www.ranaipos.com _ Natuna : Kompetisi dan Festival Sepak Bola Usia Dini U-11 yang digelar oleh SSB Serindit Muda di bawah binaan Persatuan Pemuda Kota Ranai (P2KR) sukses berlangsung di Lapangan Serindit Ranai, Kabupaten Natuna.
Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Juni 2026, menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit pesepak bola muda berbakat di Natuna.
Kegiatan tersebut diikuti delapan tim dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) yang ada di Kabupaten Natuna. Selama pertandingan berlangsung, para pemain muda menunjukkan kemampuan, semangat sportivitas, dan kerja sama tim yang baik di hadapan para pelatih, orang tua, serta masyarakat yang hadir memberikan dukungan.
Berdasarkan hasil pertandingan, SSB Natuna Soccer School berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menunjukkan performa terbaik sepanjang turnamen. Posisi runner-up diraih SSB Mitra Muda, sementara SSB Serindit Muda menempati peringkat ketiga bersama SSB TK Mandiri Pulau Tiga Barat.
Disatu sisi, Keikutsertaan SSB TK Mandiri Pulau Tiga Barat turut menjadi perhatian karena harus menempuh perjalanan dari wilayah kepulauan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Tim yang diketuai Eko Nurrahman (Orak), itu dibina oleh pelatih berlisensi Rozain dan Sapryadi
Meski belum berhasil melaju ke partai final, SSB TK Mandiri mampu menunjukkan permainan yang kompetitif hingga berhasil meraih posisi juara ketiga bersama. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
Sebagai pelatih SSB TK Mandiri ,Rozain menyampaikan bahwa turnamen ini bertujuan untuk memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi pesepak bola usia dini sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga sepak bola sejak usia muda.
“Melalui kompetisi ini kami berharap lahir pemain-pemain berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama Natuna di tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi antar-SSB yang ada di daerah,” ujarnya.
Selain memperebutkan gelar juara, festival sepak bola usia dini ini juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi para pemain melalui nilai-nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, dan persahabatan.
Dengan berakhirnya turnamen ini, Rozain berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pembinaan sepak bola usia dini serta melahirkan generasi pesepak bola yang mampu membawa nama Natuna ke tingkat regional maupun nasional. (Rid).





Komentar