Bintan – ranaipos.com : Penampilan Kafilah Kabupaten Bintan sukses mencuri perhatian ribuan masyarakat pada Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Pelataran Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Sabtu (4/7). Mengusung perpaduan nuansa Islami, budaya Melayu, dan kekayaan daerah, Bintan tampil semarak dengan sosok Khalid bin Walid, marching band, hingga durian dan salak khas Bintan.
Pawai yang menjadi pembuka rangkaian MTQ XII Kepri itu diikuti seluruh kafilah dari tujuh kabupaten/kota se-Kepulauan Riau. Kabupaten Bintan mendapat nomor urut dua dengan kekuatan 2.031 peserta yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah hadirnya Sony Pradito Widagdo yang tampil gagah mengenakan busana menyerupai panglima perang Islam, Khalid bin Walid, sebagai komandan kafilah. Penampilannya mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.
“Bintan hadir untuk berkompetisi sekaligus memeriahkan MTQ Kepri tahun ini. Panjangnya barisan ini menjadi simbol dukungan dan doa kita semua untuk anak-anak kita yang akan mengharumkan nama Bintan,” ujar Ronny di sela-sela pawai.
Ronny mengatakan, antusiasme seluruh elemen masyarakat menjadi energi positif bagi para peserta yang akan berlaga. Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan dalam Pawai Ta’aruf merupakan bukti nyata dukungan penuh kepada putra-putri terbaik Bintan sekaligus bagian dari syiar Islam.
“Kita ingin menambah semangat anak-anak kita yang akan berkompetisi nanti. Ini juga menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyemarakkan syiar Islam melalui MTQ XII Kepri,” tambahnya.
Kemeriahan Kafilah Bintan diawali dengan barisan 66 bunga manggar yang menjadi simbol penyambutan dan kemegahan budaya Melayu, kemudian dilanjutkan penampilan energik Marching Band Bintan Maritim Corps.
Keunikan semakin terasa ketika rombongan pembawa durian Bintan dan salak Sari Intan melintas. Kedua komoditas unggulan tersebut menjadi representasi kekayaan pertanian Kabupaten Bintan yang telah dikenal luas sebagai identitas daerah.
Di belakangnya, barisan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga Bintan turut memadati iring-iringan pawai. Penampilan ditutup dengan atraksi Silat Melayu Lama serta kendaraan hias yang mengusung replika “Anak Mengaji”, sebagai simbol kuat kecintaan masyarakat Bintan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dan budaya Melayu.
Pada MTQ XII Provinsi Kepulauan Riau tahun ini, Kabupaten Bintan mengirimkan 50 peserta yang terdiri atas 26 putra dan 24 putri. Mereka akan berlaga pada 23 dari 24 cabang perlombaan dengan tekad membawa pulang prestasi terbaik sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Bintan. *(hel)





Komentar