No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Senin, 6 Juli 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Bupati Anambas Aneng di dampingi sekretaris Daerah Sahtiar,SH.MM dan Katua TP-PKK Kabupaten Anambas ny. Sinta Aneng saat resmikan puskesmas Tarempa

    Resmikan Gedung Puskesmas Tarempa, Bupati Aneng Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Bupati Anambas Aneng di dampingi sekretaris Daerah Sahtiar,SH.MM dan Katua TP-PKK Kabupaten Anambas ny. Sinta Aneng saat resmikan puskesmas Tarempa

    Resmikan Gedung Puskesmas Tarempa, Bupati Aneng Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

PIALA DUNIA, WAJAH KITA

Oleh : Amirudin Putra Natuna

Ranai Pos by Ranai Pos
06/07/2026 10:37 AM
in Opini
0
Potp : Animasi AI redaksi_ranaipos.com

Potp : Animasi AI redaksi_ranaipos.com

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ada sebuah bola. Bundar. Ia tak mengenal ideologi. Tak berpihak pada agama. Tak bertanya warna kulit. Ia hanya bergulir.

Tapi manusia, ketika mengejarnya, membawa semuanya.

Piala Dunia selalu tampak sebagai pertandingan sebelas melawan sebelas. Padahal, yang berlari sesungguhnya adalah sejarah. Ada kolonialisme yang belum selesai. Ada harga diri bangsa yang pernah diinjak. Ada mimpi anak-anak dari gang sempit yang percaya rumput hijau bisa menghapus batas paspor.

Dan jutaan orang, yang bahkan tak mengenal aturan offside, mendadak menjadi ahli strategi.

Baca Juga

Kantin Sekolah sebagai Dapur MBG: Beberapa Kelemahannya

AI Harus Menjadi Tangga, Bukan Kursi Roda Pikiran

Mengapa?

Mungkin karena sepak bola adalah satu-satunya panggung tempat kita masih percaya bahwa keajaiban boleh terjadi. Tim kecil mengalahkan raksasa. Penjaga gawang menjadi pahlawan. Sebuah tendangan pada menit terakhir dapat mengubah nasib jutaan orang yang tak pernah menyentuh bola itu.

Di situlah kita bercermin.

Selama sembilan puluh menit, dunia seperti menyusut. Presiden, buruh, profesor, sopir taksi, pedagang gorengan—semuanya menatap layar yang sama. Perbedaan kelas seolah berhenti sejenak.

Lalu peluit akhir berbunyi.

Kita kembali menjadi diri kita.

Yang menang merayakan kemenangan seakan itu miliknya sendiri. Yang kalah mencari kambing hitam. Wasit dianggap konspirator. Pelatih dituduh bodoh. Seorang pemain, yang semalam dielu-elukan, pagi harinya dihujat tanpa ampun.

Betapa cepat cinta berubah menjadi kemarahan.

Bukankah begitu juga wajah masyarakat kita?

Piala Dunia bukan sekadar sepak bola. Ia adalah teater identitas. Orang memakai bendera negara yang bahkan belum pernah ia kunjungi. Menyanyikan lagu kebangsaan yang tak ia hafal. Menangis untuk negeri yang bukan tanah kelahirannya.

Aneh?

Tidak juga.

Barangkali manusia memang selalu membutuhkan sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

Karena hidup terlalu sunyi jika hanya diisi oleh “aku”.

Ironisnya, di tengah gegap gempita stadion yang bernilai miliaran dolar, masih ada kampung-kampung yang anak-anaknya bermain tanpa sepatu. Mereka menjadikan dua sandal sebagai tiang gawang. Rumput tak ada. Bola pun kadang hanya gulungan plastik.

Namun dari tempat-tempat semacam itulah harapan sering lahir.

Peradaban, rupanya, tidak selalu tumbuh dari kemewahan.

Piala Dunia juga memperlihatkan hal lain: betapa manusia menyukai simbol. Trofi emas itu hanyalah logam yang dibentuk sedemikian rupa. Nilai materialnya tak seberapa dibandingkan makna yang disematkan kepadanya.

Kita memang makhluk yang hidup dari makna.

Karena itu kita rela begadang. Rela berteriak. Rela menangis.

Padahal besok pagi pekerjaan tetap menunggu.

Dan Indonesia?

Kita selalu menonton dari kejauhan. Bersorak untuk negara lain. Berdebat tentang pemain asing. Menghafal statistik tim yang tak pernah mewakili kita.

Namun mungkin justru di situlah pelajarannya.

Sepak bola bukan hanya soal lolos ke Piala Dunia. Ia juga soal bagaimana membangun disiplin, kepercayaan, kesabaran, dan keberanian menerima kekalahan. Sesuatu yang sering lebih sulit daripada mencetak gol.

Negara yang besar bukan hanya negara yang pandai merayakan kemenangan. Ia juga tahu bagaimana belajar dari kekalahan.

Mungkin, pada akhirnya, Piala Dunia bukan sedang menunjukkan siapa yang paling hebat memainkan bola.

Ia sedang memperlihatkan siapa kita.

Cara kita mencintai. Cara kita membenci. Cara kita memaafkan. Cara kita berharap.

Dan ketika peluit terakhir berbunyi, stadion menjadi sunyi, lampu-lampu dipadamkan, yang tersisa bukan skor di papan pertandingan.

Yang tersisa adalah wajah kita sendiri.

Sebab setiap Piala Dunia, sesungguhnya, bukan hanya tentang sepak bola.

Ia adalah cermin yang diam-diam memantulkan manusia.***

Komentar

Berita Terkini

Apel Pagi Kejari Karimun, Kasi Intelijen Herlambang Adhi Nugroho: Jadikan 6 Bulan Ke Belakang Sebagai Bahan Evaluasi

Apel Pagi Kejari Karimun, Kasi Intelijen Herlambang Adhi Nugroho: Jadikan 6 Bulan Ke Belakang Sebagai Bahan Evaluasi

47 detik lalu

PIALA DUNIA, WAJAH KITA

Kantin Sekolah sebagai Dapur MBG: Beberapa Kelemahannya

Lanal Ranai Dukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, KRI Beladau Antar Tim BI ke Wilayah 3T Natuna

Hadiri Pembukaan Bazar MTQ XII Kepri, Sinta Aneng Dorong Produk UMKM Anambas Makin Dikenal

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In