www.ranaipos.com _ Natuna: Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mustamin Bakri dan Daeng Amhar, menegaskan komitmennya untuk membawa aspirasi masyarakat Desa Batu Gajah ke tingkat provinsi.
Komitmen tersebut disampaikan keduanya saat melaksanakan Reses Masa Persidangan III di Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Rabu (12/8/2026) sore.
Pertemuan bersama masyarakat tersebut dimanfaatkan untuk menggali berbagai kebutuhan yang masih dirasakan warga, mulai dari persoalan infrastruktur hingga dukungan terhadap sektor ekonomi masyarakat.
Mustamin Bakri menyambut baik antusiasme masyarakat yang hadir. Menurutnya, kehadiran warga dalam kegiatan reses menjadi bagian penting dalam menyampaikan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
“Luar biasa masyarakat Batu Gajah hari ini, cukup antusias. Terima kasih banyak atas kehadiran bapak dan ibu sekalian,” ujar Mustamin.
Ia mengatakan, masukan yang disampaikan masyarakat tidak hanya menjadi bahan catatan selama kegiatan berlangsung, tetapi akan menjadi bagian dari bahan pembahasan dalam memperjuangkan program yang sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi.
Menurutnya, reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengetahui kebutuhan yang dianggap paling mendesak di daerah pemilihan.
Sementara itu, Daeng Amhar memastikan aspirasi yang disampaikan warga akan dirangkum dan disusun sebagai bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD Provinsi Kepri.
“Kami di sini siap menampung seluruh aspirasi masyarakat setempat. Dari penyampaian dan usulan bapak-ibu hari ini, nantinya akan kami rumuskan, kami bawa, dan diperjuangkan di tingkat provinsi agar bisa direalisasikan,” tegas Daeng Amhar.
Dalam sesi dialog, warga Batu Gajah menyampaikan sejumlah usulan pembangunan dan pemberdayaan yang dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di bidang infrastruktur, masyarakat mengharapkan adanya peningkatan kualitas jalan yang menjadi akses penting bagi aktivitas sehari-hari. Selain itu, warga juga menyampaikan kebutuhan fasilitas yang dapat mendukung kegiatan nelayan dan sektor pertanian.
Dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat turut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan. Bantuan dan program pemberdayaan dinilai penting untuk membantu masyarakat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Mustamin mengatakan berbagai usulan tersebut akan dipilah berdasarkan kewenangan dan tingkat kebutuhan masyarakat. Menurutnya, tidak semua aspirasi dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan sehingga diperlukan penentuan skala prioritas.
“Yang disampaikan masyarakat tentu akan kita catat. Nanti kita lihat mana yang menjadi prioritas dan mana yang bisa diperjuangkan melalui kewenangan provinsi,” katanya.
Daeng Amhar menambahkan, keberhasilan memperjuangkan aspirasi masyarakat juga membutuhkan dukungan dan komunikasi yang baik antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi serta DPRD.
Ia berharap pemerintah desa dapat terus menyampaikan data dan kebutuhan masyarakat secara jelas agar setiap usulan memiliki dasar yang kuat ketika dibawa dalam pembahasan di tingkat provinsi.
“Yang penting komunikasi jangan terputus. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus terus dikawal, sehingga usulan yang sudah disampaikan tidak berhenti hanya pada kegiatan reses,” ujarnya.
Keduanya juga mengingatkan bahwa pembangunan di wilayah perbatasan membutuhkan perhatian bersama, terutama dalam memperkuat infrastruktur dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat.
Melalui Reses Masa Persidangan III tersebut, Mustamin Bakri dan Daeng Amhar berharap aspirasi masyarakat Desa Batu Gajah dapat masuk dalam pembahasan program pembangunan Provinsi Kepri dan diperjuangkan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Kegiatan reses kemudian ditutup dengan dialog bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi antara wakil rakyat dengan konstituen di daerah pemilihan Natuna-Anambas.(Rid).





Komentar