Tanjungpinang – ranaipos.com : Komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun sumber daya manusia (SDM) terus diperkuat melalui berbagai program keagamaan. Salah satunya lewat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) yang dinilai bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga sarana strategis pembinaan karakter masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, saat membuka MTQH ke-XX tingkat Kota Tanjungpinang di Melayu Square, Senin (27/4/2026) malam, mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
“MTQ tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Baik dalam membaca, memahami, maupun mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Misni.
Menurutnya, MTQH juga menjadi wadah penting dalam menjaring qori dan qoriah terbaik daerah yang akan melangkah ke tingkat provinsi hingga nasional. Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kota Tanjungpinang beserta seluruh panitia yang telah sukses menggelar kegiatan tersebut.
“Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak dan berdaya saing,” tambahnya.

MTQH ke-XX Kota Tanjungpinang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. Kegiatan tahunan ini akan berlangsung hingga 2 Mei 2026 dan diikuti peserta dari seluruh kecamatan.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan seperti pawai ta’aruf, penampilan seni Islami, hingga bazar yang melibatkan masyarakat. Lebih dari sekadar perlombaan, MTQH menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Beragam cabang lomba dipertandingkan, mulai dari tilawah Al-Qur’an kategori anak-anak hingga dewasa, cabang kiraat murotal, serta Hifzil Qur’an dari 1 juz hingga 30 juz. Selain itu, ada pula cabang Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, karya tulis ilmiah, hingga dekorasi dan hiasan mushaf.
Tak ketinggalan, cabang hadits juga menjadi perhatian dengan kategori hafalan 100 hadits bersanad dan 500 hadits tanpa sanad. Sementara itu, lomba seni seperti qasidah rebana dan marawis turut menambah semarak perhelatan tahunan ini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Lis Darmansyah menegaskan bahwa MTQH merupakan bagian dari upaya memperkuat syiar Islam di Kota Tanjungpinang.
“MTQH ini bukan hanya perlombaan, tetapi sarana mendekatkan umat kepada Al-Qur’an, sekaligus meningkatkan semangat untuk membaca dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keindahan dalam membaca Al-Qur’an harus tetap berpijak pada kaidah tajwid dan adab yang benar.
“MTQH memadukan suara, irama, dan etika dalam membaca Al-Qur’an. Inilah yang menjadikannya tidak sekadar kompetisi, tetapi juga seni yang sarat nilai,” pungkasnya.*(Helmi)





Komentar