Bintan – ranaipos.com : Komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan akuntabel kian nyata. Bupati Bintan, Roby Kurniawan, bersama Sekretaris Daerah Ronny Kartika, memaparkan langsung kesiapan implementasi Manajemen Talenta ASN di hadapan jajaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI di Jakarta, Rabu (22/04).
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Di hadapan para pejabat BKN, Roby menegaskan bahwa Manajemen Talenta merupakan fondasi penting dalam mentransformasi wajah birokrasi Bintan ke arah yang lebih modern dan berdaya saing.
“Ini bukan hanya soal sistem, tapi perubahan paradigma. Kami ingin memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensi—the right person in the right place,” tegasnya.
Dalam paparannya, Roby mengurai peta jalan (roadmap) transformasi SDM Bintan yang terstruktur dan terintegrasi. Mulai dari proses identifikasi talenta unggul, pengembangan kompetensi berkelanjutan, hingga sistem penempatan jabatan berbasis kinerja nyata. Seluruhnya diramu dalam lima pilar utama arsitektur Manajemen Talenta ASN di lingkungan Pemkab Bintan.
Data terkini menunjukkan, jumlah PNS di Bintan mencapai 1.355 orang, tersebar pada berbagai jenjang jabatan, mulai dari Jabatan Tinggi Pratama hingga pelaksana. Dengan sistem manajemen talenta, seluruh potensi tersebut diharapkan dapat dipetakan secara presisi, sekaligus diarahkan untuk mendukung visi pembangunan daerah.
Roby juga menekankan, penerapan aplikasi manajemen talenta bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, melainkan langkah strategis untuk membangun ekosistem birokrasi yang kuat, transparan, dan berorientasi pada hasil.
“Transformasi ini adalah kunci. Kami ingin menghadirkan pemerintahan yang adaptif dengan sistem yang kokoh dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kehadiran rombongan Pemkab Bintan disambut jajaran pimpinan BKN, di antaranya Herman, Rahman Hadi, Samsul Hidayat, Rury Citra Diani, serta Purjiyanta.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara Pemkab Bintan dan BKN dalam mengembangkan manajemen talenta ASN yang berkelanjutan.
Dengan langkah ini, Bintan menunjukkan keseriusannya menjadi daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga unggul dalam tata kelola aparatur—sebuah fondasi penting menuju pemerintahan yang bersih, efektif, dan dipercaya publik.*(helmi)





Komentar