Natuna _ ranaipos.com : Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Erwin Indrapraja, S.H., M.H., turut memantau langsung mobilitas pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) jenis Thrush S2R-T34 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Selasa (31/3).
Pemantauan tersebut dilakukan bersama Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., sebagai bagian dari upaya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di wilayah Kabupaten Natuna.
Selain Kajari Natuna, kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Natuna H. Boy Wijanarko Varianto, S.E.,Kakansar Natuna, Abdul Rahman, Kepala BPBD Natuna Raja Darmika, Kadisops Lanud RSA Kolonel Pnb Dion Aridito, S.T., M.M., Kasi Intel Kejari Natuna Tulus Tampubolon, S.H. serta undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kajari Natuna juga mengikuti rapat koordinasi yang digelar di Posko Udara Base Ops Lanud RSA bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait lainnya.

Rapat tersebut membahas berbagai langkah strategis dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi terjadi seiring memasuki musim kemarau.
Kajari Natuna, Erwin Indrapraja mengatakan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi hal penting dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana di daerah.
Menurutnya, keberadaan operasi modifikasi cuaca merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Upaya pencegahan tentu jauh lebih baik daripada penanganan setelah bencana terjadi. Karena itu koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, serta seluruh instansi terkait perlu terus diperkuat agar langkah-langkah mitigasi dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kejaksaan siap mendukung berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan lingkungan serta mencegah terjadinya bencana yang dapat merugikan masyarakat.
“Kami dari Kejaksaan tentu mendukung setiap langkah pemerintah dalam upaya pencegahan karhutla maupun bencana lainnya, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca ini,” tambahnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud sinergi antara unsur Forkopimda Natuna dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sekaligus memastikan langkah mitigasi berjalan secara efektif demi melindungi masyarakat dan lingkungan di wilayah perbatasan tersebut. (Rid)





Komentar