itu tak menyentuh akar masalah: pembangunan kita tidak adil sejak dalam konsep.
Pulau Jawa masih menjadi pusat segalanya—industri, pendidikan, modal, dan infrastruktur—sementara wilayah perbatasan, pedalaman, dan pesisir hanya menjadi catatan kaki dalam narasi pertumbuhan nasional.

Selama logika pembangunan masih berpusat pada kepentingan urban, wacana pemerataan hanya akan menjadi retorika moral yang tidak berdaya.

Korupsi Sistemik

Ekonomi tak mungkin sehat bila politik tetap kotor. Bagaimana kebijakan ekonomi bisa rasional bila banyak keputusan diambil bukan berdasarkan kepentingan publik, melainkan transaksi kekuasaan?

Purbaya mungkin profesional dan idealis. Namun sistem di sekelilingnya telah lama terinfeksi patronase dan konflik kepentingan. Ia mungkin ingin mempercepat reformasi ekonomi, tetapi sering kali terhambat oleh meja birokrasi yang lebih tunduk pada tekanan politik ketimbang kalkulasi rasional. Dalam kondisi seperti ini, bahkan niat baik pun sering kalah oleh struktur yang korup.

Antara Keberanian dan Kenyataan

Bukan berarti Purbaya tak perlu mencoba. Indonesia tetap butuh teknokrat rasional di tengah kebisingan populisme ekonomi. Tetapi berharap satu orang—betapapun cerdas dan tulusnya—mampu membenahi ekonomi nasional adalah ilusi. Sistem yang rusak tak bisa diperbaiki hanya dengan moral personal.

Kita memerlukan lebih dari sekadar reformasi ekonomi. Kita membutuhkan revolusi tata kelola, yakni perombakan menyeluruh terhadap birokrasi, transparansi anggaran, dan hubungan politik-bisnis. Reformasi tanpa keberanian memutus rantai rente hanya akan melahirkan wajah lama dalam bungkus baru.

Harapan yang Realistis

Purbaya bisa berbuat banyak, tetapi tidak segalanya. Ia bisa menyehatkan neraca BUMN, memperbaiki tata kelola fiskal, atau menekan defisit anggaran. Namun selama politik masih menjadi pasar kekuasaan, hukum bisa dinegosiasikan, dan masyarakat lebih sibuk menunggu bantuan ketimbang membangun daya sendiri, ekonomi Indonesia akan tetap pincang—bukan karena kurangnya ahli, tetapi karena terlalu banyak kepentingan.

Pertanyaan “Purbaya bisa buat apa?” sesungguhnya menggugah kesadaran kolektif kita : bahwa perubahan ekonomi tidak mungkin lahir dari satu figur, seberapa pun hebatnya, tanpa dukungan sistem yang bersih dan masyarakat yang sadar haknya.

Purbaya bisa menjadi penggerak, tetapi tidak akan berhasil sendirian. Ia butuh negara yang jujur, birokrasi yang sederhana, dan warga negara yang berdaya.

Tanpa itu semua, optimisme ekonomi akan tetap tinggal di atas kertas—seperti banyak rencana besar yang kita dengar, tetapi jarang kita rasakan.***

Komentar

Berita Terkini

Ketua Pusat Kajian Ilmu Hukum/PKIH Karimun, Dr. Edwar Kelvin, S.H., M.H., saat wawancara di ruang kerjanya.

Survei Prabowo Turun, PKIH: Jangan Terjebak Euforia Angka, Keberhasilan Pemerintah Tidak Diukur dari Approval Rating Semata

5 jam lalu

KUA–PPAS APBD 2027 Harus Jadi Titik Balik: PKIH Karimun Desak Putus Rantai Tunda Bayarl

Guru PAI SMP Natuna Perkuat Kompetensi AI dalam Pembelajaran

Satgas TMMD Ke-129 Wujudkan Akses Air Bersih Melalui Pembangunan Sumur Bor di Tiga Titik Desa Lancang Kuning

MCK TMMD Ke-129 Jadi Langkah Nyata Tingkatkan Sanitasi dan Kualitas Hidup Warga Desa Busung

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In