Bintan _ ranaipos.com : Rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Kabupaten Bintan memasuki agenda ketiga dengan nuansa hangat dan penuh kebersamaan. Kali ini, rombongan pimpinan daerah menyasar dua wilayah sekaligus, menghadirkan semangat silaturahmi langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama dan salat Maghrib berjemaah di Tanjung Uban Timur, Kecamatan Bintan Utara. Suasana religius terasa khidmat ketika masyarakat setempat menyambut rombongan pemerintah dengan antusiasme tinggi, menjadikan momentum Ramadan sebagai ruang pertemuan penuh makna antara pemimpin dan warga.
Agenda kemudian berlanjut ke Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, untuk melaksanakan salat Isya, Tarawih, dan Witir berjemaah. Kehadiran pemerintah daerah di dua lokasi berbeda dalam satu malam menunjukkan komitmen mendekatkan pelayanan sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Roby menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan momentum memperbaiki hubungan vertikal dengan Tuhan sekaligus horizontal dengan sesama manusia.
“Mari kita manfaatkan bulan penuh kemuliaan ini untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat persaudaraan,” pesannya di hadapan jemaah, Senin malam (23/02).
Tausyiah Ramadan yang disampaikan Dedi Sanjaya menambah kedalaman spiritual acara. Ia mengingatkan bahwa rezeki setiap manusia telah ditakar dan tidak akan tertukar, sehingga umat diajak menata hati, menjauhi prasangka buruk, serta memperkuat keyakinan kepada ketentuan Ilahi.
Seperti tradisi Safari Ramadan sebelumnya, kegiatan juga diisi penyerahan bantuan operasional masjid dari Perumda BPR Bintan, paket sembako, serta santunan anak yatim dari BAZNAS Bintan. Bantuan tersebut disambut haru oleh warga yang merasakan langsung perhatian pemerintah daerah.
Di penghujung acara, suasana semakin akrab ketika Bupati dan rombongan duduk santai bersama masyarakat. Dialog ringan yang terjadi bukan sekadar obrolan biasa, melainkan wadah aspirasi langsung mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan kebutuhan warga di lapangan.
Safari Ramadan ini pun kembali menegaskan bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat bukan hanya simbolis, tetapi menjadi jembatan nyata untuk membangun kedekatan, kepercayaan, dan kebersamaan dalam semangat Ramadan yang penuh berkah.*(Helmi)





Komentar