Bintan – ranaipos.com : Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Halaman Kantor Desa Sebong Lagoi, Sabtu (25/07), saat sebanyak 34 orang Atok dan Nenek mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia Kasih Ibu Angkatan II Tahun Pelajaran 2026. Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bintan, Elyza Riani.
Dengan kelulusan angkatan kedua ini, Sekolah Lansia Kasih Ibu telah berhasil meluluskan 94 lansia, setelah pada tahun sebelumnya mewisuda 60 peserta. Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan dalam mewujudkan program Bintan Bergerak Ramah Lansia, yang terus menghadirkan ruang belajar, berkegiatan, dan bersosialisasi bagi para warga lanjut usia.
Kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta wisuda yang dengan penuh semangat mengenakan atribut kelulusan. Tak sedikit di antara mereka yang mengaku baru pertama kali merasakan suasana wisuda sepanjang hidupnya.
Dalam sambutannya, Ronny Kartika mengaku bangga melihat semangat para lansia yang tetap aktif belajar dan mengembangkan diri di usia senja.
“Selamat kepada seluruh Atok dan Nenek yang hari ini diwisuda. Kami bangga sekaligus bahagia melihat semangat Atok dan Nenek yang begitu antusias mengikuti pendidikan di Sekolah Lansia. Seluruh kegiatan yang diberikan sangat positif, ditambah lagi menjadi ajang mempererat silaturahmi sesama lansia,” ujar Ronny.
Ia berharap program Sekolah Lansia dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa maupun kelurahan di Kabupaten Bintan sehingga semakin banyak lansia yang memperoleh manfaat, baik dari sisi kesehatan, pengetahuan, maupun kebahagiaan sosial.
Selama tiga bulan pembelajaran dengan 12 kali pertemuan, para peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Mulai dari pembinaan keagamaan, keterampilan, edukasi kesehatan, aktivitas fisik, hingga kegiatan rekreasi yang mendorong para lansia tetap aktif, sehat, dan produktif.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Bintan Peduli Lansia, yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memberikan ruang bagi para lansia untuk terus belajar, berkarya, serta membangun hubungan sosial yang positif.
Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi wisuda disaksikan langsung oleh anak, cucu, dan keluarga para peserta. Tepuk tangan, senyum bangga, hingga air mata haru mewarnai setiap rangkaian acara. Bagi sebagian Atok dan Nenek, mengenakan toga dan menerima tanda kelulusan merupakan mimpi yang akhirnya terwujud setelah puluhan tahun.
Kehangatan keluarga yang hadir menjadi penutup indah dalam prosesi wisuda tersebut, sekaligus menegaskan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Di Kabupaten Bintan, para lansia tidak hanya menjadi penerima perhatian, tetapi juga inspirasi bahwa belajar, berkarya, dan berbagi semangat hidup dapat terus dilakukan sepanjang hayat.*(hel)





Komentar