Batam _ranaipos.com : Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Arskal Salim, Gp, M.Ag secara langsung menyerahkan izin Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis Syariah dan Pariwisata Syariah kepada Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I, dalam sebuah kegiatan di Batam.

Penyerahan dua program studi baru tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Kabupaten Natuna. Kehadiran Prodi Manajemen Bisnis Syariah dan Pariwisata Syariah diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) daerah yang lebih kompetitif di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Arskal Salim, Gp, M.Ag menyampaikan ucapan selamat kepada STAI Natuna dan seluruh masyarakat Kabupaten Natuna atas bertambahnya program studi baru di perguruan tinggi tersebut.
Menurutnya, kehadiran dua prodi baru akan memberikan ruang pilihan yang lebih luas bagi generasi muda Natuna untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai minat dan bakat mereka tanpa harus meninggalkan daerah.
“Selamat kepada STAI Natuna dan masyarakat Kabupaten Natuna. Kehadiran program studi baru ini akan memberikan alternatif pilihan yang lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini pada akhirnya akan mempercepat pengembangan sumber daya manusia dan mendukung kemajuan daerah,” ujar Arskal Salim.
Sementara itu, Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., mengaku bersyukur dan merasa gembira atas bertambahnya dua program studi baru tersebut. Menurutnya, penambahan Prodi Manajemen Bisnis Syariah dan Pariwisata Syariah semakin memperkuat eksistensi STAI Natuna dalam dinamika pendidikan tinggi, baik di tingkat Kepulauan Riau maupun nasional.
Ia menilai, keberadaan prodi baru tersebut akan semakin memudahkan masyarakat dalam menentukan pilihan bidang keilmuan yang sesuai dengan minat serta kebutuhan pembangunan daerah pada masa mendatang.
“Penambahan program studi ini semakin meneguhkan keberadaan STAI Natuna dalam dinamika pendidikan di Kepulauan Riau dan Indonesia. Selain itu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bidang keilmuan yang relevan dengan minat mereka serta kebutuhan daerah di masa depan,” kata Umar Natuna.
Dengan hadirnya Program Studi Manajemen Bisnis Syariah dan Pariwisata Syariah, STAI Natuna kini telah memiliki tujuh program studi. Penambahan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi kelembagaan STAI Natuna menuju bentuk yang lebih tinggi, yakni menjadi institut.
Keberhasilan menghadirkan dua program studi baru ini sekaligus menunjukkan komitmen STAI Natuna dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan tinggi di wilayah perbatasan, serta menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan perkembangan ekonomi syariah dan sektor pariwisata yang terus berkembang di masa mendatang.*(rapi).





Komentar