Bintan – ranaipos.com : Semangat inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan kembali bergelora. Ajang bergengsi Galanova Award Tahun 2026 resmi memasuki tahap penilaian, dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit pelayanan publik berlomba menampilkan terobosan terbaik demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penilaian yang digelar selama dua hari ini menjadi momentum penting bagi para nominator untuk mempresentasikan langsung inovasi unggulan mereka di hadapan Tim Penilai dan Dewan Juri. Beragam gagasan kreatif mulai dari digitalisasi pelayanan, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga inovasi sosial dan ekonomi masyarakat menjadi sorotan utama tahun ini.
Plt Kepala Bapperida Bintan, Wan Rudi Iskandar, mengatakan bahwa kualitas inovasi yang masuk tahun ini mengalami peningkatan signifikan dan menunjukkan keseriusan OPD dalam menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, cepat dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Seluruh nominator hari ini mulai menjalani penilaian langsung. Tahun ini inovasi yang hadir sangat luar biasa dan tentunya membutuhkan penilaian yang sangat cermat dari Tim Penilai,” ujarnya.
Pada hari pertama, kategori Inovasi Perangkat Daerah Terinovatif menghadirkan persaingan antara Dinas Kominfo, Dinas Dukcapil dan Dinas Tenaga Kerja. Ketiganya menampilkan inovasi berbasis pelayanan publik dan transformasi digital yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.
Sementara itu, kategori Inovasi Unit Kerja Terinovatif diisi oleh RSUD Bintan, UPTD Puskesmas Kijang dan UPTD Puskesmas Sei Lekop yang membawa berbagai terobosan pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas layanan dasar.
Di kategori Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Terinovatif, Bagian Hukum Setda Bintan tampil dengan inovasi si-Prabu atau Sistem Informasi Produk Hukum dan Bantuan Hukum. Sedangkan Dinas Kominfo berhasil meloloskan dua inovasi sekaligus, yakni ABANGKU (Aksi Pengembangan Kompetensi Kominfo Terpadu) dan MEGAT (Manajemen E-Government dan Aplikasi Terpadu).
Persaingan tak kalah menarik juga terjadi di kategori Inovasi Pelayanan Publik Terinovatif. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membawa inovasi B!KRAF Bintan yang fokus membangkitkan ekonomi kreatif daerah. Dinas Pendidikan melalui SMPN 1 Bintan menghadirkan program KASIPATAS (Kawal Siswa Sampai Tuntas), sementara UPTD Puskesmas Kijang menawarkan inovasi SI GIMIL CARD untuk edukasi kesehatan gigi dan mulut ibu hamil.
Adapun kategori Inovasi Bentuk Lainnya Terinovatif menghadirkan inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian hadir dengan program PASTI SARAH (Pasar Tani Sayur Murah), Dinas KUPP melalui Pusat Layanan Sentra Fashion, serta Dinas Sosial dengan inovasi PESONA BINTAN yang berfokus pada pengembangan ekonomi dan sosial melalui pembinaan Kelompok Usaha Bersama.
Galanova Award sendiri menjadi salah satu bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Bintan terhadap budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Penilaian dilakukan berdasarkan kematangan inovasi, manfaat nyata bagi masyarakat, keberlanjutan program, hingga kelengkapan data dukung yang menjadi bagian dari Indeks Inovasi Daerah.
Melalui ajang ini, Pemkab Bintan berharap lahir lebih banyak inovasi yang tidak hanya menjadi program unggulan di tingkat daerah, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.(helmi)





Komentar