Natuna_ranaipos.com – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menunjukkan progres pembangunan di Kabupaten Natuna.
Berlokasi di Singgang Bulan, Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, program ini difokuskan pada penyediaan berbagai fasilitas penunjang guna mentransformasi kampung nelayan menjadi kawasan modern, terpadu, dan mandiri.
Proyek yang dilaksanakan oleh PT Aset Prima Konstruksi dengan Anggaran Rp.13,2 Miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut ditargetkan selesai dalam masa kerja 180 hari kalender, dengan target rampung pada Mei–Juni 2026.

Project Manager PT Aset Prima Konstruksi, Ir. Miftahudin, mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan pesisir, terutama dengan menghadirkan fasilitas yang selama ini belum dimiliki secara memadai.
Miftahudin juga menjelaskan, bahwa pembangunan di Natuna menjadi bagian dari tahap ke-II (Dua) proyek nasional yang menyasar kawasan pesisir di seluruh Indonesia.
“Selama ini nelayan terkadang tidak memiliki cold storage maupun pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. Melalui program ini, fasilitas tersebut kita bangun agar hasil laut bisa lebih tahan lama dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Miftahudin kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu, (28/02).
Sebanyak 23 unit bangunan disiapkan dalam satu kawasan terpadu. Fasilitas utama yang dibangun meliputi gudang beku portable (cold storage), pabrik es, dermaga atau pelabuhan, tempat docking kapal, bengkel nelayan, balai pelatihan, gedung pertemuan, unit pengelola, serta sentra kuliner.
Selain itu, turut dibangun fasilitas pendukung seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tangki air, biofil, serta kamar mandi umum guna memastikan kawasan tetap bersih, tertata, dan ramah lingkungan.
Seluruh fasilitas tersebut dirancang sebagai satu kesatuan sistem yang saling menunjang aktivitas nelayan, mulai dari proses tambat kapal, perawatan, penyimpanan hasil tangkapan, hingga pemasaran.
Keberadaan balai pelatihan juga menjadi bagian penting dalam program ini, sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nelayan. Dengan demikian, penguatan tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kemampuan manajerial dan pengelolaan usaha berbasis koperasi desa.
Secara keseluruhan, pembangunan di Natuna telah mencapai progres sekitar 34 persen dan ditargetkan rampung pada Mei 2026, sebelum batas waktu kontrak pada Juni 2026.
Melalui berbagai fasilitas terpadu tersebut, KNMP diharapkan mampu mengubah wajah kampung nelayan di Natuna menjadi lebih modern dan produktif, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus menekan angka kemiskinan di kawasan pesisir. (Rid).





Komentar