Natuna _ ranaipos.com : Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Reuni Alumni PGAN Tanjungpinang Angkatan 1986 yang dipadukan dengan Pertemuan Alumni Lintas Angkatan di Kabupaten Natuna. Kegiatan yang berlangsung, Rabu (01/07/26) di Aula STAI Natuna mempertemukan alumni dari berbagai angkatan yang kini mengabdi di beragam bidang profesi, mulai dari pendidikan, pemerintahan, hingga dunia sosial-keagamaan.
Ketua STAI Natuna, Dr. Umar Natuna, yang merupakan alumni PGAN Tanjungpinang Angkatan 1985, menyampaikan bahwa alumni PGAN memiliki keunggulan yang telah terbentuk sejak masa pendidikan.
“Alumni PGA memiliki kelebihan ganda, yaitu kelebihan karakter dan kelebihan kinerja. Pendidikan di PGA tidak hanya membentuk kompetensi akademik, tetapi juga membangun akhlak, disiplin, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai inilah yang membuat alumni PGA mampu berkiprah di berbagai bidang,” ujarnya.
Menurutnya, reuni bukan sekadar ajang mengenang masa lalu, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, mempererat silaturahmi, serta melahirkan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Sementara itu, mewakili Alumni Angkatan 1986, Yusrida, dosen di UIN Suska Pekanbaru, menyampaikan harapannya agar para alumni PGAN yang berdomisili di Natuna dapat mengambil peran strategis dalam memperjuangkan masa depan daerah.
Ia berharap alumni yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan jaringan dapat menjadi pejuang-pejuang pembangunan Natuna, termasuk mengawal aspirasi masyarakat terkait pembentukan daerah otonom yang terpisah dari Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya, pengalaman sejarah menunjukkan bahwa pembentukan Provinsi Kepulauan Riau setelah berpisah dari Provinsi Riau membuka ruang percepatan pembangunan dan pemerataan kebijakan bagi wilayah kepulauan. Dengan semangat yang sama, ia berharap berbagai ikhtiar yang ditempuh masyarakat Natuna demi kemajuan daerah dapat diperjuangkan secara konstitusional melalui dialog, kajian akademik, dan mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Pertemuan lintas angkatan tersebut berlangsung dalam suasana akrab, penuh nostalgia, serta diwarnai diskusi mengenai kontribusi alumni terhadap pembangunan sumber daya manusia, penguatan pendidikan Islam, dan masa depan Kabupaten Natuna sebagai wilayah terdepan Indonesia di perbatasan utara.
Panitia berharap reuni ini menjadi awal dari penguatan organisasi alumni di Natuna sehingga silaturahmi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi kolaborasi nyata dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pembangunan daerah.*(rp)





Komentar