Jakarta _ ranaipos.com : Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa pada 2025 segmen pekerja/buruh menjadi kelompok terbesar dalam capaian program Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Meski demikian, ia tetap mendorong pekerja yang belum memanfaatkan program tersebut agar mengoptimalkan kepesertaannya.
“Alhamdulillah, berdasarkan capaian tahun 2025, segmen peserta terbesar berasal dari kalangan buruh,” ujar Menaker saat menghadiri Rapat Komite terkait pelaksanaan program dan kegiatan BP Tapera Tahun 2026 di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Ia menambahkan, Kemnaker siap membantu BP Tapera memetakan kembali kebutuhan program secara komprehensif, mulai dari besaran kebutuhan, grand design, lokasi, hingga preferensi hunian para pekerja. Pada tahun lalu, Kemnaker juga turut mendukung pelaksanaan sosialisasi BP Tapera di 10 titik.
Menurutnya, masih terdapat potensi yang dapat terus dioptimalkan BP Tapera. Karena itu, Kemnaker mendorong BP Tapera memperluas kemitraan dengan berbagai pihak agar harapan buruh terhadap program tersebut dapat benar-benar terwujud.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, serta pimpinan BP Tapera.*(Rp)





Komentar