Tanjungpinang – ranaipos.com : Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Babussalam, Jalan Pramuka Gang Bunyu, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Senin (2/3/2026) malam. Di malam ke-13 Ramadan 1447 Hijriah, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan.Ajakan itu disampaikan Lis saat melaksanakan Safari Ramadan bersama jajaran Pemerintah Kota.
Ia mengingatkan bahwa esensi Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembinaan diri untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
“Malam ini kita telah memasuki malam ke-13 Ramadan. Intinya adalah bagaimana kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan menjaga kualitas ibadah hingga akhir Ramadan,” ujarnya.
Masjid sebagai Pusat Peradaban
Dalam kesempatan tersebut, Lis menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, kegiatan sosial, dan penguatan kebersamaan masyarakat.
“Masjid adalah pusat peradaban dan kebersamaan umat.
Pemerintah Kota akan terus hadir memberikan dukungan agar masjid semakin makmur dan nyaman untuk beribadah,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Wali Kota menyerahkan bantuan Pemerintah Kota Tanjungpinang sebesar Rp10 juta untuk mendukung pembangunan dan operasional Masjid Babussalam.
Doa dan Harapan di Penghujung Ramadan
Lis juga berharap seluruh masyarakat dapat menjalani sisa Ramadan dengan penuh kesehatan dan kekhusyukan.
“Semoga kita mampu mengakhiri Ramadan dalam keadaan sehat walafiat, dan dipertemukan kembali dengan bulan suci di tahun mendatang,” harapnya.
Safari Ramadan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekretaris Daerah Zulhidayat, jajaran perangkat daerah, perwakilan Forkopimda, serta warga setempat. Rangkaian kegiatan diisi dengan salat Isya dan tarawih berjemaah yang berlangsung khidmat.
Momentum malam ke-13 ini menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah perjalanan spiritual yang harus dijaga konsistensinya, agar setiap langkah ibadah membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.*(helmi)





Komentar