Anambas _ ranaipos.com : Satu tahun kepemimpinan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menuai apresiasi dari sejumlah kalangan masyarakat. Berbagai kebijakan yang dijanjikan saat masa kampanye dinilai mulai direalisasikan melalui langkah yang efektif dan terukur.

Sejumlah program prioritas disebut berjalan, termasuk penanganan persoalan tenaga kerja daerah yang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di kalangan Pegawai Tidak Tetap (PTT).
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas, Muhammad Qosim, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (14/2), menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Ini patut kita syukuri. Pak Aneng telah banyak berbuat. Apa yang disampaikan saat kampanye berupaya direalisasikan dalam masa kepemimpinannya,” ujar Qosim.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Usman, membenarkan bahwa pemberhentian PTT sebelumnya dilakukan sesuai mekanisme administrasi yang berlaku.
Ia menjelaskan, pemberhentian tersebut merujuk pada Surat Keputusan Bupati Tahun 2024 Nomor 853 tentang pemberhentian PTT se-Kabupaten Kepulauan Anambas, yang sempat memunculkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut dia, pemerintah daerah kemudian melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mencari solusi atas status para tenaga honorer tersebut.
Hasilnya, sebanyak 1.779 orang dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I dan 1.159 orang pada PPPK Tahap II. Selain itu, pemerintah daerah juga mengakomodir kembali sebagian PTT menjadi PKKK.
Secara keseluruhan, sekitar 2.948 orang kembali bekerja, meskipun masih terdapat sebagian yang belum dapat diakomodir karena faktor usia.
Di bidang pendidikan, Bupati Aneng juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.
Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs), termasuk kesiapan menggunakan dana pribadi serta menyumbangkan gaji untuk membantu MTs di Kecamatan Jemaja.
Qosim menilai, di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan birokrasi, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun daerah tanpa membedakan latar belakang.
“Beliau merangkul semua elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan. Itu yang kami rasakan,” kata Qosim.
Kendati demikian, sejumlah pihak berharap pemerintah daerah terus meningkatkan kinerja dan memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai regulasi serta menjangkau masyarakat secara merata,*(Heri).





Komentar