Karimun _ ranaipos.com : Senin pagi (5/10/2026) itu, lapangan SMAN 4 Karimun tampak berbeda. Barisan seragam putih abu-abu berdiri tegak menyambut hangatnya matahari pagi. Namun, di balik rutinitas upacara mingguan yang biasa, ada magnet kuat yang membuat ratusan pasang mata tertuju ke atas podium.
Sosok itu adalah Kukuh Arjunanto, Ketua Tim Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat (TOKPD) Bandar Udara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun, yang hadir berdiri tegap mewakili kepala bandara. Di balik seragam formal dan tanggung jawab besarnya mengawal lalu lintas udara, tersimpan sebuah kisah masa kecil yang jauh dari kata istimewa.
Lahir dari keluarga sederhana, Kukuh kecil menyimpan sebuah obsesi yang kerap dianggap angin lalu oleh sebagian orang yakni dunia dirgantara. Tanpa jalur istimewa atau jalan tol kemudahan, kecintaannya pada langit membawanya menempuh lorong-lorong berliku, diuji oleh kerja keras, hingga akhirnya ia berhasil berdiri di posisinya saat ini, memastikan burung-burung besi mendarat dan terbang dengan aman di tanah Karimun.
Hari itu, di hadapan ratusan remaja yang tengah mencari bentuk masa depan, Kukuh tidak sedang menceritakan teori teknis penerbangan. Ia membuka ruang batin, mengajak para siswa bertukar cerita tentang mimpi.
“Ketika saat ini kalian sudah mengenakan seragam putih abu-abu, secara tidak langsung arah tujuan kalian harus tergambarkan dari sekarang. Jangan takut untuk memiliki mimpi yang tinggi. Tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini,” ucapnya dengan suara lantang namun menyejukkan.
Ia tahu, bayang-bayang kegagalan sering kali menjadi hantu terbesar bagi anak muda. Karena itu, Kukuh membagikan filosofi hidup yang langsung menohok kesadaran para pelajar, bahwa gagal karena mencoba adalah sebuah proses pendewasaan, tetapi menyerah sebelum berjuang adalah kematian bagi sebuah mimpi.
“Jangan takut akan kegagalan, tapi takutlah ketika kalian tidak pernah mencoba mengejar mimpi kalian. Dengan mencoba kalian punya dua kesempatan, berhasil atau gagal. Namun ketika kalian menyerah tanpa mencoba, hanya ada satu kepastian, yaitu kegagalan,” tegasnya penuh penekanan.
Suasana lapangan mendadak hening. Angin pagi seolah bergeming saat Kukuh mulai menyentuh sisi paling rapuh sekaligus paling suci dalam hidup seorang anak yaitu orang tua. Dengan intonasi yang sarat makna, ia membalikkan definisi ‘patah hati’ yang akrab di telinga remaja seusia mereka.
“Ingat, patah hati terbesar dalam hidup bukan karena ditinggal atau diacuhkan kekasih hati kalian, namun ketika kalian menyia-nyiakan kesempatan untuk membahagiakan dan memberikan kebanggaan kepada orang tua,” pesannya, yang langsung mencuri perhatian para siswa.
Kalimat itu meluncur tajam, menciptakan keheningan reflektif di antara barisan siswa SMAN 4 Karimun. Pesan sederhana yang sarat ketulusan itu seolah menjadi pengingat abadi, bahwa di atas semua ambisi mengejar cita-cita setinggi langit, ada dua sosok di rumah yang sedang menunggu dan mendoakan kebanggaan terbesar dari anak-anak yang kini berdiri tegap berseragam putih abu-abu.
Tidak hanya berbagi motivasi personal, kehadiran Bandara RHA melalui program Goes to School ini juga membawa kabar gembira bagi masyarakat Karimun. Kukuh mengumumkan agenda besar yang akan segera digelar untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Karimun ke-27.
Bandara RHA akan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, stakeholders terkait, serta rekan-rekan media lokal untuk menggelar Karimun Weekend Market pada tanggal 9, 10, dan 11 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, kawasan bandara tidak hanya berfungsi sebagai gerbang transportasi udara, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang publik yang merangkul ekonomi kreatif dan kebersamaan masyarakat. Kukuh secara khusus mengajak seluruh warga SMAN 4 Karimun untuk turut ambil bagian menyemarakkan acara tersebut.
“Tidak menutup kemungkinan, melalui OSIS SMAN 4 Karimun, kegiatan positif serupa di masa mendatang juga bisa kita kolaborasikan dan laksanakan langsung di lingkungan sekolah,” pungkas Kukuh, menutup amanat upacara dengan senyum optimis yang disambut antusias oleh para siswa dan dewan guru.
Melalui langkah nyata di SMAN 4 Karimun hari itu, Bandara RHA membuktikan bahwa dunia penerbangan tidak hanya tentang pesawat yang terbang tinggi, tetapi juga tentang bagaimana mengantar generasi muda Karimun terbang menembus batas mimpi mereka.*(Nal)





Komentar