Bintan – ranaipos.com : Suasana penuh warna dan aroma kuliner tradisional terasa hangat di Pendopo Taman Kuala Sempang, Selasa malam (12/05), saat para kader PKK Desa Kuala Sempang menampilkan kreativitas terbaik mereka dalam Lomba Kreasi Tumpeng memperingati Hari Kartini.
Di tengah deretan tumpeng dengan hiasan unik dan tampilan menggoda, Bupati Bintan Roby Kurniawan tampak terpukau melihat hasil karya para peserta. Bahkan, Roby secara khusus memuji kreativitas “emak-emak” Kuala Sempang yang dinilai mampu menyulap bahan sederhana menjadi sajian bernilai seni tinggi.
“Luar biasa ya, hasilnya maksimal semua. Budget Rp100 ribu untuk setiap tumpeng, tapi hasilnya cukup mewah. Rasanya pun juga menggugah. Apresiasi untuk emak-emak PKK kita di Kuala Sempang ini,” ujar Roby.
Menurutnya, lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya kuliner tradisional agar tetap hidup di tengah gempuran makanan modern dan tren kuliner masa kini.
Beragam kreasi tumpeng yang ditampilkan peserta terlihat menarik perhatian pengunjung. Tidak hanya mengutamakan cita rasa, para peserta juga menonjolkan nilai estetika melalui hiasan sayur, lauk-pauk tradisional hingga ornamen khas Melayu yang mempercantik tampilan tumpeng.
Roby menilai, keterampilan membuat tumpeng merupakan budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi muda. Ia pun berharap para orang tua dapat mengajarkan keterampilan tersebut kepada anak-anak mereka sejak dini.
“Kami pesankan, kalau bisa generasi muda kita, anak-anak kita juga harus dilatih. Walaupun hanya sekadar membuat tumpeng, hal yang kelihatannya simpel tapi sebenarnya sangat rumit prosesnya. Semua ini harus kita jaga dan kita turunkan ke anak cucu,” tambahnya.
Peringatan Hari Kartini di Kuala Sempang kali ini pun terasa berbeda. Selain menjadi wadah silaturahmi dan kreativitas kaum ibu, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat.
Semangat para kader PKK Kuala Sempang menjadi bukti bahwa menjaga budaya tidak selalu harus lewat hal besar. Dari sebuah tumpeng sederhana, tersimpan nilai kebersamaan, kreativitas hingga kecintaan terhadap tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi.”(helmi)





Komentar