BINTAN — ranaipos.com : Ancaman bencana di wilayah kepulauan tidak mengenal batas. Menyadari kondisi geografis Kabupaten Bintan yang dikelilingi laut dan pulau-pulau kecil, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi berbasis keluarga.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Toapaya, Kamis (27/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TP PKK Kabupaten Bintan dan BPBD Kabupaten Bintan.
Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani, mengatakan karakteristik wilayah Bintan memiliki sejumlah potensi kerawanan bencana, mulai dari abrasi pantai, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, hingga gangguan transportasi antarpulau.
“Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan seluruh lapisan masyarakat. Dan keluarga adalah unit terkecil yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi risiko bencana. Dari sini, kita harus mempersiapkan segala antisipasi maupun penanganan yang kita bisa,” ujar Hafizha.
Menurutnya, kesiapsiagaan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar penanganan risiko bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Dalam hal ini, PKK dinilai memiliki posisi strategis karena memiliki jaringan hingga tingkat RT/RW, dusun, maupun rumah tangga. Kader PKK dapat menjadi penghubung dalam menyampaikan informasi, memberikan edukasi, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana.
“Sementara BPBD berperan memberikan pembekalan teknis kebencanaan, pendampingan, serta dukungan sumber daya. Kegiatan sosialisasi hari ini adalah wujud konkret dari sinergi kita semua,” jelasnya.
Hafizha juga memberikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Bintan atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai kader PKK, khususnya kaum ibu, memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga sehari-hari.
“Kami meyakini ibu-ibu dan kader PKK memiliki peran yang sangat strategis, karena merekalah yang paling dekat dengan keluarga. Mulai dari mendidik anak-anak, mengelola rumah tangga, hingga menjadi penggerak utama dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi kepada lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Melalui sosialisasi tersebut, terdapat tiga sasaran utama yang ingin dicapai. Pertama, peserta diharapkan memahami berbagai jenis ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah masing-masing.
Kedua, peserta diharapkan mengetahui langkah-langkah kesiapsiagaan di tingkat keluarga, seperti menyiapkan tas siaga bencana, mengenali jalur evakuasi, serta menentukan titik kumpul keluarga.
Ketiga, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kami mengajak seluruh kader PKK dan ibu-ibu peserta untuk mengikuti sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, dan tidak segan berdiskusi dengan narasumber,” ajaknya.
Hafizha berharap sinergi TP PKK dan BPBD Bintan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi terus dikembangkan melalui berbagai program kebencanaan lainnya.
Dengan penguatan kapasitas kader dan edukasi yang dimulai dari keluarga, ia optimistis budaya sadar bencana dapat tumbuh secara luas di tengah masyarakat.
“Semoga kerja sama antara PKK dan BPBD ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan pada program-program kebencanaan lainnya di masa mendatang, demi terwujudnya masyarakat Bintan yang tangguh bencana,” pungkasnya.{hel)





Komentar