NATUNA _ ranaipos.com: Pemerintah Kabupaten Natuna mulai mempersiapkan sejumlah agenda ke depan melalui gerakan penghijauan dan penataan lingkungan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan gotong royong penanaman bunga bougenville atau bunga kertas di sepanjang Jalan Batu Sisir, Ranai Kabupatrn Natuna, Jumat (30/10/2026) pagi. 
Sebelum melakukan penanaman, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Boy Wijanarko Varianto, terlebih dahulu meninjau lokasi serta bibit bunga yang akan ditanam.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap keindahan dan kebersihan lingkungan. Ia menyebutkan, penanaman bunga akan diawali dari kawasan Jalan Simpang Lima dan selanjutnya dikembangkan ke lokasi lainnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pemerintah daerah dalam menyambut berbagai agenda pada 2028, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan kerja sama Mal Pelayanan Publik (MPP).
Bupati menjelaskan, pengadaan bunga dan tanaman dalam kegiatan tersebut merupakan hasil sumbangsih sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), kepala badan, para asisten, serta pihak-pihak lainnya.
“Kita harapkan setelah ini akan semakin banyak kegiatan seperti ini. Kita juga akan mempersiapkan agenda 2028, salah satunya melalui kerja sama MPP” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga kelestarian alam, meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, serta tidak membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, persiapan menyambut berbagai agenda daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan masyarakat. Terlebih, ke depan Natuna akan menerima kunjungan kontingen dan tamu dari luar daerah.
Karena itu, masyarakat diharapkan turut membantu menjaga kebersihan dan menata lingkungan kota agar Natuna terlihat lebih bersih, asri, dan nyaman bagi para pengunjung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung kenaikan harga bunga dan plastik yang terjadi akibat terbatasnya pasokan di pasaran. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi biaya pengadaan tanaman untuk kegiatan penghijauan.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah tempat pembibitan (nursery), harga bunga bahkan mencapai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per tanaman.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mendorong gerakan penghijauan sebagai upaya mempercantik wajah kota sekaligus membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan gotong royong tersebut, Pemkab Natuna berharap penataan kawasan perkotaan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.*(rapi).





Komentar