No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Jumat, 30 Oktober 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

    Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

    Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Kecelakaan KA di Bekasi Timur, PUKIS Desak Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Ranai Pos by Ranai Pos
01/05/2026 7:49 AM
in Berita, jakarta
0
Kecelakaan KA di Bekasi Timur, PUKIS Desak Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian
0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta — ranaipos.com : Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Insiden tersebut melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line sekitar pukul 20.50 WIB.

Direktur Eksekutif PUKIS, M. M. Gibran Sesunan, dalam keterangannya melalui pers rilis yang di sampaikan kepada redaksi ranaipos.com, Kamis (30/04) malam, menyebut peristiwa tersebut sebagai catatan serius dalam dunia perkeretaapian nasional. Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi kereta api di Indonesia.

PUKIS mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera mengambil langkah tegas melalui evaluasi total, termasuk melakukan pembenahan di tubuh Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Langkah ini dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas serta mendukung proses investigasi secara objektif.

Selain itu, PUKIS juga mendorong Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan secara transparan dan akuntabel. Dalam pernyataannya, PUKIS turut mengapresiasi kerja cepat para petugas penyelamat di lapangan.

Baca Juga

UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

Namun demikian, PUKIS menyoroti adanya dugaan dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap kinerja lembaga terkait keselamatan transportasi, seperti KNKT dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, yang dinilai berpotensi memengaruhi aspek keselamatan secara menyeluruh.

Berdasarkan kajian awal, PUKIS mengungkap bahwa kecelakaan diduga berawal dari insiden KRL yang tertemper kendaraan taksi di perlintasan sebidang dekat lokasi kejadian. Gangguan tersebut diduga memicu masalah lanjutan hingga terjadi tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek pada lintasan yang sama.

PUKIS menilai adanya dua insiden beruntun dalam waktu berdekatan mengindikasikan kemungkinan efek domino akibat kegagalan sistem dalam mengendalikan dampak awal. Faktor penyebabnya disebut dapat berasal dari aspek teknis, seperti gangguan persinyalan, maupun non-teknis seperti human error, yang kini masih menunggu hasil investigasi resmi.

Di sisi lain, PUKIS juga menyoroti lemahnya manajemen penanganan darurat di lokasi kejadian. Pada menit-menit awal pascakecelakaan, area dinilai belum sepenuhnya steril, bahkan diwarnai kerumunan warga dan aktivitas siaran langsung di media sosial yang berpotensi menghambat proses evakuasi.

Sebagai langkah pencegahan, PUKIS mendorong percepatan pembangunan jalur kereta api dwiganda (double-double track) di wilayah Jabodetabek guna memisahkan jalur KRL dengan kereta jarak jauh. Selain itu, modernisasi sistem persinyalan serta penataan perlintasan sebidang juga dinilai mendesak untuk meningkatkan keselamatan.

PUKIS juga menekankan pentingnya penegakan tanggung jawab hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat, baik dari sisi operator, regulator, maupun pihak lain yang terkait dalam insiden tersebut.

Di akhir pernyataannya, PUKIS menyoroti kehadiran Raffi Ahmad di lokasi kejadian yang dinilai tidak memiliki kewenangan langsung dalam penanganan insiden. Hal tersebut dianggap berpotensi mengganggu proses evakuasi serta mencerminkan kurangnya koordinasi dalam penanganan situasi darurat.

PUKIS berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki sistem keselamatan transportasi nasional secara menyeluruh, agar insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.*(rapi)

Komentar

Berita Terkini

Roby Teken Kesepakatan Pembentukan Komcad ASN, 28 Aparatur Bintan Disiapkan

Roby Teken Kesepakatan Pembentukan Komcad ASN, 28 Aparatur Bintan Disiapkan

7 jam lalu

UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

Kementerian ATR/BPN Sertipikasi Lebih dari 50 Ribu Tanah Wakaf dalam Periode Dua Tahun Kabinet Merah Putih

Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In