BINTAN – ranaipos.com : Persaingan memperebutkan kursi kepala desa di Kabupaten Bintan mulai memasuki tahapan penting. Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengingatkan seluruh calon kepala desa agar mengedepankan sportivitas, menjunjung tinggi aturan, serta tidak menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan.
Pesan tegas tersebut disampaikan Roby saat membuka Deklarasi Damai dan Pembacaan Pakta Integritas Pilkades Serentak Kabupaten Bintan Tahun 2026, Jumat (30/10), di Aula Bandar Seri Bentan.
Deklarasi ini bukan sekadar seremoni menjelang pemungutan suara. Lebih dari itu, menjadi ikrar bersama seluruh calon kepala desa dan penyelenggara untuk memastikan pesta demokrasi di tingkat desa berlangsung aman, tertib, jujur, adil, dan bermartabat.
Pilkades serentak kali ini menjadi pelaksanaan pertama di Kabupaten Bintan dengan melibatkan 13 desa untuk pemilihan kepala desa definitif dan satu desa untuk Pemilihan Antar Waktu (PAW). Seluruhnya tersebar di tujuh kecamatan dan dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026.
Dalam sambutannya, Roby menegaskan bahwa Pilkades merupakan wujud nyata pelaksanaan kedaulatan rakyat di tingkat desa. Karena itu, seluruh tahapan harus berjalan sesuai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil).
Ia meminta para calon kepala desa tidak menjadikan persaingan politik sebagai alasan untuk menciptakan perpecahan di tengah masyarakat. Perbedaan pilihan, menurutnya, harus tetap disikapi dengan kedewasaan dan saling menghormati.
“Deklarasi damai ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan wujud komitmen nyata dari para calon kepala desa dan panitia pemilihan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Keberhasilan Pilkades sangat ditentukan oleh kerja sama, koordinasi, dan kepatuhan semua pihak terhadap aturan yang berlaku,” tegas Roby.
Bupati juga mengingatkan para calon agar memanfaatkan masa kampanye dengan baik dan tertib. Penyampaian visi, misi, serta program kerja hendaknya dilakukan secara realistis dan tidak disertai tindakan yang dapat memicu konflik maupun mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurutnya, kompetisi dalam Pilkades merupakan hal yang wajar. Namun, menjaga persaudaraan dan persatuan masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kemenangan.
Dengan demikian, siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat harus mampu menerima dan menghormati hasil pemilihan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), pimpinan DPRD, para camat, kepala desa dan Plt. kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), panitia pemilihan tingkat desa, serta seluruh calon kepala desa peserta Pilkades Serentak 2026.
Melalui deklarasi ini, Pemkab Bintan berharap seluruh tahapan Pilkades berjalan lancar tanpa gangguan keamanan maupun konflik antarpihak. Sebab, demokrasi yang sehat bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi bagaimana seluruh proses berlangsung dengan jujur, damai, dan tetap menjaga persatuan masyarakat desa.*(hel)





Komentar