No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Senin, 1 Juni 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Bupati Anambas Aneng di dampingi sekretaris Daerah Sahtiar,SH.MM dan Katua TP-PKK Kabupaten Anambas ny. Sinta Aneng saat resmikan puskesmas Tarempa

    Resmikan Gedung Puskesmas Tarempa, Bupati Aneng Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan

    Ketua Komisi II DPRD Anambas Ayub saat di ruang kerja ( F: Istimewa)

    Ketua Komisi II DPRD Anambas akan Panggil Pihak terkait, Tanggapi Keluhan Nelayan di Pelabuhan Letung

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Bupati Anambas Aneng di dampingi sekretaris Daerah Sahtiar,SH.MM dan Katua TP-PKK Kabupaten Anambas ny. Sinta Aneng saat resmikan puskesmas Tarempa

    Resmikan Gedung Puskesmas Tarempa, Bupati Aneng Ingatkan Tenaga Kesehatan Utamakan Pelayanan

    Ketua Komisi II DPRD Anambas Ayub saat di ruang kerja ( F: Istimewa)

    Ketua Komisi II DPRD Anambas akan Panggil Pihak terkait, Tanggapi Keluhan Nelayan di Pelabuhan Letung

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Pancasila, Sebuah Kesunyian yang Kita Tinggalkan

Oleh: Dr. H. Amirudin, MPA

rapi by rapi
01/06/2026 3:24 PM
in Berita, Opini
0
Poto : anomasi AI rapi_redaksi_ranaipos.com

Poto : anomasi AI rapi_redaksi_ranaipos.com

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ada sebuah foto lama yang selalu terasa ganjil.

Di dalamnya, para pendiri bangsa duduk mengelilingi meja. Mereka berdebat. Mereka berbeda. Sebagian datang dari dunia Islam, sebagian dari nasionalisme sekuler, sebagian lagi dari sosialisme dan tradisi kebangsaan yang beragam. Tetapi anehnya, mereka tidak sibuk mencari musuh. Mereka sibuk mencari titik temu.

Barangkali itulah momen paling langka dalam sejarah Indonesia: ketika orang-orang yang berbeda tidak sedang berusaha menang.

Pada 1 Juni, kita kembali menyebut nama yang sama: Pancasila.

Baca Juga

Imigrasi Ranai Peringati Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Komitmen Pelayanan Berintegritas

Ketua FKUB Jemaja Ajak Masyarakat Dukung Polres Anambas Berantas Narkoba

Tetapi setiap tahun saya bertanya-tanya, apakah yang kita rayakan sesungguhnya?

Sebuah tanggal?

Sebuah pidato?

Atau sebuah kemampuan yang perlahan hilang dari diri kita: kemampuan untuk hidup bersama orang yang tidak sama?

Di zaman ini, perbedaan tidak lagi datang perlahan seperti angin laut yang membawa aroma asing dari pulau seberang. Perbedaan datang dalam hitungan detik melalui layar telepon genggam. Kita melihat wajah yang berbeda, pilihan politik yang berbeda, keyakinan yang berbeda, bahkan cara berdoa yang berbeda.

Dan anehnya, semakin dekat kita terhubung, semakin mudah kita saling membenci.

Media sosial menjadikan kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan. Kebohongan berlari lebih jauh daripada kebenaran. Sementara penghinaan sering memperoleh panggung yang lebih luas daripada gagasan.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Pancasila sering berubah menjadi slogan yang ditempel di baliho, dicetak di spanduk, atau diucapkan dalam upacara.

Padahal ia lahir bukan dari kebisingan.

Ia lahir dari kesediaan mendengar.

Kita sering mengira Pancasila adalah jawaban. Mungkin sebenarnya ia adalah pertanyaan.

Apakah kita masih sanggup menghargai manusia sebelum melihat agamanya?

Apakah kita masih mampu mencintai Indonesia tanpa harus membenci kelompok lain?

Apakah kita masih percaya bahwa keadilan sosial bukan sekadar kalimat penutup dalam pidato pejabat?

Sebab bangsa tidak runtuh hanya karena serangan dari luar. Ia bisa lapuk dari dalam ketika warganya kehilangan rasa percaya satu sama lain.

Di sebuah negeri kepulauan seperti Indonesia, persatuan sesungguhnya adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai. Laut memisahkan kita. Bahasa membedakan kita. Sejarah membentuk pengalaman yang tidak selalu sama.

Namun justru karena itulah Pancasila menjadi penting.

Ia tidak pernah meminta kita menjadi seragam.

Ia hanya meminta kita tetap menjadi Indonesia.

Tema Hari Lahir Pancasila tahun ini berbicara tentang persatuan bangsa dan perdamaian dunia. Kalimat itu terdengar besar, hampir terlalu besar. Tetapi perdamaian dunia sesungguhnya tidak dimulai di ruang sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia dimulai dari cara seseorang memperlakukan tetangganya.

Dari kemampuan menahan diri untuk tidak menghina.

Dari keberanian mengakui bahwa orang lain mungkin memiliki sebagian kebenaran yang tidak kita miliki.

Dari kesediaan berbagi ruang hidup.

Mungkin itulah yang paling sulit hari ini.

Kita hidup dalam zaman yang memuja kemenangan, bukan pengertian.

Padahal para pendiri bangsa dahulu tidak mewariskan kemenangan kepada kita. Mereka mewariskan kesepakatan.

Sebuah kesepakatan yang bernama Indonesia.

Maka pada setiap 1 Juni, yang perlu diperingati bukan hanya lahirnya Pancasila.

Yang perlu diperingati adalah kesadaran bahwa negeri ini berdiri karena orang-orang yang berbeda memilih untuk tidak saling meniadakan.

Dan mungkin, di tengah dunia yang semakin gaduh, itulah bentuk keberanian yang paling langka.***

Komentar

Berita Terkini

Imigrasi Ranai Peringati Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Komitmen Pelayanan Berintegritas

Imigrasi Ranai Peringati Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Komitmen Pelayanan Berintegritas

41 menit lalu

Pancasila, Sebuah Kesunyian yang Kita Tinggalkan

Ketua FKUB Jemaja Ajak Masyarakat Dukung Polres Anambas Berantas Narkoba

Harmoni Syiar Islam dan Peradaban Melayu: Visi Besar Bupati Karimun Sulap Pulau Tulang Jadi Kawasan Wisata Sejarah

Semarak Iduladha 1447 H, Menteri Nusron Salurkan Hewan Kurban ke Pondok Pesantren Attaqwa

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In