No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Jumat, 15 Mei 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Bupati Anambas Aneng di dampingi sekretaris Daerah Sahtiar,SH.MM dan Katua TP-PKK Kabupaten Anambas ny. Sinta Aneng saat resmikan puskesmas Tarempa

    Resmikan Gedung Puskesmas Tarempa, Bupati Aneng Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan

    Ketua Komisi II DPRD Anambas Ayub saat di ruang kerja ( F: Istimewa)

    Ketua Komisi II DPRD Anambas akan Panggil Pihak terkait, Tanggapi Keluhan Nelayan di Pelabuhan Letung

    Camat Jemaja Mudahir, SP pimpin rapat persiapan MeBDay Pemkab Anambas

    Camat Jemaja Matangkan Persiapan MeBDay, Siap Digelar 5 April di Letung

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Bupati Anambas Aneng di dampingi sekretaris Daerah Sahtiar,SH.MM dan Katua TP-PKK Kabupaten Anambas ny. Sinta Aneng saat resmikan puskesmas Tarempa

    Resmikan Gedung Puskesmas Tarempa, Bupati Aneng Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan

    Ketua Komisi II DPRD Anambas Ayub saat di ruang kerja ( F: Istimewa)

    Ketua Komisi II DPRD Anambas akan Panggil Pihak terkait, Tanggapi Keluhan Nelayan di Pelabuhan Letung

    Camat Jemaja Mudahir, SP pimpin rapat persiapan MeBDay Pemkab Anambas

    Camat Jemaja Matangkan Persiapan MeBDay, Siap Digelar 5 April di Letung

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Trump dan Dunia yang Kehilangan Kesabaran : Catatan tentang Kepemimpinan, Kemarahan Massa, dan Masa Depan Peradaban

Oleh: Dr. H. Amirudin, MPA

Ranai Pos by Ranai Pos
15/05/2026 6:18 AM
in Berita, Opini
0
Photo : Animasi AI redaksi ranaipos.com

Photo : Animasi AI redaksi ranaipos.com

0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di panggung politik modern, barangkali tak ada tokoh yang lebih berhasil menjadikan politik sebagai pertunjukan selain Donald Trump. Ia bukan sekadar presiden. Ia adalah gejala zaman: zaman ketika kemarahan massa menjadi komoditas, ketika slogan lebih penting daripada argumentasi, dan ketika dunia dipimpin oleh logika rating.

Orang-orang dahulu membayangkan pemimpin dunia lahir dari perpustakaan, medan perang, atau ruang diplomasi. Trump datang dari studio televisi.

Ia tidak berbicara seperti negarawan klasik. Ia berbicara seperti orang yang sedang bertengkar di meja makan keluarga. Kalimatnya pendek. Kasar. Kadang seperti improvisasi tanpa rem. Tetapi justru di situlah kekuatannya: ia berbicara dengan bahasa yang tidak disaring.

Di abad ketika publik muak pada elite, Trump hadir sebagai anti-elite yang kaya raya. Sebuah paradoks yang diterima dengan penuh gairah.

Baca Juga

STAI Natuna dan UIN Suska Riau Teken Kerja Sama Penjaminan Mutu

Imigrasi Karimun Edukasi Warga Desa Pangke Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Ia memukul meja diplomasi internasional dengan cara seorang pengusaha memukul meja negosiasi properti. Dunia baginya bukan komunitas moral, melainkan arena transaksi. Kawan adalah mereka yang menguntungkan. Lawan adalah mereka yang membuat neraca perdagangan merah.

Di tangan Trump, politik luar negeri Amerika berubah nada. Aliansi tidak lagi dianggap suci. NATO dipersoalkan. China ditantang. Imigran dijadikan ancaman utama. Bahkan perang dagang diperlakukan seperti pertandingan tinju.

Dan dunia pun berubah ikut tegang.

Kepemimpinan Trump lahir dari sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar konservatisme Amerika. Ia muncul dari ketakutan.

Ketakutan kelas pekerja kulit putih yang merasa ditinggalkan globalisasi. Ketakutan masyarakat kecil yang melihat pabrik-pabrik pindah ke Asia. Ketakutan terhadap perubahan demografi. Ketakutan bahwa “Amerika lama” sedang menghilang.

Trump memahami satu hal yang sering gagal dipahami kaum liberal: manusia tidak hidup dari data statistik saja. Manusia hidup dari rasa cemas, rasa kehilangan, dan nostalgia.

Karena itu slogan “Make America Great Again” bekerja bukan sebagai program ekonomi, tetapi sebagai mantra psikologis. Ia menjanjikan masa lalu yang dianggap lebih aman.

Padahal sejarah jarang berjalan mundur.

Tetapi dunia modern memang sedang bergerak ke arah yang aneh. Demokrasi berubah menjadi teater emosi. Media sosial mengubah kemarahan menjadi energi politik. Algoritma memberi hadiah kepada provokasi.

Trump mengerti mekanisme itu lebih cepat daripada banyak politisi lain.

Ia menyerang wartawan, dan media membalasnya dengan liputan tanpa henti. Ia membuat kontroversi, dan kontroversi itu justru memperbesar pengaruhnya. Dalam ekonomi perhatian, Trump adalah maestro.

Mungkin itu sebabnya banyak orang membencinya, tetapi tidak mampu mengabaikannya.

Namun ada sesuatu yang lebih besar daripada Trump sendiri: dunia yang melahirkannya.

Kemunculan Trump bukan kecelakaan tunggal Amerika. Ia memiliki saudara ideologis di banyak tempat: nasionalisme sempit, populisme keras, kecurigaan terhadap globalisasi, dan kerinduan pada pemimpin kuat.

Di berbagai negara, publik mulai lelah pada demokrasi yang lamban. Mereka ingin pemimpin yang memukul meja. Yang tidak banyak teori. Yang tampak “tegas.”

Tetapi sejarah juga menunjukkan: dunia sering memasuki masa berbahaya ketika ketegasan kehilangan rem moral.

Abad ke-20 pernah menyaksikan bagaimana massa yang frustrasi menyerahkan harapan kepada figur-figur populis. Sebagian membawa kebangkitan. Sebagian lain membawa bencana.

Maka pertanyaan tentang Trump sesungguhnya bukan pertanyaan tentang satu orang. Pertanyaan itu adalah: ke mana arah peradaban modern bergerak?

Apakah dunia akan menuju nasionalisme ekonomi yang saling mencurigai? Apakah demokrasi akan berubah menjadi kompetisi kemarahan? Ataukah manusia akhirnya sadar bahwa bumi terlalu saling terhubung untuk dipimpin hanya dengan slogan kemenangan sepihak?

Trump mungkin akan pergi suatu hari. Semua pemimpin akhirnya pergi. Tetapi gaya politik yang ia lahirkan tampaknya akan tinggal lama: politik yang lebih mengandalkan emosi daripada refleksi; lebih percaya pada identitas daripada argumentasi; lebih menyukai kemenangan cepat daripada percakapan panjang.

Dan barangkali di situlah kegelisahan terbesar zaman ini.

Bahwa dunia kini makin gaduh, tetapi makin sedikit mendengar.***

Komentar

Berita Terkini

Penandatangan perjanjian kerja sama antara STAI Natuna, Dr H Umar Natuna M.Pd.I dengan Lembaga Penjamin Mutu UIN Suska Riau, Zarkasih, S.Ag., M.Ag., Ph.D

STAI Natuna dan UIN Suska Riau Teken Kerja Sama Penjaminan Mutu

1 jam lalu

Imigrasi Karimun Edukasi Warga Desa Pangke Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Trump dan Dunia yang Kehilangan Kesabaran : Catatan tentang Kepemimpinan, Kemarahan Massa, dan Masa Depan Peradaban

Bupati Cup III 2026 Tak Sekadar Turnamen, Ribuan Penonton Bikin UMKM Lokal Kebanjiran Rezeki

Milad ke-24, PKS Natuna Gelar Aksi Sosial di Pantai Piwang

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In