Natuna _ ranaipos.com : Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Natuna kembali menggelar Talkshow Strategis Pendidikan dan Keumatan dalam rangka Refleksi Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Selasa (23/6/2026) pagi, di Aula STAI Natuna, Kompleks Masjid Agung Natuna.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai tokoh, akademisi, serta pemangku kepentingan yang membahas arah pengembangan pendidikan Islam dan kehidupan keumatan di Kabupaten Natuna.
Dalam sambutan pembuka, Ketua ICMI Orda Natuna, Dr. H. Umar Natuna, menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum pergantian kalender Hijriah, tetapi juga saat yang tepat untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap kondisi umat Islam saat ini.
Menurutnya, esensi Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai momentum memperkuat komitmen dan loyalitas terhadap ajaran Islam dalam seluruh aspek kehidupan.
“Refleksi Tahun Baru Islam bukan sekadar seremonial, tetapi bagaimana kita kembali menguatkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Ia menilai masih terdapat berbagai persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya adanya kecenderungan diskriminasi terhadap pelaksanaan nilai-nilai dan rukun Islam di tengah kehidupan masyarakat.

Selain itu, Umar juga menyoroti adanya kesenjangan antara nilai-nilai yang diajarkan di bangku sekolah maupun perguruan tinggi dengan realitas yang berkembang di tengah masyarakat.
“Nilai-nilai yang diajarkan di dunia pendidikan terkadang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang berjalan di tengah masyarakat. Hal ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan dan pembinaan umat,” katanya.
Di bidang hukum, ia juga menyinggung masih adanya anggapan bahwa syariat Islam dipandang sebagai sesuatu yang menimbulkan kekhawatiran atau tidak dianggap penting dalam kehidupan berbangsa.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai memikirkan arah pembangunan dan pengembangan Islam di Kabupaten Natuna ke depan.
“Sudah saatnya kita berpikir bersama, Natuna ini arah pengembangan Islamnya mau kita bawa ke mana. Ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen umat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, H. Subadi, S.Ag., M.Si, dalam arahannya menjelaskan bahwa Kementerian Agama memiliki dua fokus utama dalam pelaksanaan tugasnya, yakni urusan keagamaan dan pendidikan keagamaan.
Menurutnya, kedua bidang tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang religius sekaligus berkarakter.
Subadi juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama saat ini terus melaksanakan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk implementasi regulasi yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Nomor 1172 tahun 2024 sebagai pedoman dalam pengembangan pendidikan keagamaan.
“Kebijakan yang telah ditetapkan tersebut menjadi acuan dalam memperkuat kualitas pendidikan keagamaan sekaligus pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat,” jelasnya.
Hingga berita ini di naikan, takshsow yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Natuna kembali masih terus berjalan untuk membahas dan melahirkan berbagai gagasan strategis yang dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat pendidikan Islam serta membangun kehidupan keumatan yang lebih maju, moderat, dan berdaya saing di Kabupaten Natuna.*(rapi).





Komentar