No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Rabu, 10 Juni 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Bupati Anambas Aneng di dampingi sekretaris Daerah Sahtiar,SH.MM dan Katua TP-PKK Kabupaten Anambas ny. Sinta Aneng saat resmikan puskesmas Tarempa

    Resmikan Gedung Puskesmas Tarempa, Bupati Aneng Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan

    Ketua Komisi II DPRD Anambas Ayub saat di ruang kerja ( F: Istimewa)

    Ketua Komisi II DPRD Anambas akan Panggil Pihak terkait, Tanggapi Keluhan Nelayan di Pelabuhan Letung

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Bupati Anambas Aneng di dampingi sekretaris Daerah Sahtiar,SH.MM dan Katua TP-PKK Kabupaten Anambas ny. Sinta Aneng saat resmikan puskesmas Tarempa

    Resmikan Gedung Puskesmas Tarempa, Bupati Aneng Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan

    Ketua Komisi II DPRD Anambas Ayub saat di ruang kerja ( F: Istimewa)

    Ketua Komisi II DPRD Anambas akan Panggil Pihak terkait, Tanggapi Keluhan Nelayan di Pelabuhan Letung

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Saat Dunia Gonjang-Ganjing, Indonesia Menginjak Gas dan Rem Sekaligus

Oleh : Dr. H. Amirudin, MPA

Ranai Pos by Ranai Pos
10/06/2026 10:09 AM
in Berita, Opini
0
Poto : Animasi AI redaksi ransipos.com

Poto : Animasi AI redaksi ransipos.com

0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kian sulit ditebak, Indonesia sedang melakukan manuver yang menarik sekaligus mengundang perdebatan. Di satu sisi, pemerintah terus menggelontorkan anggaran untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan terhadap rupiah dan mengendalikan inflasi.

Ibarat sebuah kendaraan yang melaju di jalan licin dan berkabut, Indonesia tampak sedang menginjak gas dan rem secara bersamaan.

Pertanyaannya, apakah strategi ini tepat? Ataukah justru berisiko membuat mesin ekonomi kehilangan tenaga di tengah badai global yang belum menunjukkan tanda-tanda reda?

Kondisi ekonomi dunia saat ini memang tidak sedang baik-baik saja. Konflik geopolitik di berbagai kawasan terus memicu ketidakpastian harga energi dan pangan. Pertumbuhan ekonomi negara-negara besar melambat. Perdagangan global tidak lagi sebergairah satu dekade lalu. Arus investasi bergerak sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter negara-negara maju, terutama Amerika Serikat.

Baca Juga

Pemkab Anambas Perjuangkan Kepentingan Daerah, Enam Usulan RTRW Diterima Pansus Kepri

Camat Siantan Luncurkan Program Jumat Siantan Berseri, Dukung Gerakan Anambas ASRI

Dalam situasi seperti ini, negara-negara berkembang menghadapi dilema yang tidak sederhana. Jika terlalu fokus mendorong pertumbuhan, mereka berisiko mengalami inflasi dan pelemahan mata uang. Sebaliknya, jika terlalu fokus menjaga stabilitas, ekonomi dapat kehilangan momentum dan masyarakat merasakan perlambatan yang menyakitkan.

Indonesia tampaknya sedang berusaha mencari titik tengah.

Dari sisi moneter, langkah Bank Indonesia relatif mudah dipahami. Ketika tekanan terhadap rupiah meningkat dan ketidakpastian global membesar, menjaga kepercayaan pasar menjadi prioritas utama. Kenaikan suku bunga merupakan instrumen klasik yang digunakan hampir semua bank sentral di dunia dalam menghadapi tekanan eksternal.

Kebijakan ini memang tidak populer. Dunia usaha mengeluh karena biaya pinjaman menjadi lebih mahal. Kredit konsumsi dan investasi menjadi lebih selektif. Namun dari sudut pandang stabilitas ekonomi makro, langkah tersebut memiliki logika yang kuat. Tanpa stabilitas nilai tukar dan inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang tinggi pun pada akhirnya akan rapuh.

Persoalannya menjadi lebih kompleks ketika kita melihat sisi fiskal.

Pemerintah memiliki kewajiban politik dan moral untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu, mengurangi belanja negara secara drastis bukanlah pilihan yang mudah. Jutaan keluarga masih membutuhkan perlindungan sosial. Infrastruktur tetap harus dibangun. Pendidikan dan kesehatan tidak boleh berhenti hanya karena dunia sedang mengalami perlambatan.

Karena itu, pemerintah tetap mempertahankan berbagai program yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi.

Secara teori ekonomi Keynesian, langkah tersebut dapat dibenarkan. Ketika sektor swasta cenderung menahan investasi akibat ketidakpastian, negara perlu hadir untuk memastikan roda ekonomi tetap berputar.

Namun pasar keuangan memiliki logikanya sendiri.

Investor tidak hanya melihat niat baik pemerintah. Mereka juga memperhatikan keberlanjutan fiskal jangka panjang. Mereka ingin memastikan bahwa belanja negara hari ini tidak menciptakan beban yang terlalu besar pada masa depan. Mereka mengamati defisit anggaran, rasio utang, efektivitas program pemerintah, dan konsistensi arah kebijakan.

Di sinilah muncul ketegangan yang sering tidak terlihat oleh masyarakat umum.

Apa yang dianggap sebagai langkah penyelamatan ekonomi oleh pemerintah, bisa saja dibaca sebagai peningkatan risiko oleh pasar. Sebaliknya, apa yang dipuji pasar sebagai disiplin fiskal, bisa terasa menyakitkan bagi masyarakat kecil yang kehilangan akses terhadap bantuan dan perlindungan sosial.

Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah.

Yang lebih penting adalah kemampuan menjaga keseimbangan.

Indonesia sesungguhnya memiliki pengalaman panjang menghadapi krisis. Krisis 1998 mengajarkan pentingnya stabilitas moneter. Krisis global 2008 menunjukkan pentingnya daya tahan sektor domestik. Pandemi Covid-19 membuktikan bahwa koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dapat menjadi penyelamat ketika ekonomi berada di ambang kontraksi.

Pelajaran terbesar dari berbagai krisis tersebut adalah bahwa keberhasilan ekonomi tidak pernah ditentukan oleh satu kebijakan tunggal.

Kebijakan fiskal yang baik tanpa dukungan moneter yang kredibel akan kehilangan efektivitas. Sebaliknya, kebijakan moneter yang disiplin tanpa dukungan fiskal yang responsif dapat menciptakan perlambatan ekonomi yang berkepanjangan.

Karena itu, yang perlu dijaga bukan hanya besaran suku bunga atau jumlah belanja negara, melainkan harmoni di antara keduanya.

Bagi masyarakat di daerah perbatasan dan kepulauan seperti Natuna, persoalan ini bahkan memiliki dimensi yang lebih konkret. Mereka tidak terlalu peduli pada istilah inflasi inti, imbal hasil obligasi, atau arus modal asing. Yang mereka rasakan adalah harga beras di pasar, biaya transportasi laut, harga BBM, serta peluang memperoleh pekerjaan dan penghasilan.

Ketika harga kebutuhan pokok naik karena ongkos logistik meningkat, stabilitas makro yang dipuji para ekonom sering kali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, ketika pemerintah mampu menjaga konektivitas wilayah, memperkuat subsidi transportasi, dan memastikan pasokan barang tetap lancar, masyarakat akan merasakan manfaat kebijakan ekonomi secara langsung.

Di sinilah ukuran keberhasilan ekonomi Indonesia sesungguhnya diuji.

Bukan hanya pada angka pertumbuhan yang diumumkan setiap triwulan. Bukan pula semata-mata pada tingkat inflasi atau nilai tukar rupiah. Tetapi pada kemampuan negara menghadirkan rasa aman ekonomi bagi warganya, dari Jakarta hingga pulau-pulau terluar.

Saat ini Indonesia memang tampak sedang menginjak gas dan rem sekaligus. Sebagian pihak melihatnya sebagai kontradiksi. Sebagian lainnya menganggapnya sebagai strategi yang realistis di tengah jalan yang penuh ketidakpastian.

Yang jelas, dunia sedang berubah dengan cepat. Risiko global datang dari berbagai arah. Dalam situasi seperti ini, keberanian mengambil keputusan harus diimbangi dengan kehati-hatian membaca keadaan.

Menginjak gas terlalu dalam bisa membuat kendaraan tergelincir. Menginjak rem terlalu keras bisa membuat kendaraan kehilangan momentum.

Tantangan terbesar Indonesia bukan memilih salah satu di antara keduanya, melainkan memastikan bahwa gas dan rem bekerja dalam irama yang tepat.

Karena di tengah badai ekonomi global, yang paling dibutuhkan bukanlah kecepatan, melainkan kemampuan tetap melaju tanpa kehilangan arah.***

Komentar

Berita Terkini

Bupati Anambas Aneng didampingi oleh Sekertaris Daerah Sahtiar saat hadiri rapat sinkronisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kepulauan Riau

Pemkab Anambas Perjuangkan Kepentingan Daerah, Enam Usulan RTRW Diterima Pansus Kepri

13 menit lalu

Camat Siantan Luncurkan Program Jumat Siantan Berseri, Dukung Gerakan Anambas ASRI

Saat Dunia Gonjang-Ganjing, Indonesia Menginjak Gas dan Rem Sekaligus

Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa

Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In