ANAMBAS _ ranaipos.com : Open Turnamen Sepak Bola Desa Kuala Maras Cup VIII Tahun 2026 segera digelar. Panitia pelaksana menargetkan sebanyak 50 tim akan ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut.
Ketua pelaksana, Faisal, menyampaikan bahwa hingga saat ini persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 80 persen, khususnya pada penataan lapangan pertandingan yang menjadi lokasi utama turnamen.

“Untuk persiapan lapangan saat ini sudah mencapai 80 persen. Kami terus memaksimalkan agar pelaksanaan berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, panitia memutuskan untuk menggunakan wasit lokal yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Anambas tanpa melibatkan wasit dari luar daerah.
“Wasit yang digunakan merupakan wasit lokal Anambas, kami tidak mengundang dari luar daerah,” jelas Faisyal.
Turnamen ini juga menyediakan total hadiah yang cukup besar, yakni mencapai Rp70 juta. Dengan rincian, juara pertama akan memperoleh Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, juara ketiga Rp12 juta, dan juara keempat Rp8 juta. Selain itu, para pemenang juga akan mendapatkan trofi, medali, serta piagam penghargaan.
Untuk biaya pendaftaran, panitia menetapkan sebesar Rp800 ribu per tim. Pendaftaran sendiri telah dibuka sejak 14 Maret 2026.
Faisyal menambahkan, kesiapan panitia tidak lepas dari dukungan masyarakat dan para pemuda Desa Kuala Maras yang turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami bersama masyarakat dan pemuda desa akan berupaya semaksimal mungkin untuk mensukseskan kegiatan ini dari awal hingga akhir,” ungkapnya.
Faisyal menambahkan, pembukaan Open Turnament akan dibuka langsung oleh Bupati Anambas Aneng.
” Insyaallah, pembukaan di tanggal 3 April mendatang rencananya akan dibuka oleh Bupati Anambas Aneng, sebelum acara meminta kepada Polsek Jemaja melalui Bhabinkamtibmas untuk melihat kelayakan lapangan dan selanjutnya kita akan buat acara doa’ selamat terlebih dahulu,” jelasnya.
Tak hanya itu, sebagai ajang olahraga, turnamen ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Panitia memberikan kesempatan kepada warga, khususnya ibu-ibu, untuk berjualan di sekitar lokasi pertandingan.
“Kegiatan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berjualan, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan penghasilan UMKM,” tutup Faisal.*(Heri).





Komentar