Bintan – ranaipos.com : Bupati Bintan, Roby Kurniawan, memimpin langsung rapat perkembangan pendataan ulang bangunan masyarakat yang berada di atas lahan milik TNI Angkatan Laut di kawasan Tanjung Uban, Rabu (13/05). Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya penyelesaian persoalan lahan yang telah berlangsung puluhan tahun di wilayah tersebut.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Penanganan Sengketa Lahan antara TNI dan masyarakat di Wilayah Tanjung Uban yang sebelumnya digelar bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia pada awal April lalu. Pertemuan turut dihadiri perwakilan TNI AL, unsur Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat hingga pihak terkait lainnya.
Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Bintan, Roby telah menerbitkan Keputusan Bupati Bintan Nomor 1070/XII/2025 tentang Pembentukan Tim Pendataan Ulang Bangunan Masyarakat Tanjung Uban di atas Tanah TNI Angkatan Laut di Kecamatan Bintan Utara.
Berdasarkan hasil sementara inventarisasi yang dilakukan sepanjang April 2026, tercatat sebanyak 475 Kepala Keluarga (KK) dan bangunan di Kelurahan Tanjung Uban Kota telah didata. Proses inventarisasi masih terus berjalan dan diperluas hingga wilayah Tanjung Uban Selatan.
“Dari rapat tadi kita membahas perkembangan hasil inventarisasi data KK dan bangunan masyarakat. Ini merupakan tindak lanjut Rakor di Kemenko Polkam, dan kita diberikan waktu dua bulan untuk menyelesaikan seluruh pendataan,” ujar Roby.
Pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tim internal Pemerintah Daerah, TNI AL, pihak Kecamatan dan Kelurahan, hingga masyarakat secara langsung. Tak hanya rumah warga, tim juga mendata berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti rumah ibadah, sekolah hingga kantor pemerintahan yang berada di kawasan tersebut.
Menurut Roby, proses pendataan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk menemukan solusi atas persoalan yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
“Persoalan ini sudah berlangsung lebih dari 30 tahun. Sekarang perlahan mulai terlihat titik terang untuk kita selesaikan satu per satu. Prinsip utama kita tetap mengedepankan solusi terbaik bagi semua pihak,” tegasnya.
Roby juga menekankan pentingnya pendekatan humanis selama proses pendataan berlangsung. Ia meminta seluruh tim tetap mengedepankan komunikasi yang baik dengan masyarakat demi menjaga stabilitas sosial dan menciptakan suasana yang kondusif.
“Selain menghormati aset negara, yang tidak kalah penting adalah menjaga ketenangan dan stabilitas masyarakat. Pendekatan humanis harus menjadi prioritas,” tutupnya.*(helmi)





Komentar