Natuna _ ranaipos.com : Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Natuna menggelar Open Turnamen Gasing Antar Pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Natuna di kawasan Pantai Piwang, Ranai, Sabtu (21/06/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara sekaligus upaya Polres Natuna dalam melestarikan budaya tradisional daerah di kalangan generasi muda.
Turnamen diikuti pelajar dari 13 sekolah SMP dan MTs di Kabupaten Natuna. Perlombaan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta, guru pendamping, serta masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya pertandingan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pejabat Utama (PJU) Polres Natuna, para guru pendamping, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum yang memadati area pertandingan di Pantai Piwang.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla secara resmi membuka turnamen didampingi Ketua Komunitas Gasing Natuna, Wan Aris Munandar.
Dalam sambutannya, Kapolres Natuna mengatakan turnamen gasing merupakan bentuk kepedulian Polres Natuna terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus bagian dari upaya menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 melalui kegiatan yang positif dan edukatif bagi generasi muda.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan era digitalisasi yang semakin pesat, permainan tradisional perlu terus diperkenalkan kepada para pelajar agar tidak hilang ditelan zaman.
“Peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan Polri dengan masyarakat. Melalui turnamen gasing ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk tetap mencintai budaya daerah serta menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di tengah pesatnya kemajuan teknologi,” ujar Kapolres.
Ia menjelaskan, selain sebagai ajang kompetisi, turnamen gasing juga menjadi sarana pembentukan karakter pelajar melalui nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan persaudaraan.
Kapolres berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap budaya daerah sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi.
Sebagai bentuk apresiasi, Polres Natuna juga menyiapkan uang pembinaan bagi para pemenang turnamen. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar untuk terus melestarikan permainan tradisional di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Ketua Komunitas Gasing Natuna, Wan Aris Munandar, mengapresiasi inisiatif Polres Natuna yang telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai permainan tradisional gasing.
Menurutnya, gasing merupakan salah satu warisan budaya yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Natuna dan perlu terus dijaga keberlangsungannya.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat mengenal budaya daerahnya sendiri. Kami berharap permainan gasing tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Selama pertandingan berlangsung, para peserta tampak antusias menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Sorak dukungan dari rekan-rekan sekolah dan masyarakat yang hadir menambah semarak suasana perlombaan.
Melalui kegiatan ini, Polres Natuna berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menjaga keberlangsungan budaya lokal serta membina generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan cinta terhadap warisan budaya bangsa. (Rid)





Komentar