www.ranaipos.com – Tanjungpinamg : Calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rizha Hafiz, menyoroti lonjakan angka permintaan dispensasi nikah dini di Tanjungpinang selama 2023 dan 2024. Dalam kampanye terbarunya, Rizha menyampaikan keprihatinannya terhadap data yang dirilis oleh Pengadilan Agama pada 24 Oktober 2024. Menurut data tersebut, sebanyak 52 anak perempuan usia 16-17 tahun mengajukan permohonan nikah muda, terutama karena kehamilan di luar nikah.
“Di tahun 2023 ada 59 kasus, dan tahun ini sudah tercatat 52 anak yang meminta dispensasi nikah muda. Ini menunjukkan adanya permasalahan serius dalam karakter dan moral generasi kita,” ujar Rizha, Selasa (5/11/2024).
Rizha menekankan pentingnya langkah konkret dari pemimpin masa depan untuk menangani krisis moral dan karakter ini. Ia bersama pasangannya, Rahma, berkomitmen untuk memperbaiki pendidikan karakter di Tanjungpinang melalui nilai-nilai budaya Melayu, khususnya Gurindam 12.
“Kami percaya, pendidikan karakter berbasis budaya lokal bisa membantu membangun akhlak dan etika generasi muda,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemahaman akan nilai-nilai budaya Melayu perlu diajarkan sejak dini. Rizha pun berencana menyusun modul pendidikan berbasis Gurindam 12 yang akan diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama.
“Melalui Gurindam 12, anak-anak kita bisa belajar tentang nilai ketuhanan, etika dalam berteman, hingga cara bermuamalah. Ini penting agar mereka memiliki moral dan karakter yang kuat,” jelasnya.
Rizha juga menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan sumber daya manusia unggul di masa mendatang. Ia berharap bahwa dengan pendekatan budaya ini, anak-anak Tanjungpinang dapat tumbuh menjadi generasi berkarakter yang mampu membangun Indonesia dengan lebih baik.
Rizha mengakhiri sambutannya dengan mengajak masyarakat untuk mendukung upayanya dan Rahma dalam memperkuat budaya Melayu sebagai fondasi pendidikan karakter di Tanjungpinang.
“Mari bersama-sama, kita ciptakan generasi yang lebih baik dengan nilai-nilai luhur budaya kita,” tutupnya.





Komentar