www.ranaipos.com _ Natuna: Anggota DPRD Kabupaten Natuna dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Sholihin, kembali melaksanakan Reses II Tahun Anggaran 2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Air Lengit, Kuswanto, Ketua BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama serta masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas dan perekonomian warga. Salah satu usulan yang menjadi perhatian adalah pembukaan jalan tani di wilayah RT 08 hingga RT 10 Desa Air Lengit.
Usulan tersebut disampaikan karena masih terdapat sejumlah lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat menilai keterbatasan akses jalan menjadi salah satu kendala utama untuk membuka dan mengelola lahan-lahan tersebut.
Menurut warga, apabila akses jalan tani dapat dibuka, lahan yang selama ini belum produktif dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian maupun perkebunan.
Pembukaan akses tersebut juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menuju lahan garapan sekaligus membawa sarana produksi dan hasil pertanian maupun perkebunan.
Masyarakat berharap pembangunan jalan tani tersebut dapat diperjuangkan melalui anggaran aspirasi DPRD maupun sumber pembiayaan pembangunan lainnya pada tahun mendatang.
Menanggapi usulan tersebut, Sholihin mengatakan pembukaan akses menuju lahan masyarakat merupakan salah satu kebutuhan yang memiliki nilai ekonomi. Sebab, tersedianya jalan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola lahan yang selama ini belum dapat dimanfaatkan.
“Kalau aksesnya dibuka, lahan-lahan yang selama ini masih tidur tentu bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini bukan hanya soal jalan, tetapi bagaimana akses tersebut bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Sholihin.
Ia menilai sektor pertanian dan perkebunan masih memiliki potensi untuk dikembangkan, khususnya apabila didukung dengan infrastruktur dasar yang memadai.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu melihat pembangunan akses jalan tani tidak hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Ketika lahan yang selama ini belum dimanfaatkan bisa dikelola, tentu akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Apalagi kalau digunakan untuk pertanian dan perkebunan,” katanya.
Sholihin mengatakan usulan tersebut akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui anggaran aspirasi maupun sumber anggaran lain yang memungkinkan. Namun, realisasinya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan skala prioritas pembangunan.
“Kita akan lihat bagaimana peluang anggarannya. Harapannya, tahun depan usulan ini bisa kita perjuangkan. Yang penting kebutuhan masyarakatnya jelas dan memang memberikan manfaat bagi banyak warga,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah desa bersama masyarakat dapat terus melakukan pendataan dan menentukan titik-titik akses yang menjadi prioritas sehingga pembangunan nantinya dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Sholihin menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat untuk mendengar secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia berharap komunikasi antara pemerintah desa, masyarakat dan DPRD terus terjalin agar berbagai kebutuhan pembangunan dapat diperjuangkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua usulan akan kita catat dan kita perjuangkan sesuai dengan kemampuan yang ada,” tuturnya.
Melalui reses tersebut, Sholihin berharap pembukaan jalan tani di wilayah RT 08-10 dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan ke depan sehingga lahan-lahan yang masih tidur dapat dimanfaatkan dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Desa Air Lengit.(Rid).





Komentar