No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Minggu, 20 September 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Hj. Ngesti, Infrastruktur Dasar Masyarakat Yang Sampai Saat Ini Masih Belum Terpenuhi

Dampingi Anggota DPR RI Reses di Pultibar dan Pulau Tiga

rapi by rapi
20/08/2020 6:35 AM
in Berita, Natuna
0
Hj. Ngesti, Infrastruktur Dasar Masyarakat Yang Sampai Saat Ini Masih Belum Terpenuhi
0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Natuna (RP) _ Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) merupakan salah satu cara untuk menjaring aspirasi rakyat dalam hal kebutuhan prioritas untuk pelaksanaan pembangunan serta dapat memantau langsung kondisi sebenarnya pada suatu daerah.

Masih ada beberapa Infrastruktur dasar masyarakat yang sampai saat ini masih belum terpenuhi oleh pemerintah, seperti belum tersedianya jaringan listrik 24 jam di Kecamatan Pulau Tiga Barat (Pultibar) dan Pulau Tiga. Hal ini dirasa masih berdampak pada pengembangan potensi setempat, terutama bagi pengelolaan sektor perikanan sebagai komoditi utama.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Natuna, Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA dalam sambutannya ketika mendampingi Anggota DPR RI asal pemilihan Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad dalam agenda reses di Gedung Pertemuan Masyarakat Desa Tanjung Kumbik Utara Kecamatan Pulau Tiga Barat, Natuna, Selasa (4/8) pagi.

Lebih lanjut Ngesti mengatakan, untuk infrastuktur jalan lingkar yang menjadi idaman masyarakat Pultibar dan Kecamatan Pulau Tiga, hendaknya dapat diakomodir melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan menjadi skala prioritas yang harus segera dapat direalisasikan.

Baca Juga

Setelah STAI Natuna Beralih Bentuk Menjadi IAI Natuna

Modal Dasar BPR Tuah Karimun Naik Jadi Rp20 Miliar, Siapkan Ruang Fleksibilitas Permodalan

Selain hal itu, Ngesti juga menyampaikan bahwa terdapat prioritas lain yang diharapkan dapat terealisasi segera, seperti pembangunan bandara sipil. Sedangkan ditingkat nasional, perlu juga dilanjutkan program peningkatan jalan penghubung seperti jalan Teluk Buton menuju Kelarik.

Begitu banyaknya usulan program nasional, menjadi gambaran bahwa besarnya harapan Kabupaten Natuna sebagai salah satu daerah penghasil, untuk menjadi sebuah daerah maju dan sejahtera di perbatasan.

Dalam program kerja menyerap aspirasi masyarakat, Ansar Ahmad sebagai Anggota DPR RI Dapil Kepulauan Riau kali ini juga menerangkan bahwa dalam setiap kesempatan, dirinya yang tergabung dalam Komisi V DPR RI terus berusaha memperjuangkan agar Natuna mendapatkan perhatian khusus dalam program pembangunan pemerintah pusat.

Mengingat Natuna sebagai salah satu wilayah perbatasan NKRI, juga sebagai pendukung pemasukan belanja Negara yang sangat besar, dimana daerah ini terkandung didalamnya cadangan gas alam cair mencapai 141,06 triliun kaki kubik.

Ansar Ahmad, Anggota DPR RI

Ansar juga menyadari bahwa dengan segala potensi yang dimiliki, terutama perairan Natuna Utara harus terus dilakukan peningkatan pengamanan wilayah. Karena bukan tidak mungkin kedepan bukan hanya potensi perikanan saja yang sering dicuri oleh pihak asing, melainkan Sumber daya alam yang ada dalam perut bumi Natuna juga akan menjadi incaran negara asing.

Untuk itu, Ansar sangat berharap pihak satuan tugas pengamanan wilayah kedaulatan NKRI di Natuna harus ditingkatkan klasifikasinya. Selain itu, daerah Provinsi khusus juga harus terus diperjuangan, sehingga dapat meminimalisir kesenjangan wewenang dalam menghadapi persoalan diatas.

Walaupun dilihat dari aspek teknis belum memenuhi syarat, tetapi ditinjau dari aspek stategis, politik, pertahanan dan keamanan sudah selayaknya Provinsi Khusus Natuna direalisasikan.

Ansar juga menambahkan bahwa untuk pembangunan bandara sipil, saat ini Detail Engineering Design (DED) sedang disusun oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya hal ini perlu kita dorong, karena bandara merupakan fasilitas prioritas akses penghubung bagi investor untuk berinvestasi pada di daerah, yang akan berdampak pula pada peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Ansar juga menyampaikan informasi bahwa sebagai wilayah kepulauan, Natuna saat ini masih melakukan pantauan kecelakaan laut mengunakan radar geologi cuaca yang ada di Kalimantan Barat. Namun pada tahun 2022 mendatang, fasilitas serupa akan dibangun di Natuna dan Tanjungpinang dengan kekuatan pantauan 200 Km.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Pulau Tiga Barat, Idris juga melaporkan bahwa kecamatan yang dipimpinnya membawahi 4 desa, yakni Desa Pulau Tiga, Desa Tanjung Kumbik Utara, Desa Setumuk dan Desa Selading dengan jumlah penduduk 2.032 jiwa.

Sebagai Kecamatan baru yang diresmikan tahun 2016 lalu, ada beberapa infrastruktur dasar yang belum terealisasi sebagaimana yang diharapkan, diantaranya ketersediaan listrik yang saat ini hanya menyala 14 jam sehari, jalan lingkar dan akses jaringan telekomunikasi yang belum memadai.

Selain itu, untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat, Puskesmas Pultibar juga masih memiliki kendala, terutama peralatan kesehatan yang masih perlu ditambah, dan terakhir, Idris juga menyampaikan bahwa Kecamatan yang dipimpinnya sangat membutuhkan Pelabuhan dengan segala fasilitas pendukung yang lebih layak, bagi mewujudkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas.(hms_kab/rp)

Komentar

Berita Terkini

Negara Sibuk Memberi Makan Anak, Tapi Lupa Mendidik

Setelah STAI Natuna Beralih Bentuk Menjadi IAI Natuna

9 jam lalu

Modal Dasar BPR Tuah Karimun Naik Jadi Rp20 Miliar, Siapkan Ruang Fleksibilitas Permodalan

Dilema Tambang Ilegal

PT TIMAH Restocking 1.000 Bibit Kepiting Bakau di Perairan Kundur

Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In